Cari disini...
Seputar Kaltim
Aksi dari perguruan merpati saat memamerkan atraksinya pada Pawai Pembagunan dan Budaya di Kota Raja, Tenggarong. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Ribuan penonton tumpah ruah menyaksikan pegelaran Pawai Pembangunan dan Budaya diselenggarakan di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (19/8/2023).
Pawai pembangunan dan budaya tersebut dimulai pada pukul 08.15 WITA dan berakhir puku 16.44 WITA yang diikuti 150 peserta.
Para peserta menampilkan kesenian serta atraksi di depan Bupati Kukar Edi Damansyah, Wakil Bupati Rendi Solihin, Sekda Kukar Sunggono, Dandim 0906 Letnan Kolonel Inf Jeffry Satria yang duduk di panggung penghormatan.
Peserta berasal dari organisasi masyarakat, komunitas, paguyuban, OPD, sekolah dan kecamatan-kecamatan se-Kukar.
Pawai ini juga merupakan rangkaian kegiatan Peringatan HUT Republik Indonesia (RI) ke-78 tahun pada 17 Agustus 2023 lalu.
Edi Damansyah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam pawai pembangunan HUT RI ke-78.
Pihaknya juga memamerkan senjata Kodim 0906/KKR, sehingga jika peserta pawai sudah melalui finish bisa langsung berfoto di standboth yang sudah disiapkan.
"Kita juga memamerkan beberapa peralatan. Jadi tadi peserta pawai setelah masuk finish langsung bisa foto-foto standboth senjata Kodim 0906," kata Edi pada Sabtu (19/8/2023) .
Ia menyebut dengan semangat peringatan HUT RI, masyarakat terus meningkatkan kebersamaan untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia yang di cintai.
"Dalam momentum ini, terus bangun kebersamaan semangat untuk bekerja keras, berkarya untuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, kita pelihara keragaman," ungkapnya.
Ada beberapa atraksi membahayakan juga ditampilkan peserta pawai dari perguruan silat di Kukar, mulai dari membengkokkan besi dengan perut hingga membelah semen menggunakan kepala.
Edi mengapresiasi paguyuban yang ikut mensupport pawai tersebut. "Kaitan dengan budaya nusantara yang ada di kukar maupun budaya asli yang ada di tanah Kutai semoga terpelihara dengan baik," ucapnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Aksi dari perguruan merpati saat memamerkan atraksinya pada Pawai Pembagunan dan Budaya di Kota Raja, Tenggarong. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).
Tenggarong - Ribuan penonton tumpah ruah menyaksikan pegelaran Pawai Pembangunan dan Budaya diselenggarakan di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (19/8/2023).
Pawai pembangunan dan budaya tersebut dimulai pada pukul 08.15 WITA dan berakhir puku 16.44 WITA yang diikuti 150 peserta.
Para peserta menampilkan kesenian serta atraksi di depan Bupati Kukar Edi Damansyah, Wakil Bupati Rendi Solihin, Sekda Kukar Sunggono, Dandim 0906 Letnan Kolonel Inf Jeffry Satria yang duduk di panggung penghormatan.
Peserta berasal dari organisasi masyarakat, komunitas, paguyuban, OPD, sekolah dan kecamatan-kecamatan se-Kukar.
Pawai ini juga merupakan rangkaian kegiatan Peringatan HUT Republik Indonesia (RI) ke-78 tahun pada 17 Agustus 2023 lalu.
Edi Damansyah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam pawai pembangunan HUT RI ke-78.
Pihaknya juga memamerkan senjata Kodim 0906/KKR, sehingga jika peserta pawai sudah melalui finish bisa langsung berfoto di standboth yang sudah disiapkan.
"Kita juga memamerkan beberapa peralatan. Jadi tadi peserta pawai setelah masuk finish langsung bisa foto-foto standboth senjata Kodim 0906," kata Edi pada Sabtu (19/8/2023) .
Ia menyebut dengan semangat peringatan HUT RI, masyarakat terus meningkatkan kebersamaan untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia yang di cintai.
"Dalam momentum ini, terus bangun kebersamaan semangat untuk bekerja keras, berkarya untuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, kita pelihara keragaman," ungkapnya.
Ada beberapa atraksi membahayakan juga ditampilkan peserta pawai dari perguruan silat di Kukar, mulai dari membengkokkan besi dengan perut hingga membelah semen menggunakan kepala.
Edi mengapresiasi paguyuban yang ikut mensupport pawai tersebut. "Kaitan dengan budaya nusantara yang ada di kukar maupun budaya asli yang ada di tanah Kutai semoga terpelihara dengan baik," ucapnya.
(Sf/By)