Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjual Jagung manis di jalur Tenggarong - Samarinda. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Permintaan akan jagung meningkat tajam saat perayaan malam pergantian tahun baru 2024/2025.
Sejumlah penjual jagung di Tenggarong dan sekitarnya pun kebanjiran pembeli.
Seorang pedagang di Tenggarong, Lina mengatakan sejak 30 Desember 2024 menjual jagung manis yang merupakan hasil panen dari kebun sendiri.
Ia menyediakan sekitar 14 sampai 20 karung jagung manis dan satu ikat jagung yang berisikan 10 biji dijual seharga Rp30 ribu dan Rp35 ribu.
Hasilnya, seluruh dagangan biasanya habis terjual sebelum malam.
"Kemarin ada 20 karung jagung yang saya bawa, sudah habis di borong orang, hari ini sisanya 14 karung. Kalau omset Rp6 juta sampai Rp8 jutaan lebih, Alhamdulillah pembeli juga ramai," kata Lina, Rabu (1/1/2024).
Ia berjualan sejak pukul 10.00 WITA hingga sore hari.
Dirinya juga mengaku menanam jagung setiap bulan Oktober untuk persiapan musim panen menjelang tahun baru.
Ia menilai lokasi tersebut memang sangat strategis untuk berjualan dan menarik banyak pembeli. "Alhamdulillah pembeli ramai, saya harap hari ini jagungnya bisa habis terjual," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjual Jagung manis di jalur Tenggarong - Samarinda. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Permintaan akan jagung meningkat tajam saat perayaan malam pergantian tahun baru 2024/2025.
Sejumlah penjual jagung di Tenggarong dan sekitarnya pun kebanjiran pembeli.
Seorang pedagang di Tenggarong, Lina mengatakan sejak 30 Desember 2024 menjual jagung manis yang merupakan hasil panen dari kebun sendiri.
Ia menyediakan sekitar 14 sampai 20 karung jagung manis dan satu ikat jagung yang berisikan 10 biji dijual seharga Rp30 ribu dan Rp35 ribu.
Hasilnya, seluruh dagangan biasanya habis terjual sebelum malam.
"Kemarin ada 20 karung jagung yang saya bawa, sudah habis di borong orang, hari ini sisanya 14 karung. Kalau omset Rp6 juta sampai Rp8 jutaan lebih, Alhamdulillah pembeli juga ramai," kata Lina, Rabu (1/1/2024).
Ia berjualan sejak pukul 10.00 WITA hingga sore hari.
Dirinya juga mengaku menanam jagung setiap bulan Oktober untuk persiapan musim panen menjelang tahun baru.
Ia menilai lokasi tersebut memang sangat strategis untuk berjualan dan menarik banyak pembeli. "Alhamdulillah pembeli ramai, saya harap hari ini jagungnya bisa habis terjual," tutupnya.
(Sf/By)