Seputar Kaltim

    Pasokan Gas Bontang Dibahas, PT Badak NGL Targetkan 4 Train Beroperasi pada 2028

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 16:53 WITA

    Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, dalam agenda Silaturahmi dan Koordinasi dengan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul) dan PT Badak NGL. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meminta kepastian dukungan pasokan gas untuk menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas industri migas di daerah.

    Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, dalam agenda Silaturahmi dan Koordinasi bersama SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul) dan PT Badak NGL di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (25/9/2026).

    Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan operasional hulu-hilir migas serta keberlanjutan alokasi gas untuk kebutuhan masyarakat Bontang.

    Akhmad Suharto mengatakan Pemkot Bontang berkomitmen menjaga sinergi dengan pemerintah pusat dan pelaku industri migas agar aktivitas industri dapat berjalan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Ke depan kami berharap dukungan, kerja sama maupun pendampingan sehingga sinergi yang telah terbangun dapat terus berjalan. Kami berkomitmen menjalankan tanggung jawab dan menjaga kerja sama ini,” ucap Akhmad.

    Dalam pertemuan itu, Pemkot Bontang juga memaparkan perkembangan program Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga. Sebanyak 18.436 Sambungan Rumah (SR) telah melayani masyarakat di 14 kelurahan sejak 2011.

    Jumlah tersebut ditargetkan bertambah 11.553 SR melalui pendanaan APBN periode 2025/2026, sehingga total sambungan Jargas di Bontang diproyeksikan mendekati 30 ribu SR.

    Di sisi lain, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul Haryanto Safri menyambut positif dukungan Pemkot Bontang. Ia menyebut reaktivasi kilang Badak NGL membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik agar operasional dapat berjalan aman dan efisien.

    Vice President Production PT Badak NGL Johan Anindito mengatakan pihaknya saat ini melakukan inspeksi dan rekondisi terhadap sejumlah peralatan teknis kilang.

    Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas operasional kilang menjadi empat train yang ditargetkan dapat tercapai pada akhir 2028.

    Pemkot Bontang menyatakan akan terus menjaga koordinasi dengan SKK Migas dan PT Badak NGL untuk mendukung keberlanjutan aktivitas industri migas serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pasokan Gas Bontang Dibahas, PT Badak NGL Targetkan 4 Train Beroperasi pada 2028

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 16:53 WITA

    Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, dalam agenda Silaturahmi dan Koordinasi dengan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul) dan PT Badak NGL. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meminta kepastian dukungan pasokan gas untuk menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas industri migas di daerah.

    Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, dalam agenda Silaturahmi dan Koordinasi bersama SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul) dan PT Badak NGL di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (25/9/2026).

    Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan operasional hulu-hilir migas serta keberlanjutan alokasi gas untuk kebutuhan masyarakat Bontang.

    Akhmad Suharto mengatakan Pemkot Bontang berkomitmen menjaga sinergi dengan pemerintah pusat dan pelaku industri migas agar aktivitas industri dapat berjalan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Ke depan kami berharap dukungan, kerja sama maupun pendampingan sehingga sinergi yang telah terbangun dapat terus berjalan. Kami berkomitmen menjalankan tanggung jawab dan menjaga kerja sama ini,” ucap Akhmad.

    Dalam pertemuan itu, Pemkot Bontang juga memaparkan perkembangan program Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga. Sebanyak 18.436 Sambungan Rumah (SR) telah melayani masyarakat di 14 kelurahan sejak 2011.

    Jumlah tersebut ditargetkan bertambah 11.553 SR melalui pendanaan APBN periode 2025/2026, sehingga total sambungan Jargas di Bontang diproyeksikan mendekati 30 ribu SR.

    Di sisi lain, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul Haryanto Safri menyambut positif dukungan Pemkot Bontang. Ia menyebut reaktivasi kilang Badak NGL membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik agar operasional dapat berjalan aman dan efisien.

    Vice President Production PT Badak NGL Johan Anindito mengatakan pihaknya saat ini melakukan inspeksi dan rekondisi terhadap sejumlah peralatan teknis kilang.

    Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas operasional kilang menjadi empat train yang ditargetkan dapat tercapai pada akhir 2028.

    Pemkot Bontang menyatakan akan terus menjaga koordinasi dengan SKK Migas dan PT Badak NGL untuk mendukung keberlanjutan aktivitas industri migas serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

    (Sf/Lo)