Seputar Kaltim

    Pelaku Usaha di Kukar Diharapkan Manfaatkan Program KKI 

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    09 Juli 2024 pukul 16:40 WITA

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Taufik. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyiapkan permodalan untuk pengembangan usaha lewat program Kredit Kukar Idaman (KKI). 

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Taufik mengatakan program itu tujuannya untuk membantu pelaku UMKM. KKI merupakan sistem tanpa bunga dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak Bankaltimtara.

    "Saat ini ada 1.116 pelaku usaha yang memanfaatkan program KKI. Memang capaiannya kurang maksimal makanya kami akan melakukan sosialisasi terkait program KKI," kata Taufik Selasa (9/7/2024).

    Menurutnya, minimnya peminat pelaku usaha dalam memanfaatkan program KKI disebabkan oleh kondisi pasar. Jika pangsa pasar biasa-biasa saja, maka pelaku usaha menilai mereka masih bisa menggunakan modal yang ada.

    "Saat ini kita akan coba menciptakan pasar yang optimal," ucapnya.

    Kata dia, Pemkab Kukar telah menggelontorkan sekitar Rp18 miliar untuk program KKI pada 2024. Dengan harapan pelaku usaha dapat memanfaatkan program tersebut untuk mengembangkan usahanya.

    "Batas maksimal untuk peminjaman modal usaha melalui KKI ini Rp25 juta, tetapi harus melalui syarat verifikasi yang dilakukan oleh Bankaltimtara," ujarnya.

    Program fasilitasi permodalan untuk para pelaku usaha ini merupakan komitmen pemerintah daerah, dalam mewujudkan UMKM dan IKM naik kelas. 
    Pihaknya mengapresiasi kepada pelaku usaha yang telah memanfaatkan program itu. 

    "Semoga pelaku usaha betul-betul untuk pengembangan usahanya, agar terus eksis dan meningkat perekonomiannya," harapnya.

    Adapun tanggapan pelaku usaha yang memanfaatkan program KKI selama ini merasa terbantu.

    Para pelaku usaha menilai dengan adanya pinjaman modal usaha dapat meningkatkan jumlah produksi. Sebab, untuk meningkatkan jumlah produksi perlu modal tambahan. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pelaku Usaha di Kukar Diharapkan Manfaatkan Program KKI 

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    09 Juli 2024 pukul 16:40 WITA

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Taufik. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyiapkan permodalan untuk pengembangan usaha lewat program Kredit Kukar Idaman (KKI). 

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Taufik mengatakan program itu tujuannya untuk membantu pelaku UMKM. KKI merupakan sistem tanpa bunga dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak Bankaltimtara.

    "Saat ini ada 1.116 pelaku usaha yang memanfaatkan program KKI. Memang capaiannya kurang maksimal makanya kami akan melakukan sosialisasi terkait program KKI," kata Taufik Selasa (9/7/2024).

    Menurutnya, minimnya peminat pelaku usaha dalam memanfaatkan program KKI disebabkan oleh kondisi pasar. Jika pangsa pasar biasa-biasa saja, maka pelaku usaha menilai mereka masih bisa menggunakan modal yang ada.

    "Saat ini kita akan coba menciptakan pasar yang optimal," ucapnya.

    Kata dia, Pemkab Kukar telah menggelontorkan sekitar Rp18 miliar untuk program KKI pada 2024. Dengan harapan pelaku usaha dapat memanfaatkan program tersebut untuk mengembangkan usahanya.

    "Batas maksimal untuk peminjaman modal usaha melalui KKI ini Rp25 juta, tetapi harus melalui syarat verifikasi yang dilakukan oleh Bankaltimtara," ujarnya.

    Program fasilitasi permodalan untuk para pelaku usaha ini merupakan komitmen pemerintah daerah, dalam mewujudkan UMKM dan IKM naik kelas. 
    Pihaknya mengapresiasi kepada pelaku usaha yang telah memanfaatkan program itu. 

    "Semoga pelaku usaha betul-betul untuk pengembangan usahanya, agar terus eksis dan meningkat perekonomiannya," harapnya.

    Adapun tanggapan pelaku usaha yang memanfaatkan program KKI selama ini merasa terbantu.

    Para pelaku usaha menilai dengan adanya pinjaman modal usaha dapat meningkatkan jumlah produksi. Sebab, untuk meningkatkan jumlah produksi perlu modal tambahan. 

    (Sf/By)