Cari disini...
Seputar Kaltim
Wabup PPU, Abdul Waris Muin (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dianggap masih kurang maksimal dan sering mendapat keluhan dari para pasien.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin saat memimpin apel di RSUD RAPB, Senin (8/12/2025).
Ia mengaku kerap menerima keluhan dari para pasien terkait pelayanan di RSUD RAPB yang dinilai masih lambat.
Selain itu, respons petugas saat melayani pasien diduga kurang baik. Bahkan, prosedur administrasi yang dijalankan dianggap menghambat penanganan medis.
“Saya tidak mau dengar ada pasien mengeluh tidak dilayani satu jam, dua jam. Kadang-kadang di IGD, petugasnya duluan marah daripada melayani. Ini harus dievaluasi,” tegasnya.
Pemkab PPU berencana melakukan penyegaran di internal RSUD RAPB pada awal 2026 mendatang.
Abdul Waris Muin meminta jajaran manajemen untuk melakukan reformasi internal guna memastikan setiap petugas memiliki sikap profesional, terutama saat menghadapi pasien dalam kondisi darurat.
Ia menekankan bahwa pasien, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu harus mendapatkan perlakuan yang setara.
Ia mencontohkan beberapa keluhan pasien yang merasa dipersulit mendapatkan pelayanan dari RSUD RAPB karena alasan administrasi atau tidak tersedia ruang perawatan.
“Layani masyarakat dengan hati. Jangan menggugurkan kewajiban. Uang yang digunakan melayani pasien itu uang pemerintah, uang masyarakat. Kita wajib memastikan mereka pulang dengan perasaan baik karena dilayani dengan baik,” terang Waris Muin.
Ia juga meminta rumah sakit untuk memastikan fasilitas ambulans dan layanan rujukan berjalan optimal, termasuk dalam proses merujuk pasien ke rumah sakit lain jika dibutuhkan.
“Kami ingin rumah sakit ini benar-benar menjadi tempat masyarakat menemukan pertolongan dengan cepat dan penuh empati. Semua pelayanan harus berjalan baik, mulai dari registrasi hingga pasien pulang,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wabup PPU, Abdul Waris Muin (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dianggap masih kurang maksimal dan sering mendapat keluhan dari para pasien.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin saat memimpin apel di RSUD RAPB, Senin (8/12/2025).
Ia mengaku kerap menerima keluhan dari para pasien terkait pelayanan di RSUD RAPB yang dinilai masih lambat.
Selain itu, respons petugas saat melayani pasien diduga kurang baik. Bahkan, prosedur administrasi yang dijalankan dianggap menghambat penanganan medis.
“Saya tidak mau dengar ada pasien mengeluh tidak dilayani satu jam, dua jam. Kadang-kadang di IGD, petugasnya duluan marah daripada melayani. Ini harus dievaluasi,” tegasnya.
Pemkab PPU berencana melakukan penyegaran di internal RSUD RAPB pada awal 2026 mendatang.
Abdul Waris Muin meminta jajaran manajemen untuk melakukan reformasi internal guna memastikan setiap petugas memiliki sikap profesional, terutama saat menghadapi pasien dalam kondisi darurat.
Ia menekankan bahwa pasien, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu harus mendapatkan perlakuan yang setara.
Ia mencontohkan beberapa keluhan pasien yang merasa dipersulit mendapatkan pelayanan dari RSUD RAPB karena alasan administrasi atau tidak tersedia ruang perawatan.
“Layani masyarakat dengan hati. Jangan menggugurkan kewajiban. Uang yang digunakan melayani pasien itu uang pemerintah, uang masyarakat. Kita wajib memastikan mereka pulang dengan perasaan baik karena dilayani dengan baik,” terang Waris Muin.
Ia juga meminta rumah sakit untuk memastikan fasilitas ambulans dan layanan rujukan berjalan optimal, termasuk dalam proses merujuk pasien ke rumah sakit lain jika dibutuhkan.
“Kami ingin rumah sakit ini benar-benar menjadi tempat masyarakat menemukan pertolongan dengan cepat dan penuh empati. Semua pelayanan harus berjalan baik, mulai dari registrasi hingga pasien pulang,” tandasnya.
(Sf/Lo)