Seputar Kaltim

    Pelayanan RSUD Kanujoso Balikpapan Kurang Maksimal, Mimi Meriami : Perlu Reformasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    28 Maret 2023 pukul 13:51 WITA

    Anggota DPRD Provinsi Kaltim Komisi 3, Mimi Meriami BR Pane Memberikan Keterangan Pelayanan Kurang Maksimal Rumah Sakit. (Foto: Maulana/seputarfakta)

    Samarinda - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Mimi Meriami BR Pane menyoroti  pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

    Ia menilai pelayanan di rumah sakit plat merah itu kurang maksimal. Apalagi ada aduan yang diterimanya terkait pelayanan di fasilitas kesehatan (Faskes) itu.

    "Aduan yang diberikan kepada kami bahwa ada masyarakat yang tak mendapatkan kamar di ICU dari jam 12 malam sampai jam 3 sore, ada pasien tidak mendapatkan pelayanan dari pihak RSUD. Apalagi diberikan makan," kata Mimi Meriami kepada seputarfakta.com, Selasa (28/3/2023).

    Tidak adanya pelayanan yang diberikan pihak RSUD tentu membuat pasien semakin kritis. Tapi setelah diancam akan diviralkan, baru diberikan kamar untuk pasien tersebut.

    "Setelah ada ancaman akan diviralkan, pihak rumah sakit langsung memberikan kamar. Apakah harus diancam tersebut baru dilayani," tegasnya.

    Legislator daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan itu menegaskan perlu adanya reformasi pada pelayanan di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo ini.

    "Reformasi ini harus diinisiasi oleh pemerintah untuk pelayanan kesehatan semakin baik, nanti perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi dan lain hal untuk menunjang peningkatan pelayanan," tandasnya.

    Mimi juga menyoroti gedung-gedung rumah sakit yang megah, tapi pelayanan tidak maksimal. "Percuma memiliki gedung dengan anggaran ratusan milyar, namun dari segi pelayanan juga kurang," lanjutnya.

    Hal demikian butuh perhatian untuk pemerintah, untuk segera melakukan reformasi pelayanan.
    Selain itu, pihak rumah sakit harus memiliki keterbukaan informasi untuk ketersediaan kamar. 

    "Keterbukaan informasi ini akan membuat semua masyarakat tau, apabila kamar itu tersedia apa tidak," pungkasnya.


    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pelayanan RSUD Kanujoso Balikpapan Kurang Maksimal, Mimi Meriami : Perlu Reformasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    28 Maret 2023 pukul 13:51 WITA

    Anggota DPRD Provinsi Kaltim Komisi 3, Mimi Meriami BR Pane Memberikan Keterangan Pelayanan Kurang Maksimal Rumah Sakit. (Foto: Maulana/seputarfakta)

    Samarinda - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Mimi Meriami BR Pane menyoroti  pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

    Ia menilai pelayanan di rumah sakit plat merah itu kurang maksimal. Apalagi ada aduan yang diterimanya terkait pelayanan di fasilitas kesehatan (Faskes) itu.

    "Aduan yang diberikan kepada kami bahwa ada masyarakat yang tak mendapatkan kamar di ICU dari jam 12 malam sampai jam 3 sore, ada pasien tidak mendapatkan pelayanan dari pihak RSUD. Apalagi diberikan makan," kata Mimi Meriami kepada seputarfakta.com, Selasa (28/3/2023).

    Tidak adanya pelayanan yang diberikan pihak RSUD tentu membuat pasien semakin kritis. Tapi setelah diancam akan diviralkan, baru diberikan kamar untuk pasien tersebut.

    "Setelah ada ancaman akan diviralkan, pihak rumah sakit langsung memberikan kamar. Apakah harus diancam tersebut baru dilayani," tegasnya.

    Legislator daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan itu menegaskan perlu adanya reformasi pada pelayanan di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo ini.

    "Reformasi ini harus diinisiasi oleh pemerintah untuk pelayanan kesehatan semakin baik, nanti perlu pelatihan atau peningkatan kompetensi dan lain hal untuk menunjang peningkatan pelayanan," tandasnya.

    Mimi juga menyoroti gedung-gedung rumah sakit yang megah, tapi pelayanan tidak maksimal. "Percuma memiliki gedung dengan anggaran ratusan milyar, namun dari segi pelayanan juga kurang," lanjutnya.

    Hal demikian butuh perhatian untuk pemerintah, untuk segera melakukan reformasi pelayanan.
    Selain itu, pihak rumah sakit harus memiliki keterbukaan informasi untuk ketersediaan kamar. 

    "Keterbukaan informasi ini akan membuat semua masyarakat tau, apabila kamar itu tersedia apa tidak," pungkasnya.


    (Sf/By)