Seputar Kaltim

    Pelabuhan Kenyamukan Ditarget Mulai Dikerjakan Akhir September, Pagu Anggaran Rp144 Miliar

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    17 September 2026 pukul 12:38 WITA

    Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kutai Timur (Kutim) segera masuk tahap pelaksanaan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menargetkan penandatanganan kontrak pembangunan dilakukan pada akhir September 2026.

    Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan calon penyedia yang telah dinyatakan menang dalam proses pengadaan barang dan jasa sudah melalui tahapan review.

    “Insyaallah kalau tidak ada halangan, akhir September 2026 ini kami akan melaksanakan penandatanganan kontrak untuk pekerjaan tersebut,” kata Masrianto.

    Pembangunan pelabuhan tersebut menggunakan skema multi years untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Pagu yang disiapkan sekitar Rp144 miliar.

    Masrianto mengatakan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan ditargetkan selesai hingga bisa digunakan pada awal 2028. “Pelabuhan ini kita targetkan sudah akan beroperasi di 2028 awal nanti,” ujarnya.

    Pelabuhan Kenyamukan sendiri masuk dalam 50 program prioritas pemerintah daerah dan ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis daerah. Karena itu, pelaksanaannya menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan Dishub Kutim sesuai target yang telah ditentukan.

    Menurut Masrianto, keberadaan pelabuhan tersebut nantinya diharapkan membantu memperbaiki konektivitas laut di Kutim, khususnya menuju wilayah kepulauan.

    Tidak hanya soal akses, pengoperasian pelabuhan juga diharapkan dapat membantu menekan perbedaan harga kebutuhan antara wilayah kepulauan dan daerah lainnya.

    “Kalau ini bisa beroperasi, disparitas harga yang ada di kepulauan dengan daerah lain ini bisa lebih terurai dan menekan harga yang sudah ada,” jelasnya.

    Masrianto menjelaskan Pelabuhan Kenyamukan telah dilimpahkan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutim dari Kementerian Perhubungan. Dengan demikian, pembangunan dan pengembangan pelabuhan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

    Saat ini, proses pengadaan sudah menghasilkan pemenang dan tahapan review terhadap calon penyedia telah selesai. Setelah kontrak ditandatangani, pekerjaan pembangunan akan berjalan dalam skema multi years 2026-2027.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pelabuhan Kenyamukan Ditarget Mulai Dikerjakan Akhir September, Pagu Anggaran Rp144 Miliar

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    17 September 2026 pukul 12:38 WITA

    Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kutai Timur (Kutim) segera masuk tahap pelaksanaan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menargetkan penandatanganan kontrak pembangunan dilakukan pada akhir September 2026.

    Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan calon penyedia yang telah dinyatakan menang dalam proses pengadaan barang dan jasa sudah melalui tahapan review.

    “Insyaallah kalau tidak ada halangan, akhir September 2026 ini kami akan melaksanakan penandatanganan kontrak untuk pekerjaan tersebut,” kata Masrianto.

    Pembangunan pelabuhan tersebut menggunakan skema multi years untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Pagu yang disiapkan sekitar Rp144 miliar.

    Masrianto mengatakan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan ditargetkan selesai hingga bisa digunakan pada awal 2028. “Pelabuhan ini kita targetkan sudah akan beroperasi di 2028 awal nanti,” ujarnya.

    Pelabuhan Kenyamukan sendiri masuk dalam 50 program prioritas pemerintah daerah dan ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis daerah. Karena itu, pelaksanaannya menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan Dishub Kutim sesuai target yang telah ditentukan.

    Menurut Masrianto, keberadaan pelabuhan tersebut nantinya diharapkan membantu memperbaiki konektivitas laut di Kutim, khususnya menuju wilayah kepulauan.

    Tidak hanya soal akses, pengoperasian pelabuhan juga diharapkan dapat membantu menekan perbedaan harga kebutuhan antara wilayah kepulauan dan daerah lainnya.

    “Kalau ini bisa beroperasi, disparitas harga yang ada di kepulauan dengan daerah lain ini bisa lebih terurai dan menekan harga yang sudah ada,” jelasnya.

    Masrianto menjelaskan Pelabuhan Kenyamukan telah dilimpahkan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutim dari Kementerian Perhubungan. Dengan demikian, pembangunan dan pengembangan pelabuhan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

    Saat ini, proses pengadaan sudah menghasilkan pemenang dan tahapan review terhadap calon penyedia telah selesai. Setelah kontrak ditandatangani, pekerjaan pembangunan akan berjalan dalam skema multi years 2026-2027.

    (Sf/Lo)