Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik menjabarkan terkait keadaan inflasi di Kaltim di awal tahun 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan pengawasan terhadap inflasi di daerahnya, yang mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kaltim meningkat pada tahun 2023 mencapai 5,29 persen, yang masih lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional.
"Namun, kami tetap waspada terhadap dua komoditas utama yang berpengaruh terhadap inflasi, yaitu beras dan transportasi udara," kata Akmal Malik usai menggelar rapat pengendalian inflasi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (3/1/2023).
Menurutnya, setelah melakukan penelusuran, ditemukan adanya masalah distribusi beras yang menyebabkan harga naik di pasaran. Hal ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.
"Kami telah memberikan otoritas kepada Bulog untuk mendistribusikan beras di Kaltim. Kami berharap Bulog dapat bekerja sama dengan kami untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.
Selain beras, Akmal Malik juga mengatakan bahwa komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi adalah cabai dan rokok. Ia mengaku akan memberikan perhatian khusus terhadap kedua komoditas tersebut.
Untuk mengatasi inflasi, Akmal Malik mengaku telah berkoordinasi dengan kejaksaan dan tim pengendali inflasi daerah untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda, Maradona Singal, menjamin bahwa stok beras untuk wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) sangat aman.
"Kami memiliki stok beras sebanyak 29.000 ton, yang terdiri dari 8.000 ton yang sudah ada di gudang dan 21.000 ton yang sedang dalam perjalanan," kata Maradona.
Ia juga mengatakan bahwa Bulog akan meningkatkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) untuk menjaga kestabilan harga di pasar.
"Kami baru saja mendapatkan penugasan dari kementerian untuk melaksanakan SPHP hari ini. Kami siap untuk menyalurkan beras sesuai dengan target yang ditetapkan," ucapnya.
Maradona menambahkan bahwa bantuan SPHP akan berlangsung selama enam bulan, hingga Juni 2024. Ia juga mengatakan bahwa Bulog akan menyesuaikan permintaan beras jika terjadi kenaikan di masa mendatang.
"Kami berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat Kaltim dan Kaltara," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik menjabarkan terkait keadaan inflasi di Kaltim di awal tahun 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan pengawasan terhadap inflasi di daerahnya, yang mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kaltim meningkat pada tahun 2023 mencapai 5,29 persen, yang masih lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional.
"Namun, kami tetap waspada terhadap dua komoditas utama yang berpengaruh terhadap inflasi, yaitu beras dan transportasi udara," kata Akmal Malik usai menggelar rapat pengendalian inflasi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (3/1/2023).
Menurutnya, setelah melakukan penelusuran, ditemukan adanya masalah distribusi beras yang menyebabkan harga naik di pasaran. Hal ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.
"Kami telah memberikan otoritas kepada Bulog untuk mendistribusikan beras di Kaltim. Kami berharap Bulog dapat bekerja sama dengan kami untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.
Selain beras, Akmal Malik juga mengatakan bahwa komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi adalah cabai dan rokok. Ia mengaku akan memberikan perhatian khusus terhadap kedua komoditas tersebut.
Untuk mengatasi inflasi, Akmal Malik mengaku telah berkoordinasi dengan kejaksaan dan tim pengendali inflasi daerah untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda, Maradona Singal, menjamin bahwa stok beras untuk wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) sangat aman.
"Kami memiliki stok beras sebanyak 29.000 ton, yang terdiri dari 8.000 ton yang sudah ada di gudang dan 21.000 ton yang sedang dalam perjalanan," kata Maradona.
Ia juga mengatakan bahwa Bulog akan meningkatkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) untuk menjaga kestabilan harga di pasar.
"Kami baru saja mendapatkan penugasan dari kementerian untuk melaksanakan SPHP hari ini. Kami siap untuk menyalurkan beras sesuai dengan target yang ditetapkan," ucapnya.
Maradona menambahkan bahwa bantuan SPHP akan berlangsung selama enam bulan, hingga Juni 2024. Ia juga mengatakan bahwa Bulog akan menyesuaikan permintaan beras jika terjadi kenaikan di masa mendatang.
"Kami berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat Kaltim dan Kaltara," pungkasnya.
(Sf/Rs)