Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengendara saat mengisi BBM di SPBU Nipah-Nipah (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan akan meningkat, terutama menjelang momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Meningkatnya kebutuhan BBM dikarenakan tingginya mobilitas masyarakat, mengingat momen nataru kerap dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk mudik.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mencanangkan skema pergeseran pasokan dari daerah lain guna memastikan ketersediaan BBM tetap aman menjelang nataru.
“Kalau stok BBM kita kekurangan atau habis, maka solusinya dilakukan pergeseran jatah BBM antar SPBU dari kabupaten/kota hingga provinsi,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin, Senin (1/12/2025).
Ia menyatakan PPU tidak bisa menambah kuota BBM karena telah ditetapkan sebelumnya, sehingga pergeseran pasokan yang didatangkan dari daerah lain menjadi satu-satunya solusi mengatasi potensi kekurangan saat stok mulai menipis.
Pertamina menetapkan kuota BBM bersubsidi untuk PPU pada 2025 sebanyak 9.397 Kiloliter (KL) solar dan 33.188 KL pertalite.
“Jatah BBM kita pada tahun ini sudah ditentukan pada tahun sebelumnya, sehingga penambahan kuota itu tidak bisa lagi kecuali pergeseran,” terangnya.
Sodikin menyampaikan Pemkab PPU akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina bila stok BBM mulai menipis.
Melalui koordinasi dengan Pertamina, ketersediaan BBM di PPU ketika menjelang nataru diharapkan tetap berjalan aman.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengendara saat mengisi BBM di SPBU Nipah-Nipah (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan akan meningkat, terutama menjelang momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Meningkatnya kebutuhan BBM dikarenakan tingginya mobilitas masyarakat, mengingat momen nataru kerap dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk mudik.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mencanangkan skema pergeseran pasokan dari daerah lain guna memastikan ketersediaan BBM tetap aman menjelang nataru.
“Kalau stok BBM kita kekurangan atau habis, maka solusinya dilakukan pergeseran jatah BBM antar SPBU dari kabupaten/kota hingga provinsi,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin, Senin (1/12/2025).
Ia menyatakan PPU tidak bisa menambah kuota BBM karena telah ditetapkan sebelumnya, sehingga pergeseran pasokan yang didatangkan dari daerah lain menjadi satu-satunya solusi mengatasi potensi kekurangan saat stok mulai menipis.
Pertamina menetapkan kuota BBM bersubsidi untuk PPU pada 2025 sebanyak 9.397 Kiloliter (KL) solar dan 33.188 KL pertalite.
“Jatah BBM kita pada tahun ini sudah ditentukan pada tahun sebelumnya, sehingga penambahan kuota itu tidak bisa lagi kecuali pergeseran,” terangnya.
Sodikin menyampaikan Pemkab PPU akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina bila stok BBM mulai menipis.
Melalui koordinasi dengan Pertamina, ketersediaan BBM di PPU ketika menjelang nataru diharapkan tetap berjalan aman.
(Sf/Lo)