Cari disini...
Seputar Kaltim
Pedagang bersama petugas Pasar Pagi Samarinda membersihkan genangan air di koridor setelah hujan disertai angin (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda – Sejumlah pedagang di Gedung Pasar Pagi, Kota Samarinda mengeluhkan tempias air hujan yang masih masuk ke area dalam bangunan saat cuaca buruk.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas jual beli dan berpotensi merugikan pedagang, terutama yang menempati lapak di bagian pinggir gedung.
Para pedagang berharap pemerintah dan pengelola pasar segera melakukan evaluasi serta penanganan agar masalah tersebut tidak terus berulang.
Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Pagi Samarinda, Ahmad, mengatakan tempias hujan masih kerap masuk hingga ke area koridor saat hujan turun disertai angin kencang. Menurutnya, air yang masuk harus segera dibersihkan agar tidak meluas dan mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung.
“Kalau tidak cepat disapu, airnya bisa sampai ke bagian tengah sini. Untung petugas cepat tanggap membersihkannya,” ujar Ahmad, Senin (15/6/2026).
Ia menilai pedagang yang berjualan di bagian pinggir bangunan menjadi pihak yang paling terdampak. Sementara pedagang yang berada di area lebih dalam relatif lebih aman dari tempias air hujan.
“Kasihan pedagang yang di pinggir-pinggir jalan sini karena mereka yang paling merasakan dampaknya. Kalau yang di dalam masih lebih mending karena tidak terlalu terkena tempias,” ungkapnya.
Ahmad berharap persoalan tersebut dapat segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Menurutnya, kenyamanan pedagang dan pembeli perlu menjadi prioritas agar aktivitas perdagangan di Pasar Pagi dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi di lantai atas gedung yang disebut memiliki tingkat paparan angin dan hujan lebih tinggi dibandingkan area lain. Menurutnya, dampak tempias hujan di beberapa titik bahkan bisa lebih parah saat curah hujan tinggi.
“Kalau di lantai enam bisa lebih parah lagi daripada yang di sini,” jelasnya.
Di lapangan, petugas pasar terlihat melakukan pembersihan terhadap air yang masuk ke area koridor saat hujan turun. Namun para pedagang berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, melainkan melalui solusi permanen agar aktivitas jual beli tetap nyaman dan aman selama musim hujan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pedagang bersama petugas Pasar Pagi Samarinda membersihkan genangan air di koridor setelah hujan disertai angin (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda – Sejumlah pedagang di Gedung Pasar Pagi, Kota Samarinda mengeluhkan tempias air hujan yang masih masuk ke area dalam bangunan saat cuaca buruk.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas jual beli dan berpotensi merugikan pedagang, terutama yang menempati lapak di bagian pinggir gedung.
Para pedagang berharap pemerintah dan pengelola pasar segera melakukan evaluasi serta penanganan agar masalah tersebut tidak terus berulang.
Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Pagi Samarinda, Ahmad, mengatakan tempias hujan masih kerap masuk hingga ke area koridor saat hujan turun disertai angin kencang. Menurutnya, air yang masuk harus segera dibersihkan agar tidak meluas dan mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung.
“Kalau tidak cepat disapu, airnya bisa sampai ke bagian tengah sini. Untung petugas cepat tanggap membersihkannya,” ujar Ahmad, Senin (15/6/2026).
Ia menilai pedagang yang berjualan di bagian pinggir bangunan menjadi pihak yang paling terdampak. Sementara pedagang yang berada di area lebih dalam relatif lebih aman dari tempias air hujan.
“Kasihan pedagang yang di pinggir-pinggir jalan sini karena mereka yang paling merasakan dampaknya. Kalau yang di dalam masih lebih mending karena tidak terlalu terkena tempias,” ungkapnya.
Ahmad berharap persoalan tersebut dapat segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Menurutnya, kenyamanan pedagang dan pembeli perlu menjadi prioritas agar aktivitas perdagangan di Pasar Pagi dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi di lantai atas gedung yang disebut memiliki tingkat paparan angin dan hujan lebih tinggi dibandingkan area lain. Menurutnya, dampak tempias hujan di beberapa titik bahkan bisa lebih parah saat curah hujan tinggi.
“Kalau di lantai enam bisa lebih parah lagi daripada yang di sini,” jelasnya.
Di lapangan, petugas pasar terlihat melakukan pembersihan terhadap air yang masuk ke area koridor saat hujan turun. Namun para pedagang berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, melainkan melalui solusi permanen agar aktivitas jual beli tetap nyaman dan aman selama musim hujan.
(Sf/Rs)