Seputar Kaltim

    Pelaku Usaha Perikanan di Berau Bakal Diberikan Pendampingan dan Penguatan Sarpras 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    09 Februari 2025 pukul 20:05 WITA

    Dinas Perikanan Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Berau terus mendukung peningkatan sektor perikanan daerah dengan berbagai program strategis yang dijalankan tahun ini. Fokus utama program tersebut yakni peningkatan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan serta penguatan sarana dan prasarana (sarpras). 

    Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya akan lebih mengutamakan pendampingan bagi nelayan, pembudidaya, serta pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. 

    "Pendampingan kami berikan ini mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan, bimbingan teknis (bimtek) ke luar daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan," kata Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, Minggu (9/2/2025).

    Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan produk pangan untuk memastikan kualitas hasil perikanan tetap terjaga, serta meningkatkan sarana dan prasarana perikanan.  "Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk hibah kepada kelompok usaha perikanan, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Nelayan, Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan), serta Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklasar)," ujarnya.

    Ia pun menjelaskan untuk hal lainnya lebih kepada yang sifatnya pendampingan-pendampingan jika ada program baik itu dari pusat maupun provinsi yang memang wajib dan harus di dampingi. Sementara itu, ia menekankan meski Diskan kini yang merupakan dinas tipe B ini memiliki tiga bidang utama, yaitu Bidang Budidaya Perikanan, Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, serta Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan.

    Ia juga menyampaikan, Diskan Berau menaungi dua Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu UPT Balai Benih Ikan (BBI) di Sei Bedungun yang berfokus pada pembenihan ikan serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Sambaliung. Dan saat ini pihaknya tengah berupaya mengembangkan TPI di Tanjung Batu. "Secara fisik, fasilitas tersebut sudah dibangun, namun masih terkendala dalam administrasi sehingga belum dapat dioperasikan secara optimal," ungkapnya.

    Sementara itu, pada tahun 2024 lalu, UPT BBI Sei Bedungun mencatatkan capaian positif dengan berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal serupa juga terjadi di TPI Sambaliung, meskipun nilai PAD. "Di sana lebih kepada produksi jasa meskipun nilai PAD yang diperoleh masih belum maksimal," tandasnya.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Pelaku Usaha Perikanan di Berau Bakal Diberikan Pendampingan dan Penguatan Sarpras 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    09 Februari 2025 pukul 20:05 WITA

    Dinas Perikanan Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Berau terus mendukung peningkatan sektor perikanan daerah dengan berbagai program strategis yang dijalankan tahun ini. Fokus utama program tersebut yakni peningkatan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan serta penguatan sarana dan prasarana (sarpras). 

    Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya akan lebih mengutamakan pendampingan bagi nelayan, pembudidaya, serta pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. 

    "Pendampingan kami berikan ini mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan, bimbingan teknis (bimtek) ke luar daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan," kata Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, Minggu (9/2/2025).

    Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan produk pangan untuk memastikan kualitas hasil perikanan tetap terjaga, serta meningkatkan sarana dan prasarana perikanan.  "Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk hibah kepada kelompok usaha perikanan, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Nelayan, Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan), serta Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklasar)," ujarnya.

    Ia pun menjelaskan untuk hal lainnya lebih kepada yang sifatnya pendampingan-pendampingan jika ada program baik itu dari pusat maupun provinsi yang memang wajib dan harus di dampingi. Sementara itu, ia menekankan meski Diskan kini yang merupakan dinas tipe B ini memiliki tiga bidang utama, yaitu Bidang Budidaya Perikanan, Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, serta Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan.

    Ia juga menyampaikan, Diskan Berau menaungi dua Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu UPT Balai Benih Ikan (BBI) di Sei Bedungun yang berfokus pada pembenihan ikan serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Sambaliung. Dan saat ini pihaknya tengah berupaya mengembangkan TPI di Tanjung Batu. "Secara fisik, fasilitas tersebut sudah dibangun, namun masih terkendala dalam administrasi sehingga belum dapat dioperasikan secara optimal," ungkapnya.

    Sementara itu, pada tahun 2024 lalu, UPT BBI Sei Bedungun mencatatkan capaian positif dengan berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal serupa juga terjadi di TPI Sambaliung, meskipun nilai PAD. "Di sana lebih kepada produksi jasa meskipun nilai PAD yang diperoleh masih belum maksimal," tandasnya.

    (Sf/Mr)