Seputar Kaltim

    Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman, TPID Gelar Pasar Murah Selama Lima Hari

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Demi dapat harga terjangkau, masyarakat Balikpapan berbondong-bondong datang ke Pasar Murah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Perdagangan Kota Balikpapan menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat menjelang bulan Ramadan 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, bekerja sama dengan Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, Perumda, dan Pertamina Patra Niaga.

    Di mana kegiatan ini berlangsung mulai 24 hingga 28 Februari 2025. Tepatnya di halaman Aula Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. 

    Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar menjelaskan, tujuan pasar murah ini adalah untuk mengendalikan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya rumah tangga yang membutuhkan barang-barang pokok dengan harga terjangkau.

    “Kegiatan ini juga bertujuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan didukung langsung oleh pihak distributor serta pemangku kepentingan," ucap Haemusri saat ditemui awak media, Senin (24/2/2025).

    Salah satu komoditas yang disediakan dalam pasar murah ini adalah LPG 3 kg, dengan jumlah 560 tabung yang disediakan dengan harga Rp19.000 per tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Selain itu, pihaknya juga menyediakan penukaran LPG 3 kg dengan LPG 5,5 kg, yang menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat. Bahkan untuk menarik minat masyarakat, penukaran LPG ini juga dilengkapi dengan hadiah utama berupa sepeda motor yang akan diundi pada 17 Agustus 2025 mendatang.

    "Harapannya, masyarakat bisa berpartisipasi dalam menukar gas LPG-nya dan mendapatkan keuntungan dari program ini," jelas Kadisdag.

    Selain LPG, beberapa komoditas penting seperti cabai dan minyak goreng juga menjadi perhatian dalam pasar murah ini. Kenaikan harga cabai dan minyak goreng cukup signifikan, dengan harga minyak goreng naik antara Rp5.000 hingga Rp10.000, dan harga cabai yang naik hingga Rp15.000 per kilogram.

    “Di pasar saja, harga cabai bahkan mencapai Rp90.000 per kilogram,” terangnya.

    Menurut Haemusri, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan serta faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen cabai. Namun, pemerintah terus berupaya menjaga pasokan dan memastikan harga tetap stabil.

    Meskipun Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari daerah luar, pemerintah bekerja sama dengan distributor untuk menjaga ketersediaan barang.

    "Uniknya di Balikpapan, asal barangnya ada, berapa pun harganya pasti dibeli," imbuhnya.

    Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2025.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman, TPID Gelar Pasar Murah Selama Lima Hari

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Demi dapat harga terjangkau, masyarakat Balikpapan berbondong-bondong datang ke Pasar Murah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Perdagangan Kota Balikpapan menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat menjelang bulan Ramadan 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, bekerja sama dengan Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, Perumda, dan Pertamina Patra Niaga.

    Di mana kegiatan ini berlangsung mulai 24 hingga 28 Februari 2025. Tepatnya di halaman Aula Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. 

    Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar menjelaskan, tujuan pasar murah ini adalah untuk mengendalikan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya rumah tangga yang membutuhkan barang-barang pokok dengan harga terjangkau.

    “Kegiatan ini juga bertujuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan didukung langsung oleh pihak distributor serta pemangku kepentingan," ucap Haemusri saat ditemui awak media, Senin (24/2/2025).

    Salah satu komoditas yang disediakan dalam pasar murah ini adalah LPG 3 kg, dengan jumlah 560 tabung yang disediakan dengan harga Rp19.000 per tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Selain itu, pihaknya juga menyediakan penukaran LPG 3 kg dengan LPG 5,5 kg, yang menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat. Bahkan untuk menarik minat masyarakat, penukaran LPG ini juga dilengkapi dengan hadiah utama berupa sepeda motor yang akan diundi pada 17 Agustus 2025 mendatang.

    "Harapannya, masyarakat bisa berpartisipasi dalam menukar gas LPG-nya dan mendapatkan keuntungan dari program ini," jelas Kadisdag.

    Selain LPG, beberapa komoditas penting seperti cabai dan minyak goreng juga menjadi perhatian dalam pasar murah ini. Kenaikan harga cabai dan minyak goreng cukup signifikan, dengan harga minyak goreng naik antara Rp5.000 hingga Rp10.000, dan harga cabai yang naik hingga Rp15.000 per kilogram.

    “Di pasar saja, harga cabai bahkan mencapai Rp90.000 per kilogram,” terangnya.

    Menurut Haemusri, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan serta faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen cabai. Namun, pemerintah terus berupaya menjaga pasokan dan memastikan harga tetap stabil.

    Meskipun Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari daerah luar, pemerintah bekerja sama dengan distributor untuk menjaga ketersediaan barang.

    "Uniknya di Balikpapan, asal barangnya ada, berapa pun harganya pasti dibeli," imbuhnya.

    Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2025.

    (Sf/Rs)