Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan anak yang berusia sekolah namun belum bersekolah. Imbauan ini dilakukan guna memastikan setiap anak di Kutim mendapatkan hak pendidikannya dan tidak ada lagi Anak Tidak Sekolah (ATS).
Menurut Bupati, seharusnya Kutim tidak lagi memiliki anak tidak sekolah. Pemerintah daerah sejak 2012 sudah menjalankan program 20% anggaran pendidikan, ditambah berbagai program lain untuk mendukung pendidikan anak-anak.
“Bagi masyarakat yang mengetahui ada tetangga atau anak usia sekolah yang tidak bersekolah, segera laporkan ke Dinas Pendidikan. Laporkan apa permasalahannya. Pemerintah siap membantu,” ujar Ardiansyah.
Pemerintah juga sudah melakukan verifikasi dan validasi data ATS. Awalnya, data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) menunjukkan 13.000 anak tidak sekolah. Setelah divalidasi, jumlah ini turun menjadi 9.000 anak.
Bupati Ardiansyah menekankan data yang akurat sangat penting. Ia berharap angka ATS yang tercatat ini segera menurun dan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
“Pemerintah sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Namun, peran masyarakat tetap dibutuhkan agar semua anak bisa bersekolah,” katanya.
Program pendidikan di Kutim yang didukung 20% anggaran APBD dan berbagai program lain diharapkan bisa membantu semua anak mendapat pendidikan. Bupati meminta masyarakat ikut memantau dan melaporkan jika ada anak yang tidak sekolah.
Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, Pemkab Kutim berharap semua anak usia sekolah mendapatkan pendidikan yang layak.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan anak yang berusia sekolah namun belum bersekolah. Imbauan ini dilakukan guna memastikan setiap anak di Kutim mendapatkan hak pendidikannya dan tidak ada lagi Anak Tidak Sekolah (ATS).
Menurut Bupati, seharusnya Kutim tidak lagi memiliki anak tidak sekolah. Pemerintah daerah sejak 2012 sudah menjalankan program 20% anggaran pendidikan, ditambah berbagai program lain untuk mendukung pendidikan anak-anak.
“Bagi masyarakat yang mengetahui ada tetangga atau anak usia sekolah yang tidak bersekolah, segera laporkan ke Dinas Pendidikan. Laporkan apa permasalahannya. Pemerintah siap membantu,” ujar Ardiansyah.
Pemerintah juga sudah melakukan verifikasi dan validasi data ATS. Awalnya, data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) menunjukkan 13.000 anak tidak sekolah. Setelah divalidasi, jumlah ini turun menjadi 9.000 anak.
Bupati Ardiansyah menekankan data yang akurat sangat penting. Ia berharap angka ATS yang tercatat ini segera menurun dan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
“Pemerintah sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Namun, peran masyarakat tetap dibutuhkan agar semua anak bisa bersekolah,” katanya.
Program pendidikan di Kutim yang didukung 20% anggaran APBD dan berbagai program lain diharapkan bisa membantu semua anak mendapat pendidikan. Bupati meminta masyarakat ikut memantau dan melaporkan jika ada anak yang tidak sekolah.
Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, Pemkab Kutim berharap semua anak usia sekolah mendapatkan pendidikan yang layak.
(Sf/Rs)