Seputar Kaltim

    PDIP Tetap Dukung Isran-Hadi, Meski Belum Dapat Rekomendasi DPP

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    27 Juli 2024 pukul 17:01 WITA

    Isran Noor mendapatkan dukungan penuh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kaltim di Pilkada 2024 ini. (Foto: kolase seputarfakta.com)

    Samarinda - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum secara resmi menentukan arah dukungannya kepada bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024. 

    Akan tetapi, Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin memberikan sikap tegas dukungan yang mengarah kepada Isran Noor-Hadi Mulyadi. Menurutnya dengan dukungan ini akan menghentikan siasat kotak kosong yang dilakukan Rudy Mas'ud dan Seno Aji.

    Rudy Mas'ud dan Seno Aji sendiri sudah mengumpulkan dukungan sebanyak 44 kursi partai di DPRD Kaltim. Seperti Partai Golkar (15 kursi), Partai Gerindra (10 kursi), PKB (6 kursi), PAN (4 kursi), PKS (4 kursi), Nasdem (3 kursi) dan baru-baru ini PPP (2 kursi). 

    Kesempatan Isran Noor dan Hadi Mulyadi kini ada di tangan PDIP dan Demokrat. Sikap tegas yang diberikan Safaruddin ini bisa memberikan perlawanan dan memberikan masyarakat Kaltim pilihan nyata di Pilkada.

    "Sikap saya dari ketua DPD mendukung Isran Noor. Karena begini sebetulnya Pak Rudy itu kan (dengan partai Golkar) 15 kursi sudah lebih dari persyaratan, cuma kelihatan Pak Rudi (ingin) mengejar kotak kosong, dengan pertimbangan ini kita suguhkan ke masyarakat Kaltim ada dua pilihan," ujar Safaruddin dihubungi di Samarinda, Sabtu (27/7/2024).

    Menilik dari kontestasi Pilkada Kaltim 2018 ada empat calon, Safaruddin juga ingin terjadi pada Pilkada 2024 terjadi persaingan antar calon.

    Menurutnya dengan lebih dari satu pilihan, akan menciptakan suasana yang demokratis dalam pemilihan calon pemimpin daerah ini.

    "Walaupun (kotak kosong) dibolehkan Undang-Undang, tapi kan tidak kelihatan demokratis, (kalau) ada dua calon silahkan masyarakat kaltim memilih, lawan kotak kosong kan jelas bukan orang, apakah ke Pak Rudi atau Pak Isran Noor, artinya demokrasi itu lebih hidup, ini motif saya mendukung Pak Isran Noor," papar Safaruddin yang mengakhiri bincangnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    PDIP Tetap Dukung Isran-Hadi, Meski Belum Dapat Rekomendasi DPP

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    27 Juli 2024 pukul 17:01 WITA

    Isran Noor mendapatkan dukungan penuh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kaltim di Pilkada 2024 ini. (Foto: kolase seputarfakta.com)

    Samarinda - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum secara resmi menentukan arah dukungannya kepada bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024. 

    Akan tetapi, Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin memberikan sikap tegas dukungan yang mengarah kepada Isran Noor-Hadi Mulyadi. Menurutnya dengan dukungan ini akan menghentikan siasat kotak kosong yang dilakukan Rudy Mas'ud dan Seno Aji.

    Rudy Mas'ud dan Seno Aji sendiri sudah mengumpulkan dukungan sebanyak 44 kursi partai di DPRD Kaltim. Seperti Partai Golkar (15 kursi), Partai Gerindra (10 kursi), PKB (6 kursi), PAN (4 kursi), PKS (4 kursi), Nasdem (3 kursi) dan baru-baru ini PPP (2 kursi). 

    Kesempatan Isran Noor dan Hadi Mulyadi kini ada di tangan PDIP dan Demokrat. Sikap tegas yang diberikan Safaruddin ini bisa memberikan perlawanan dan memberikan masyarakat Kaltim pilihan nyata di Pilkada.

    "Sikap saya dari ketua DPD mendukung Isran Noor. Karena begini sebetulnya Pak Rudy itu kan (dengan partai Golkar) 15 kursi sudah lebih dari persyaratan, cuma kelihatan Pak Rudi (ingin) mengejar kotak kosong, dengan pertimbangan ini kita suguhkan ke masyarakat Kaltim ada dua pilihan," ujar Safaruddin dihubungi di Samarinda, Sabtu (27/7/2024).

    Menilik dari kontestasi Pilkada Kaltim 2018 ada empat calon, Safaruddin juga ingin terjadi pada Pilkada 2024 terjadi persaingan antar calon.

    Menurutnya dengan lebih dari satu pilihan, akan menciptakan suasana yang demokratis dalam pemilihan calon pemimpin daerah ini.

    "Walaupun (kotak kosong) dibolehkan Undang-Undang, tapi kan tidak kelihatan demokratis, (kalau) ada dua calon silahkan masyarakat kaltim memilih, lawan kotak kosong kan jelas bukan orang, apakah ke Pak Rudi atau Pak Isran Noor, artinya demokrasi itu lebih hidup, ini motif saya mendukung Pak Isran Noor," papar Safaruddin yang mengakhiri bincangnya.

    (Sf/By)