Seputar Kaltim

    Pelatihan UMKM Dievaluasi, RT 32 Sangatta Utara Prioritaskan Rp250 Juta untuk Jalan hingga CCTV

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rudianto
    12 Agustus 2026 pukul 14:49 WITA

    Ketua RT 32 Sangatta Utara, Supriyanto, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pengalaman pelatihan UMKM pada tahun-tahun sebelumnya membuat RT 32 Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), mengevaluasi kembali penggunaan dana RT Rp250 juta tahun ini. Pelatihan yang sebelumnya menghabiskan sekitar Rp10 juta dinilai belum cukup membantu warga melanjutkan praktik karena peralatan pelatihan tidak tersedia untuk digunakan di rumah.

    Program dana Rp250 juta per RT merupakan salah satu program unggulan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Pada 2026, setiap RT mendapat alokasi Rp250 juta untuk pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat.

    Ketua RT 32 Sangatta Utara, Supriyanto, mengatakan evaluasi tersebut menjadi dasar pengurus RT mengarahkan anggaran tahun ini ke sejumlah kebutuhan lingkungan, seperti perbaikan jalan, renovasi Posyandu, pemasangan CCTV hingga pengadaan alat kebersihan.

    Ia mencontohkan pelatihan pembuatan pempek. Warga mendapat materi dan praktik, tetapi peralatan seperti kompor dan panci tetap berada di lokasi pelatihan.

    “Kalau kita tidak punya alat, bagaimana mau praktik di rumah?” ujar Supriyanto.

    Menurutnya, pengalaman tersebut membuat RT 32 mengubah prioritas penggunaan dana tahun ini. Anggaran kemudian digunakan untuk sejumlah kebutuhan lingkungan.

    Salah satunya perbaikan jalan lingkungan. Wilayah RT 32 cukup luas, mulai dari Jalan Padat Karya hingga Kanal 3. Sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut masih berlubang, terutama di antara jalan semenisasi dan drainase.

    Perbaikan dilakukan dengan menimbun bagian yang rusak dan memberikan lapisan batu merah. Penataan parit juga masuk dalam rencana penggunaan anggaran.

    Dana tersebut juga digunakan untuk memperluas Posyandu yang sebelumnya dinilai terlalu sempit. Renovasi dilakukan dengan menambah ruang, atap dan teras. Bagian depan Posyandu juga direncanakan dipasangi paving.

    Supriyanto menjelaskan kebutuhan keamanan menjadi salah satu penggunaan dana RT tahun ini. RT 32 menargetkan pemasangan 10 titik CCTV secara bertahap, mulai dari kawasan perumahan hingga Kanal 3. Ia menyebut biaya satu titik CCTV sekitar Rp2,4 juta.

    “Untuk penataan keamanan kita adakan CCTV. Satu titik sekitar Rp2,4 juta, kita adakan tahun ini 10 titik,” jelasnya.

    Selain CCTV, RT 32 membeli peralatan untuk membantu pemeliharaan lingkungan, seperti mesin potong rumput, senso, Alkon dan obat rumput.

    Peralatan tersebut digunakan untuk membantu pekerjaan pemeliharaan lingkungan yang sebelumnya cukup berat jika dilakukan secara manual.

    “Kalau pakai mesin seperti ini kan agak ringan,” tambahnya.

    RT 32 juga menyiapkan tenda dan pengeras suara yang dapat digunakan warga untuk kegiatan bersama, termasuk kegiatan Agustusan.

    Supriyanto mengatakan program UMKM masih dapat dilakukan kembali dengan konsep yang berbeda, terutama agar warga memiliki peralatan untuk melanjutkan praktik setelah pelatihan.

    Seluruh rencana penggunaan dana dibahas melalui rapat bersama warga dan hasilnya disampaikan kepada masyarakat.

    “Jadi apa yang kita programkan, semuanya kita sampaikan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pelatihan UMKM Dievaluasi, RT 32 Sangatta Utara Prioritaskan Rp250 Juta untuk Jalan hingga CCTV

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rudianto
    12 Agustus 2026 pukul 14:49 WITA

    Ketua RT 32 Sangatta Utara, Supriyanto, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pengalaman pelatihan UMKM pada tahun-tahun sebelumnya membuat RT 32 Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), mengevaluasi kembali penggunaan dana RT Rp250 juta tahun ini. Pelatihan yang sebelumnya menghabiskan sekitar Rp10 juta dinilai belum cukup membantu warga melanjutkan praktik karena peralatan pelatihan tidak tersedia untuk digunakan di rumah.

    Program dana Rp250 juta per RT merupakan salah satu program unggulan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Pada 2026, setiap RT mendapat alokasi Rp250 juta untuk pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat.

    Ketua RT 32 Sangatta Utara, Supriyanto, mengatakan evaluasi tersebut menjadi dasar pengurus RT mengarahkan anggaran tahun ini ke sejumlah kebutuhan lingkungan, seperti perbaikan jalan, renovasi Posyandu, pemasangan CCTV hingga pengadaan alat kebersihan.

    Ia mencontohkan pelatihan pembuatan pempek. Warga mendapat materi dan praktik, tetapi peralatan seperti kompor dan panci tetap berada di lokasi pelatihan.

    “Kalau kita tidak punya alat, bagaimana mau praktik di rumah?” ujar Supriyanto.

    Menurutnya, pengalaman tersebut membuat RT 32 mengubah prioritas penggunaan dana tahun ini. Anggaran kemudian digunakan untuk sejumlah kebutuhan lingkungan.

    Salah satunya perbaikan jalan lingkungan. Wilayah RT 32 cukup luas, mulai dari Jalan Padat Karya hingga Kanal 3. Sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut masih berlubang, terutama di antara jalan semenisasi dan drainase.

    Perbaikan dilakukan dengan menimbun bagian yang rusak dan memberikan lapisan batu merah. Penataan parit juga masuk dalam rencana penggunaan anggaran.

    Dana tersebut juga digunakan untuk memperluas Posyandu yang sebelumnya dinilai terlalu sempit. Renovasi dilakukan dengan menambah ruang, atap dan teras. Bagian depan Posyandu juga direncanakan dipasangi paving.

    Supriyanto menjelaskan kebutuhan keamanan menjadi salah satu penggunaan dana RT tahun ini. RT 32 menargetkan pemasangan 10 titik CCTV secara bertahap, mulai dari kawasan perumahan hingga Kanal 3. Ia menyebut biaya satu titik CCTV sekitar Rp2,4 juta.

    “Untuk penataan keamanan kita adakan CCTV. Satu titik sekitar Rp2,4 juta, kita adakan tahun ini 10 titik,” jelasnya.

    Selain CCTV, RT 32 membeli peralatan untuk membantu pemeliharaan lingkungan, seperti mesin potong rumput, senso, Alkon dan obat rumput.

    Peralatan tersebut digunakan untuk membantu pekerjaan pemeliharaan lingkungan yang sebelumnya cukup berat jika dilakukan secara manual.

    “Kalau pakai mesin seperti ini kan agak ringan,” tambahnya.

    RT 32 juga menyiapkan tenda dan pengeras suara yang dapat digunakan warga untuk kegiatan bersama, termasuk kegiatan Agustusan.

    Supriyanto mengatakan program UMKM masih dapat dilakukan kembali dengan konsep yang berbeda, terutama agar warga memiliki peralatan untuk melanjutkan praktik setelah pelatihan.

    Seluruh rencana penggunaan dana dibahas melalui rapat bersama warga dan hasilnya disampaikan kepada masyarakat.

    “Jadi apa yang kita programkan, semuanya kita sampaikan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)