Seputar Kaltim

    Pastikan Pemilu 2024 Aman, Polisi Atur Siasat dan Gelar Simulasi Pengamanan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rudianto
    07 September 2023 pukul 16:53 WITA

    Simulasi atau peragaan sistem pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka operasi mantab Brata pengamanan Pemilu 2024 di Lapangan Eks. Bandara Temindung. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebagai sebuah hajatan akbar 5 tahunan, Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 mendatang, dipersiapkan dengan sangat matang. Hal ini, tak terkecuali dari sisi keamanannya. Dalam sebuah kontestasi politik, potensi gangguan keamanan bisa datang dari mana saja. Untuk itu Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim), melakukan antisipasi. Polisi, sudah menginventarisasi potensi gangguan baik dari sisi Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu, masyarakat pemilih hingga faktor keamanan geografis. 

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto menuturkan, secara khusus Polda Kaltim menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) dan kegiataan peragaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) selama dua hari yakni pada 6 dan 7 September 2023, di Lapangan Eks. Bandara Temindung, Samarinda.

    Kapolda membeber, ada 16 adegan yang diperagakan sebagai simulasi. Dimulai dari pelaksanaan kampanye, adanya pengaturan lalu lintas agar keamanan dan ketertiban masyarakat dalam kondisi aman dan kondusif. Dilanjutkan dengan pratoli skala besar dan pengamanan terhadap masa kampanye.

    Polisi melakukan pengawalan VIP dan memberikan imbauan terhadap masa kampanye. Apabila terjadi kericuhan dengan pelemparan. Kemudian patroli gabungan dari yang bersenjata hingga berkendara melakukan pengamanan.

    Ketika kericuhan pada saat pemungutan suara, polisi ada yang bertugas melakukan pengamanan di TPS. Dan adanya penolakan atas rekapitulasi hitung suara di TPS. Maka, Polisi siap siaga atas beberapa situasi. Yakni, Situasi hijau dengan pengamanan kantor Bawaslu, negosiator dan Dalmas Awal.

    Situasi kuning, dimana adanya pernyataan Bawaslu, Dalmas awal dan Dalmas lanjut. Apabila pengamanan pemilu dihadapkan dengan situasi merah maka Polda akan menurunkan Penanggulanagan Huru Hara (PHH) dari Brimob.

    Adapun dari Gegana Brimob sudah menyiapkan anggota untuk mengamankan dari adanya aksi terorisme dan TKP Bom. Terakhir ketika adanya carut marut dalam pelaksanaan Pemilu, terjadinya rekonsiliasi dan rehabilitasi.

    Kapolda mengatakan, ia sudah menyiapkan simulasi tersebut supaya tidak terjadi kelengahan pada saat melakukan antisipasi pengamanan. "Kami akan mengoptimalkan seluruh personel dan sarana prasarana yang ada dalam mendukung operasi mantap Praja Teratai 2024," jelas Kapolda. 

    (Sf/Rs)

     

    Seputar Kaltim

    Pastikan Pemilu 2024 Aman, Polisi Atur Siasat dan Gelar Simulasi Pengamanan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rudianto
    07 September 2023 pukul 16:53 WITA

    Simulasi atau peragaan sistem pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka operasi mantab Brata pengamanan Pemilu 2024 di Lapangan Eks. Bandara Temindung. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebagai sebuah hajatan akbar 5 tahunan, Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 mendatang, dipersiapkan dengan sangat matang. Hal ini, tak terkecuali dari sisi keamanannya. Dalam sebuah kontestasi politik, potensi gangguan keamanan bisa datang dari mana saja. Untuk itu Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim), melakukan antisipasi. Polisi, sudah menginventarisasi potensi gangguan baik dari sisi Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu, masyarakat pemilih hingga faktor keamanan geografis. 

    Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto menuturkan, secara khusus Polda Kaltim menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) dan kegiataan peragaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) selama dua hari yakni pada 6 dan 7 September 2023, di Lapangan Eks. Bandara Temindung, Samarinda.

    Kapolda membeber, ada 16 adegan yang diperagakan sebagai simulasi. Dimulai dari pelaksanaan kampanye, adanya pengaturan lalu lintas agar keamanan dan ketertiban masyarakat dalam kondisi aman dan kondusif. Dilanjutkan dengan pratoli skala besar dan pengamanan terhadap masa kampanye.

    Polisi melakukan pengawalan VIP dan memberikan imbauan terhadap masa kampanye. Apabila terjadi kericuhan dengan pelemparan. Kemudian patroli gabungan dari yang bersenjata hingga berkendara melakukan pengamanan.

    Ketika kericuhan pada saat pemungutan suara, polisi ada yang bertugas melakukan pengamanan di TPS. Dan adanya penolakan atas rekapitulasi hitung suara di TPS. Maka, Polisi siap siaga atas beberapa situasi. Yakni, Situasi hijau dengan pengamanan kantor Bawaslu, negosiator dan Dalmas Awal.

    Situasi kuning, dimana adanya pernyataan Bawaslu, Dalmas awal dan Dalmas lanjut. Apabila pengamanan pemilu dihadapkan dengan situasi merah maka Polda akan menurunkan Penanggulanagan Huru Hara (PHH) dari Brimob.

    Adapun dari Gegana Brimob sudah menyiapkan anggota untuk mengamankan dari adanya aksi terorisme dan TKP Bom. Terakhir ketika adanya carut marut dalam pelaksanaan Pemilu, terjadinya rekonsiliasi dan rehabilitasi.

    Kapolda mengatakan, ia sudah menyiapkan simulasi tersebut supaya tidak terjadi kelengahan pada saat melakukan antisipasi pengamanan. "Kami akan mengoptimalkan seluruh personel dan sarana prasarana yang ada dalam mendukung operasi mantap Praja Teratai 2024," jelas Kapolda. 

    (Sf/Rs)