Seputar Kaltim

    Pelaku UMKM dan IKM di Kukar Alami Peningkatan Penjualan Produk di Aplikasi Shopee

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    22 Agustus 2024 pukul 19:02 WITA

    Hasil checkout pembeli di shopee Jimbooord. (Dok. Jambo Ramadhan)

    Tenggarong - Penjualan produk UMKM dan IKM di Kukar melalui e-commerce dan aplikasi Shopee mulai mengalami peningkatan.

    Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fhatullah mengatakan, pelaku UMKM dan IKM yang telah mendapatkan pendampingan terhadap penjualan e-commerce itu mengaku penjualan produknya ada peningkatan, sebab penjualan secara online jangkauannya sangat luas, sehingga pelaku usaha memiliki banyak peluang untuk mempromosikan produknya.
     
    "Kami sudah memantau mereka pelaku UMKM dan IKM yang masuk ke Shopee, dan hasilnya mereka bisa merasakan manfaat yang luar biasa," kata Sayid pada Kamis (22/8/2024).
     
    Ia menyebut, peningkatan penjualan produk tersebut membuktikan bahwa produk Kukar memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu bersaing di pasar nasional. 

    Usai melakukan penjualan produk di Shopee, pelaku UMKM dan IKM harus meningkatkan kualitas kapasitas dan kontinuitas.

    "Saat ini pelaku usaha kita kewalahan dalam memenuhi permintaan dari konsumen, maka dari itu mereka harus memperhatikan kapasitas, kontinuitas dan kualitas agar konsumen tak kecewa saat memesan maupun menerima produk," ucapnya.
     
    Kata dia, pemenuhan pesanan suatu produk menjadi tantangan bagi pelaku usaha, namun tantangan itu pastinya bisa dilalui.

    "Saat ini kita lagi fokus untuk mengatasi kendala pemenuhan pesanan produk dengan cara, memberi bantuan alat produksi kepada mereka," ucapnya.

    Ia menyebutkan, pelaku UMKM dan IKM yang masuk ke shoppe ini sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak Shoppe. 

    Berbagai produk UMKM dan IKM yang telah masuk Shopee diantaranya amplang burung wallet, kue kering dan tradisional, hingga produk baju.

    "Kalau untuk pelaku UMKM dan IKM ini ada 100 orang yang sudah kita bina untuk memasukkan hasil jualnnya ke pasar online," sebuntya.

    Sementara itu, pelaku UMKM Jambo Ramadhan mengaku pemasukan dari hasil penjualan di Shopee sejak bulan Juli hingga Agustus mengalami peningkatan. 

    "Ada peningkatan sejak berjualan di shopee, dari pada Juli sampai Agustus 2024 yang sudah masuk daftar list barang untuk di kirim ada 50 sampai 100 produk yang sudah terjual, saya harap akun ini bisa terbaca terus algoritmenya oleh shopee sehingga penjualan produk tetap meningkat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pelaku UMKM dan IKM di Kukar Alami Peningkatan Penjualan Produk di Aplikasi Shopee

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    22 Agustus 2024 pukul 19:02 WITA

    Hasil checkout pembeli di shopee Jimbooord. (Dok. Jambo Ramadhan)

    Tenggarong - Penjualan produk UMKM dan IKM di Kukar melalui e-commerce dan aplikasi Shopee mulai mengalami peningkatan.

    Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fhatullah mengatakan, pelaku UMKM dan IKM yang telah mendapatkan pendampingan terhadap penjualan e-commerce itu mengaku penjualan produknya ada peningkatan, sebab penjualan secara online jangkauannya sangat luas, sehingga pelaku usaha memiliki banyak peluang untuk mempromosikan produknya.
     
    "Kami sudah memantau mereka pelaku UMKM dan IKM yang masuk ke Shopee, dan hasilnya mereka bisa merasakan manfaat yang luar biasa," kata Sayid pada Kamis (22/8/2024).
     
    Ia menyebut, peningkatan penjualan produk tersebut membuktikan bahwa produk Kukar memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu bersaing di pasar nasional. 

    Usai melakukan penjualan produk di Shopee, pelaku UMKM dan IKM harus meningkatkan kualitas kapasitas dan kontinuitas.

    "Saat ini pelaku usaha kita kewalahan dalam memenuhi permintaan dari konsumen, maka dari itu mereka harus memperhatikan kapasitas, kontinuitas dan kualitas agar konsumen tak kecewa saat memesan maupun menerima produk," ucapnya.
     
    Kata dia, pemenuhan pesanan suatu produk menjadi tantangan bagi pelaku usaha, namun tantangan itu pastinya bisa dilalui.

    "Saat ini kita lagi fokus untuk mengatasi kendala pemenuhan pesanan produk dengan cara, memberi bantuan alat produksi kepada mereka," ucapnya.

    Ia menyebutkan, pelaku UMKM dan IKM yang masuk ke shoppe ini sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak Shoppe. 

    Berbagai produk UMKM dan IKM yang telah masuk Shopee diantaranya amplang burung wallet, kue kering dan tradisional, hingga produk baju.

    "Kalau untuk pelaku UMKM dan IKM ini ada 100 orang yang sudah kita bina untuk memasukkan hasil jualnnya ke pasar online," sebuntya.

    Sementara itu, pelaku UMKM Jambo Ramadhan mengaku pemasukan dari hasil penjualan di Shopee sejak bulan Juli hingga Agustus mengalami peningkatan. 

    "Ada peningkatan sejak berjualan di shopee, dari pada Juli sampai Agustus 2024 yang sudah masuk daftar list barang untuk di kirim ada 50 sampai 100 produk yang sudah terjual, saya harap akun ini bisa terbaca terus algoritmenya oleh shopee sehingga penjualan produk tetap meningkat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)