Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjual Kue Keroncong asal Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meraup keuntungan berjualan di Tenggarong Pujasera Sapece (TPS).
TPS merupakan wadah yang disiapkan pemerintah daerah agar pelaku UMKM di Kukar dapat berjualan segala macam jajanan makanan.
Selain wadah untuk berjualan, TPS juga merupakan tempat anak-anak muda kreatif di Kukar berkumpul.
Penjual Kue Keroncong, sisilia erawani mengatakan berjualan kue keroncong sudah lima tahun lamanya. "Saya jual kue khas Kutai, ada kue cincin, elat sapi keminting, kue bolu, kue Keroncong, amplang, kue rangai dan gula merah juga," kata Sisila Erawati Sabtu (14/9/2024).
Ia mengaku kue Keroncong yang dijual merupakan olahan sendiri. Sementara untuk kue kering lainnya dibeli dari orang lain dan dijual kembali.
"Jualan di TPS ini kami difasilitasi gratis, tempat maupun tendanya," jelasnya.
Sisilia mengaku pendapatan dari berjualan kue keroncong di TPS rata-rata Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per hari. Bahkan pada Kamis (12/9/2024) lalu menembus Rp1 juta.
Kata dia, harga kue keroncong tersebut per biji dijual Rp1.000. Kemudian untuk memproduksi kue itu sendiri bisa mencapai 500-600 biji.
"Adanya TPS ini sangat baik sekali untuk meningkatkan UMKM supaya naik kelas. Selain jualan di TPS, saya juga berjualan di Simpang Odah Etam (SOE) setiap malam minggu dan di rumah juga," ungkapnya.
Usaha yang sudah digeluti selama lima tahun ini telah mendapatkan surat izin berusaha, seperti NIB dan sertifikat halal.
"Saya harap dengan adanya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah saya merasa terbantu. Semoga UMKM Kukar lebih maju dan di kenal oleh masyarakat luas. Kalau dulu mau berjualan susah tapi sekarang bisa lebih mudah karena ada dukungan dari pemerintah mulai dari bantuan rombong dan lokasi berjualan seperti TPS ini," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjual Kue Keroncong asal Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meraup keuntungan berjualan di Tenggarong Pujasera Sapece (TPS).
TPS merupakan wadah yang disiapkan pemerintah daerah agar pelaku UMKM di Kukar dapat berjualan segala macam jajanan makanan.
Selain wadah untuk berjualan, TPS juga merupakan tempat anak-anak muda kreatif di Kukar berkumpul.
Penjual Kue Keroncong, sisilia erawani mengatakan berjualan kue keroncong sudah lima tahun lamanya. "Saya jual kue khas Kutai, ada kue cincin, elat sapi keminting, kue bolu, kue Keroncong, amplang, kue rangai dan gula merah juga," kata Sisila Erawati Sabtu (14/9/2024).
Ia mengaku kue Keroncong yang dijual merupakan olahan sendiri. Sementara untuk kue kering lainnya dibeli dari orang lain dan dijual kembali.
"Jualan di TPS ini kami difasilitasi gratis, tempat maupun tendanya," jelasnya.
Sisilia mengaku pendapatan dari berjualan kue keroncong di TPS rata-rata Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per hari. Bahkan pada Kamis (12/9/2024) lalu menembus Rp1 juta.
Kata dia, harga kue keroncong tersebut per biji dijual Rp1.000. Kemudian untuk memproduksi kue itu sendiri bisa mencapai 500-600 biji.
"Adanya TPS ini sangat baik sekali untuk meningkatkan UMKM supaya naik kelas. Selain jualan di TPS, saya juga berjualan di Simpang Odah Etam (SOE) setiap malam minggu dan di rumah juga," ungkapnya.
Usaha yang sudah digeluti selama lima tahun ini telah mendapatkan surat izin berusaha, seperti NIB dan sertifikat halal.
"Saya harap dengan adanya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah saya merasa terbantu. Semoga UMKM Kukar lebih maju dan di kenal oleh masyarakat luas. Kalau dulu mau berjualan susah tapi sekarang bisa lebih mudah karena ada dukungan dari pemerintah mulai dari bantuan rombong dan lokasi berjualan seperti TPS ini," pungkasnya.
(Sf/By)