Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka peluang pemanfaatan kawasan pelabuhan di Harapan Baru sebagai tempat pendaratan dan bongkar kapal nelayan untuk mendukung operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Harapan Baru.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pengecekan kondisi fisik dermaga.
Dishub Samarinda diminta memastikan kekuatan struktur pelabuhan apabila digunakan untuk aktivitas bongkar hasil tangkapan nelayan.
“Kalau dermaga tadi kami melakukan peninjauan karena TPI kita sudah beroperasi di Harapan Baru. Nah, kami sudah perintahkan juga kepada Dishub, khususnya di bagian yang menangani tentang kedermagaan, untuk mengecek kekuatan fisik,” ujar Andi Harun, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kawasan tersebut berpotensi difungsikan sebagai titik bongkar kapal nelayan agar distribusi hasil tangkapan menuju TPI Harapan Baru maupun cold storage tidak perlu menempuh jarak lebih jauh dari Selili atau lokasi lainnya.
Namun, Andi menegaskan fungsi kawasan tersebut bukan sebagai tempat penjualan ikan. Aktivitas perdagangan tetap diarahkan ke TPI Harapan Baru yang berada di seberang kawasan pelabuhan.
“Cuma tempat bongkar aja supaya enggak terlalu jauh mengambil dari Selili atau dari tempat lain untuk masukkan ikan ke TPI Harapan Baru atau ke cold storage kita,” jelasnya.
Ia menyebut hasil peninjauan awal menunjukkan kawasan tersebut secara kasat mata memungkinkan untuk dimanfaatkan. Karena itu, Dishub diminta menyusun perencanaan teknis sebelum fungsi dermaga tersebut direalisasikan.
Perbaikan landasan dan pengerukan juga menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan kedalaman perairan.
“Saya tadi meminta agar Dishub membuat perencanaan, karena kapasitasnya juga terbatas hanya melayani untuk TPI kita yang di Harapan Baru,” katanya.
Andi mengatakan, pemanfaatan dermaga nantinya akan disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia. Fasilitas tersebut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan TPI Harapan Baru.
Selain mendukung aktivitas nelayan, Pemkot Samarinda juga melihat kawasan Pelabuhan Harapan Baru memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Andi, kawasan tersebut dapat ditata dengan menggabungkan fungsi kepelabuhanan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk UMKM.
“Saya melihat bahwa kawasan pelabuhan kita di Harapan Baru itu sebenarnya juga barang mewah. Nah, perlu penataan, ke depan kalau keuangan kita mencukupi, pelan-pelan kita akan tata sehingga menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar situ,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan kawasan tersebut dapat memperluas titik pertumbuhan ekonomi di Samarinda, tidak hanya terpusat di kawasan tertentu.
“Karena kebetulan pas kita punya fasilitas yang bisa kita jadikan itu dan kita bisa mixing antara fungsi kepelabuhanan dengan fungsi ekonomi, UMKM dan lain sebagainya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka peluang pemanfaatan kawasan pelabuhan di Harapan Baru sebagai tempat pendaratan dan bongkar kapal nelayan untuk mendukung operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Harapan Baru.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pengecekan kondisi fisik dermaga.
Dishub Samarinda diminta memastikan kekuatan struktur pelabuhan apabila digunakan untuk aktivitas bongkar hasil tangkapan nelayan.
“Kalau dermaga tadi kami melakukan peninjauan karena TPI kita sudah beroperasi di Harapan Baru. Nah, kami sudah perintahkan juga kepada Dishub, khususnya di bagian yang menangani tentang kedermagaan, untuk mengecek kekuatan fisik,” ujar Andi Harun, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kawasan tersebut berpotensi difungsikan sebagai titik bongkar kapal nelayan agar distribusi hasil tangkapan menuju TPI Harapan Baru maupun cold storage tidak perlu menempuh jarak lebih jauh dari Selili atau lokasi lainnya.
Namun, Andi menegaskan fungsi kawasan tersebut bukan sebagai tempat penjualan ikan. Aktivitas perdagangan tetap diarahkan ke TPI Harapan Baru yang berada di seberang kawasan pelabuhan.
“Cuma tempat bongkar aja supaya enggak terlalu jauh mengambil dari Selili atau dari tempat lain untuk masukkan ikan ke TPI Harapan Baru atau ke cold storage kita,” jelasnya.
Ia menyebut hasil peninjauan awal menunjukkan kawasan tersebut secara kasat mata memungkinkan untuk dimanfaatkan. Karena itu, Dishub diminta menyusun perencanaan teknis sebelum fungsi dermaga tersebut direalisasikan.
Perbaikan landasan dan pengerukan juga menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan kedalaman perairan.
“Saya tadi meminta agar Dishub membuat perencanaan, karena kapasitasnya juga terbatas hanya melayani untuk TPI kita yang di Harapan Baru,” katanya.
Andi mengatakan, pemanfaatan dermaga nantinya akan disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia. Fasilitas tersebut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan TPI Harapan Baru.
Selain mendukung aktivitas nelayan, Pemkot Samarinda juga melihat kawasan Pelabuhan Harapan Baru memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Andi, kawasan tersebut dapat ditata dengan menggabungkan fungsi kepelabuhanan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk UMKM.
“Saya melihat bahwa kawasan pelabuhan kita di Harapan Baru itu sebenarnya juga barang mewah. Nah, perlu penataan, ke depan kalau keuangan kita mencukupi, pelan-pelan kita akan tata sehingga menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar situ,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan kawasan tersebut dapat memperluas titik pertumbuhan ekonomi di Samarinda, tidak hanya terpusat di kawasan tertentu.
“Karena kebetulan pas kita punya fasilitas yang bisa kita jadikan itu dan kita bisa mixing antara fungsi kepelabuhanan dengan fungsi ekonomi, UMKM dan lain sebagainya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)