Cari disini...
Seputar Kaltim
Produk kerajinan lokal di Dekranasda. (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dewan Kerjinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Kartanegara (Kukar) yang berada di Jalan Pattimura, Kecamatan Tenggarong turut merasakan dampak positif digelarnya Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN).
Pengrajin lokal di Deskranasda Kukar, Yohana mengaku pendapatan selama even KFBN mengalami kenaikan hingga 40 persen dibanding hari biasanya.
"Dampaknya ini sangat terasa, peran pemerintah juga mempengaruhi peningkatan ini. Sebab, setiap para pelajar yang akan tampil atau ingin menyewa pakaian adat saat KFBN dan pemerintah selalu mengarahkan untuk mengunjungi Deskranasda," katanya, Kamis (25/7/2024).
Ia memang menjual dan menyewakan berbagai macam produk kerajinan seperti cincin giok, gelang manik, obat berkhasiat, gantung kunci, pakaian adat dan seraung.
Barang-barang tersebut dijual mulai harga Rp5 ribu hingga Rp1 juta, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.
Sebab, kata dia, pengerjaan dalam pembuatan baju adat tersebut sangat lama, yakni sekitar satu bulan. Mulai menyediakan bahan berupa kain, dilanjutkan dengan menbentuk polanya hingga menempelkan manik-manik di baju tersebut.
"Meski dulunya tempat ini sepi karena tempatnya terbilang jalur utama masyarakat, tetapi lamban laun tempat ini mulai didatangi para pengunjung, baik itu dari Kukar maupun dari luar daerah," sebutnya.
Yohana berharap tempat tersebut dapat dikenal lebih secara luas lagi oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian pelaku UMKM di Dekranasda Kukar dan sekitarnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Produk kerajinan lokal di Dekranasda. (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dewan Kerjinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Kartanegara (Kukar) yang berada di Jalan Pattimura, Kecamatan Tenggarong turut merasakan dampak positif digelarnya Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN).
Pengrajin lokal di Deskranasda Kukar, Yohana mengaku pendapatan selama even KFBN mengalami kenaikan hingga 40 persen dibanding hari biasanya.
"Dampaknya ini sangat terasa, peran pemerintah juga mempengaruhi peningkatan ini. Sebab, setiap para pelajar yang akan tampil atau ingin menyewa pakaian adat saat KFBN dan pemerintah selalu mengarahkan untuk mengunjungi Deskranasda," katanya, Kamis (25/7/2024).
Ia memang menjual dan menyewakan berbagai macam produk kerajinan seperti cincin giok, gelang manik, obat berkhasiat, gantung kunci, pakaian adat dan seraung.
Barang-barang tersebut dijual mulai harga Rp5 ribu hingga Rp1 juta, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.
Sebab, kata dia, pengerjaan dalam pembuatan baju adat tersebut sangat lama, yakni sekitar satu bulan. Mulai menyediakan bahan berupa kain, dilanjutkan dengan menbentuk polanya hingga menempelkan manik-manik di baju tersebut.
"Meski dulunya tempat ini sepi karena tempatnya terbilang jalur utama masyarakat, tetapi lamban laun tempat ini mulai didatangi para pengunjung, baik itu dari Kukar maupun dari luar daerah," sebutnya.
Yohana berharap tempat tersebut dapat dikenal lebih secara luas lagi oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian pelaku UMKM di Dekranasda Kukar dan sekitarnya.
(Sf/By)