Seputar Kaltim

    Pelataran Bontang Kuala Mulai Ramai Dikunjungi, Masyarakat Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    01 Desember 2024 pukul 17:46 WITA

    Salah Satu pengunjung berfoto di pelataran Bontang Kuala (Foto: Seputarfakta.com/Nuraini)

    Bontang - Meski belum rampung 100 persen, pelataran Bontang Kuala (BK) sudah mulai ramai dikunjungi masyarakat. Terutama saat hari libur, destinasi wisata tersebut selalu dipadati pengunjung, khususnya di sore hari.

    Seiring dengan semakin ramainya masyarakat yang datang untuk melihat wajah baru pelataran BK, yang kini semakin elok sejak direnovasi, permasalahan sampah menjadi perhatian. Pasalnya, dikhawatirkan masyarakat tidak disiplin untuk menjaga kebersihan di sana.

    Dandim Kodim 0908/Bontang Letkol Aryo Bagus melalui Pasiter Lettu Arh Yohannes Bay mengatakan, pihaknya berharap kesadaran masyarakat lebih dibangun agar tidak membuang sampah sembarangan khususnya ke laut.

    “Tempat wisata ini sudah indah, sangat disayangkan kalau masyarakatnya buang sampah sembarangan dan mengotori laut,” ungkap Yohannes kepada Seputarfakta.com, Minggu (1/12/2024).

    Oleh karena itu, ia juga berharap pemerintah dalam hal ini kelurahan setempat bisa menyediakan lebih banyak kantong sampah di kawasan tersebut. Agar, masyarakat lebih mudah menemukan tempat pembuangan sampah.

    “Perlu diadakan lagi tempat sampah di beberapa sudut. Jadi, pengunjung tidak susah cari tempat sampah,” kata dia.

    Menurutnya, jika imbauan membuang sampah yang dilakukan tidak sejalan dengan fasilitas tempat pembuangan sampah yang cukup, kemungkinan besar tetap akan banyak sampah yang berceceran di sana.

    Terlebih, saat pelataran digunakan untuk agenda atau acara tertentu. Seperti, upacara adat pesta laut yang akan diselenggarakan pada Senin (1/12/2024) mendatang. Ia berharap baik Pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) maupun pengunjung menjaga kebersihan di wilayah tersebut.

    “Jangan meninggalkan sampah di pelataran, apalagi dibuang ke laut,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pelataran Bontang Kuala Mulai Ramai Dikunjungi, Masyarakat Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    01 Desember 2024 pukul 17:46 WITA

    Salah Satu pengunjung berfoto di pelataran Bontang Kuala (Foto: Seputarfakta.com/Nuraini)

    Bontang - Meski belum rampung 100 persen, pelataran Bontang Kuala (BK) sudah mulai ramai dikunjungi masyarakat. Terutama saat hari libur, destinasi wisata tersebut selalu dipadati pengunjung, khususnya di sore hari.

    Seiring dengan semakin ramainya masyarakat yang datang untuk melihat wajah baru pelataran BK, yang kini semakin elok sejak direnovasi, permasalahan sampah menjadi perhatian. Pasalnya, dikhawatirkan masyarakat tidak disiplin untuk menjaga kebersihan di sana.

    Dandim Kodim 0908/Bontang Letkol Aryo Bagus melalui Pasiter Lettu Arh Yohannes Bay mengatakan, pihaknya berharap kesadaran masyarakat lebih dibangun agar tidak membuang sampah sembarangan khususnya ke laut.

    “Tempat wisata ini sudah indah, sangat disayangkan kalau masyarakatnya buang sampah sembarangan dan mengotori laut,” ungkap Yohannes kepada Seputarfakta.com, Minggu (1/12/2024).

    Oleh karena itu, ia juga berharap pemerintah dalam hal ini kelurahan setempat bisa menyediakan lebih banyak kantong sampah di kawasan tersebut. Agar, masyarakat lebih mudah menemukan tempat pembuangan sampah.

    “Perlu diadakan lagi tempat sampah di beberapa sudut. Jadi, pengunjung tidak susah cari tempat sampah,” kata dia.

    Menurutnya, jika imbauan membuang sampah yang dilakukan tidak sejalan dengan fasilitas tempat pembuangan sampah yang cukup, kemungkinan besar tetap akan banyak sampah yang berceceran di sana.

    Terlebih, saat pelataran digunakan untuk agenda atau acara tertentu. Seperti, upacara adat pesta laut yang akan diselenggarakan pada Senin (1/12/2024) mendatang. Ia berharap baik Pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) maupun pengunjung menjaga kebersihan di wilayah tersebut.

    “Jangan meninggalkan sampah di pelataran, apalagi dibuang ke laut,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)