Seputar Kaltim

    Pekerjaan Drainase Tak Rapi, Wali Kota Tegur Dinas PUPR Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    11 Januari 2025 pukul 12:07 WITA

    Penutup drainase di kawasan Jalan KS Tubun yang dinilai Andi Harun tidak rapi dan berpotensi membahayakan pengendara roda dua, Jumat (10/1/2024) petang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan teguran kepada Dinas PUPR karena hasil pekerjaan saluran drainase di kawasan Jalan Pasundan dan KS Tubun tidak rapi.

    Pengerjaan drainase di sisi kiri dari arah Jalan Pasundan ini termasuk ke dalam program pengendalian banjir dengan nilai anggaran sekitar Rp26,5 miliar. 

    Bersama jajaran pemkot, Andi Harun melakukan peninjauan lapangan terhadap program pengendalian banjir yang tengah berjalan mencakup pemeliharaan saluran air di Jalan Pasundan, KS Tubun, serta kawasan sekitar flyover Juanda, Jumat (10/1/2025) petang. 

    Andi Harun menjelaskan, program di sisi kiri Jalan Pasundan dan KS Tubun telah berjalan sepanjang 2024 dan pada 2025 ini, pekerjaan akan dilanjutkan di sisi kanan jalan dengan melakukan perbaikan drainase di Simpang Jalan Pasundan dan KS Tubun. 

    Ia menyampaikan, salah satu sisi sudah tersambung, sehingga volume genangan akan berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih terdapat genangan pada curah hujan tinggi karena pengerjaan tersebut belum selesai. 

    “Kami mencatat hasil finishing yang kurang rapi. Saya sudah meminta PUPR dan kontraktor untuk segera memperbaiki," ungkap Andi Harun usia tinjauan.

    Andi Harun melihat jarak antara jalan lama dengan jalan baru yang tidak rata, serta penggunaan penutup drainase di trotoar jalan dengan bahan besi di bahu jalan yang selisih tingginya sekitar 2-2,5 cm, sehingga berpotensi membahayakan pengendara.  

    Ia juga menegaskan kontraktor harus memastikan kualitas pekerjaan. Kabid SDA dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diinstruksikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan kontraktor.

    "Saya sudah menegur langsung pihak terkait agar segera melakukan perbaikan dan memastikan pekerjaan selesai dengan baik, meskipun itu berarti harus bekerja dua kali," ujarnya.

    Selain itu, Wali Kota juga menyoroti bukaan terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam yang dinilai tidak rapi dan meminta agar perbaikan dilakukan segera, serta memastikan pengerjaan jalan di kawasan tersebut diaspal setelah pekerjaan drainase rampung pada 2025. 

    “Kami harap masyarakat dapat bersabar. Program ini dilaksanakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran APBD. Tapi kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini secara berkelanjutan. Tahun ini, anggaran sudah tersedia untuk sisi kanan Jalan Pasundan dan KS Tubun,” tambahnya.

    Program pengendalian banjir ini menjadi salah satu prioritas Pemkot Samarinda dalam mengurangi dampak genangan di wilayah perkotaan.

    Untuk itu, Andi Harun menyampaikan apresiasi atas masukan dari masyarakat. “Kami sadar masih ada kekurangan, tapi kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas demi kenyamanan warga,” pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pekerjaan Drainase Tak Rapi, Wali Kota Tegur Dinas PUPR Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    11 Januari 2025 pukul 12:07 WITA

    Penutup drainase di kawasan Jalan KS Tubun yang dinilai Andi Harun tidak rapi dan berpotensi membahayakan pengendara roda dua, Jumat (10/1/2024) petang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan teguran kepada Dinas PUPR karena hasil pekerjaan saluran drainase di kawasan Jalan Pasundan dan KS Tubun tidak rapi.

    Pengerjaan drainase di sisi kiri dari arah Jalan Pasundan ini termasuk ke dalam program pengendalian banjir dengan nilai anggaran sekitar Rp26,5 miliar. 

    Bersama jajaran pemkot, Andi Harun melakukan peninjauan lapangan terhadap program pengendalian banjir yang tengah berjalan mencakup pemeliharaan saluran air di Jalan Pasundan, KS Tubun, serta kawasan sekitar flyover Juanda, Jumat (10/1/2025) petang. 

    Andi Harun menjelaskan, program di sisi kiri Jalan Pasundan dan KS Tubun telah berjalan sepanjang 2024 dan pada 2025 ini, pekerjaan akan dilanjutkan di sisi kanan jalan dengan melakukan perbaikan drainase di Simpang Jalan Pasundan dan KS Tubun. 

    Ia menyampaikan, salah satu sisi sudah tersambung, sehingga volume genangan akan berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih terdapat genangan pada curah hujan tinggi karena pengerjaan tersebut belum selesai. 

    “Kami mencatat hasil finishing yang kurang rapi. Saya sudah meminta PUPR dan kontraktor untuk segera memperbaiki," ungkap Andi Harun usia tinjauan.

    Andi Harun melihat jarak antara jalan lama dengan jalan baru yang tidak rata, serta penggunaan penutup drainase di trotoar jalan dengan bahan besi di bahu jalan yang selisih tingginya sekitar 2-2,5 cm, sehingga berpotensi membahayakan pengendara.  

    Ia juga menegaskan kontraktor harus memastikan kualitas pekerjaan. Kabid SDA dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diinstruksikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan kontraktor.

    "Saya sudah menegur langsung pihak terkait agar segera melakukan perbaikan dan memastikan pekerjaan selesai dengan baik, meskipun itu berarti harus bekerja dua kali," ujarnya.

    Selain itu, Wali Kota juga menyoroti bukaan terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam yang dinilai tidak rapi dan meminta agar perbaikan dilakukan segera, serta memastikan pengerjaan jalan di kawasan tersebut diaspal setelah pekerjaan drainase rampung pada 2025. 

    “Kami harap masyarakat dapat bersabar. Program ini dilaksanakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran APBD. Tapi kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini secara berkelanjutan. Tahun ini, anggaran sudah tersedia untuk sisi kanan Jalan Pasundan dan KS Tubun,” tambahnya.

    Program pengendalian banjir ini menjadi salah satu prioritas Pemkot Samarinda dalam mengurangi dampak genangan di wilayah perkotaan.

    Untuk itu, Andi Harun menyampaikan apresiasi atas masukan dari masyarakat. “Kami sadar masih ada kekurangan, tapi kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas demi kenyamanan warga,” pungkasnya. 

    (Sf/By)