Seputar Kaltim

    Pelaksanaan Program MBG Sudah Dimulai, Pj Gubernur Kaltim Masih Pikirkan Daerah Terpencil

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 Januari 2025 pukul 21:11 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sudah memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 6 Januari 2025. Namun tidak semua daerah yang dapat langsung melaksanakan program tersebut, termasuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Adapun masalah yang sedang dihadapi oleh pemerintah daerah adalah belum turunnya petunjuk teknis pelaksanaan program. Sehingga pemerintah masih sangat sulit untuk menyesuaikan anggaran. Karena dengan perbedaan wilayah, akan menghadapi tantangan perbedaan bahan pokok pangan.

    Program yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia ini menurut Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, di wilayahnya memiliki tantangan tersendiri.

    "Kita sudah siap, namun kita juga harus realistis. Ada beberapa daerah yang memang aksesnya sulit. Ini yang menjadi perhatian kita," kata Akmal.

    Akmal menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba program MBG di beberapa daerah, namun untuk penerapan secara menyeluruh masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

    "Kita akan fokus pada daerah-daerah yang memang membutuhkan bantuan lebih, seperti daerah terpencil. Kita akan libatkan semua pihak, termasuk masyarakat setempat, untuk memastikan program ini berjalan lancar," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pelaksanaan Program MBG Sudah Dimulai, Pj Gubernur Kaltim Masih Pikirkan Daerah Terpencil

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 Januari 2025 pukul 21:11 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sudah memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 6 Januari 2025. Namun tidak semua daerah yang dapat langsung melaksanakan program tersebut, termasuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Adapun masalah yang sedang dihadapi oleh pemerintah daerah adalah belum turunnya petunjuk teknis pelaksanaan program. Sehingga pemerintah masih sangat sulit untuk menyesuaikan anggaran. Karena dengan perbedaan wilayah, akan menghadapi tantangan perbedaan bahan pokok pangan.

    Program yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia ini menurut Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, di wilayahnya memiliki tantangan tersendiri.

    "Kita sudah siap, namun kita juga harus realistis. Ada beberapa daerah yang memang aksesnya sulit. Ini yang menjadi perhatian kita," kata Akmal.

    Akmal menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba program MBG di beberapa daerah, namun untuk penerapan secara menyeluruh masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

    "Kita akan fokus pada daerah-daerah yang memang membutuhkan bantuan lebih, seperti daerah terpencil. Kita akan libatkan semua pihak, termasuk masyarakat setempat, untuk memastikan program ini berjalan lancar," tukasnya.

    (Sf/Rs)