Seputar Kaltim

    Pedagang di Tenggarong Prediksi Ada Penurunan 'Cuan' Tahunan dari Jualan Kembang Api

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2025 pukul 08:20 WITA

    Pedagang terompet dan kembang api di Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sejumlah pedagang terompet dan kembang api di Kecamatan Tenggarong memprediksi, keuntungan dari 'cuan' rutin tahun ini bakal turun. Meski begitu, mereka tetap menjajakan jualannya menjelang pergantian tahun 2025/2026. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang untuk tetap meraup laba.

    Diketahui, menyalakan terompet dan kembang api menjadi salah satu tradisi masyarakat yang dilakukan ketika menjelang detik-detik pergantian tahun.

    Salah satu pedagang terompet di Jalan Danau Aji, Dian mengatakan bahwa telah berjualan sejak satu pekan lalu.

    "Saya sudah berjualan sejak (awal) Desember lalu. Sampai dengan saat ini pendapatan dari jualan terompet dan kembang api cukup banyak, tapi tidak seperti tahun lalu bisa mencapai puluhan juta,” kata Dian Minggu (14/12/2025).

    Ia mengungkapkan, terompet dan kembang api yang dijual berasal dari Kota Samarinda, berbagai macam kembang api dan terompet ini biasanya ramai pembeli satu hari menjelang natal dan tahun baru. Kebanyakan yang membeli adalah anak-anak hingga orang dewasa.

    Kata dia, untuk harga yang dijual bervariasi mulai dari Rp10 sampai Rp25 ribu untuk terompet, kemudian, kembang api dari Rp20 sampai ratusan ribu. 

    "Kami berharap mendekati tahun baru yang tinggal beberapa hari lagi, jualan bisa laku dan banyak pembeli. Sehingga kami memperoleh keuntungan, mengingat momen natal dan tahun baru hanya setahun sekali,” harapnya.

    Dalam sehari, Dian dapat menghasilkan Rp200-300 ribu. Namun Ia menilai di tahun ini sepertinya terjadi penurunan penjualan

    “Berjualan kembang api dan terompet ini usaha sampingan. Kalau usaha pokok saya berjualan jam," tutupnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pedagang di Tenggarong Prediksi Ada Penurunan 'Cuan' Tahunan dari Jualan Kembang Api

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2025 pukul 08:20 WITA

    Pedagang terompet dan kembang api di Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sejumlah pedagang terompet dan kembang api di Kecamatan Tenggarong memprediksi, keuntungan dari 'cuan' rutin tahun ini bakal turun. Meski begitu, mereka tetap menjajakan jualannya menjelang pergantian tahun 2025/2026. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang untuk tetap meraup laba.

    Diketahui, menyalakan terompet dan kembang api menjadi salah satu tradisi masyarakat yang dilakukan ketika menjelang detik-detik pergantian tahun.

    Salah satu pedagang terompet di Jalan Danau Aji, Dian mengatakan bahwa telah berjualan sejak satu pekan lalu.

    "Saya sudah berjualan sejak (awal) Desember lalu. Sampai dengan saat ini pendapatan dari jualan terompet dan kembang api cukup banyak, tapi tidak seperti tahun lalu bisa mencapai puluhan juta,” kata Dian Minggu (14/12/2025).

    Ia mengungkapkan, terompet dan kembang api yang dijual berasal dari Kota Samarinda, berbagai macam kembang api dan terompet ini biasanya ramai pembeli satu hari menjelang natal dan tahun baru. Kebanyakan yang membeli adalah anak-anak hingga orang dewasa.

    Kata dia, untuk harga yang dijual bervariasi mulai dari Rp10 sampai Rp25 ribu untuk terompet, kemudian, kembang api dari Rp20 sampai ratusan ribu. 

    "Kami berharap mendekati tahun baru yang tinggal beberapa hari lagi, jualan bisa laku dan banyak pembeli. Sehingga kami memperoleh keuntungan, mengingat momen natal dan tahun baru hanya setahun sekali,” harapnya.

    Dalam sehari, Dian dapat menghasilkan Rp200-300 ribu. Namun Ia menilai di tahun ini sepertinya terjadi penurunan penjualan

    “Berjualan kembang api dan terompet ini usaha sampingan. Kalau usaha pokok saya berjualan jam," tutupnya. 

    (Sf/Rs)