Seputar Kaltim

    Pawai Ta’aruf Pembukaan MTQ Nasional ke XXX, Diikuti 26 Provinsi dan 10 Kabupaten/kota

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 September 2024 pukul 14:19 WITA

    Penjabat Gubernur saat menerima cendera mata dari kafilah di pawai Ta’aruf dalam rangka MTQ Nasional ke-XXX. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengungkapkan pawai ta'aruf dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XXX di provinsi tersebut pada Sabtu (7/9/2024) pagi tadi berjalan lancar. 

    "Alhamdulillah pagi ini kita memulai rangkaian acara MTQ ke-XXX di Kaltim, alhamdulillah kita sudah mulai dengan pawai taaruf diikuti hampir 26 provinsi dan 10 kabupaten/kota," ujar Akmal Malik.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten/kota se-Kaltim yang telah berpartisipasi aktif dalam acara pembuka tersebut. 

    "Kami berterima kasih kepada 10 kabupaten/kota yang sudah turut menjalankan acara ini dengan lancar dan berbahagia. Nanti penilaiannya dilakukan oleh LPTQ Nasional," tambahnya.

    Akmal Malik berharap kesuksesan awal ini akan menjadi pertanda baik bagi keseluruhan rangkaian acara MTQ Nasional ke-XXX di Kaltim. "Memang suksesnya rangkaian acara bergantung dari awalnya, kalau awalnya sukses Insya Allah akhirnya sukses juga," tegasnya.

    Lebih lanjut, Akmal Malik juga menyampaikan harapannya agar ajang MTQ ini tidak hanya menjadi ajang syiar agama dan mempererat ukhuwah islamiyah, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

    "Target untuk kontingen Kaltim adalah syiar agamanya, ukhuwah dan pengembangan ekonomi. Bagi seluruh kafilah yang datang kesini kalau pulang jangan disisakan uangnya," ajaknya.

    Ia juga menekankan pentingnya momentum MTQ ini sebagai ajang pembelajaran bagi Kalimantan Timur dalam menyelenggarakan event nasional bahkan internasional. 

    "Kita harap ini pelajaran bagi Kaltim untuk menjalankan event nasional dan internasional. Karena jadi penyangga utama IKN jadi kita harus belajar," pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pawai Ta’aruf Pembukaan MTQ Nasional ke XXX, Diikuti 26 Provinsi dan 10 Kabupaten/kota

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 September 2024 pukul 14:19 WITA

    Penjabat Gubernur saat menerima cendera mata dari kafilah di pawai Ta’aruf dalam rangka MTQ Nasional ke-XXX. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengungkapkan pawai ta'aruf dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XXX di provinsi tersebut pada Sabtu (7/9/2024) pagi tadi berjalan lancar. 

    "Alhamdulillah pagi ini kita memulai rangkaian acara MTQ ke-XXX di Kaltim, alhamdulillah kita sudah mulai dengan pawai taaruf diikuti hampir 26 provinsi dan 10 kabupaten/kota," ujar Akmal Malik.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten/kota se-Kaltim yang telah berpartisipasi aktif dalam acara pembuka tersebut. 

    "Kami berterima kasih kepada 10 kabupaten/kota yang sudah turut menjalankan acara ini dengan lancar dan berbahagia. Nanti penilaiannya dilakukan oleh LPTQ Nasional," tambahnya.

    Akmal Malik berharap kesuksesan awal ini akan menjadi pertanda baik bagi keseluruhan rangkaian acara MTQ Nasional ke-XXX di Kaltim. "Memang suksesnya rangkaian acara bergantung dari awalnya, kalau awalnya sukses Insya Allah akhirnya sukses juga," tegasnya.

    Lebih lanjut, Akmal Malik juga menyampaikan harapannya agar ajang MTQ ini tidak hanya menjadi ajang syiar agama dan mempererat ukhuwah islamiyah, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

    "Target untuk kontingen Kaltim adalah syiar agamanya, ukhuwah dan pengembangan ekonomi. Bagi seluruh kafilah yang datang kesini kalau pulang jangan disisakan uangnya," ajaknya.

    Ia juga menekankan pentingnya momentum MTQ ini sebagai ajang pembelajaran bagi Kalimantan Timur dalam menyelenggarakan event nasional bahkan internasional. 

    "Kita harap ini pelajaran bagi Kaltim untuk menjalankan event nasional dan internasional. Karena jadi penyangga utama IKN jadi kita harus belajar," pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)