Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Pasokan Air Menurun, Perumda Balikpapan Siapkan Sumur Alternatif dan Posko Tangki

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 November 2026 pukul 18:54 WITA

    Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) sampaikan dampak fenomena El Nino dan kemarau berkepanjangan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dampak fenomena El Nino dan kemarau berkepanjangan mulai memengaruhi pasokan air bersih di Kota Balikpapan. Debit air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Tritip mengalami penurunan, sehingga berpotensi mengganggu pelayanan kepada ribuan pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

    Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin menyampaikan, debit air yang diproduksi dari Waduk Manggar saat ini turun dari sebelumnya 900 liter per detik menjadi 800 liter per detik.

    Penurunan tersebut berdampak terhadap wilayah pelayanan yang mengandalkan pasokan air dari waduk tersebut. Terlebih, terdapat tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang mengolah air baku dari Waduk Manggar.

    “Tentu ini menambah catatan pelanggan yang terdampak lagi,” ucap Yudhi dalam konferensi persnya, Senin (2/11/2026).

    Selain Waduk Manggar, kondisi serupa juga terjadi di Waduk Tritip. Saat ini, debit air yang tersedia hanya sekitar 60 liter per detik. Kondisi tersebut membuat pelayanan air bersih belum dapat menjangkau seluruh pelanggan secara optimal.

    Dari total sekitar 19.000 pelanggan di wilayah pelayanan Tritip, diperkirakan 14.000 pelanggan akan terdampak.

    “Wilayah yang berpotensi mengalami gangguan terutama berada di kawasan Balikpapan bagian selatan, seperti Manggar dan Batakan,” sebutnya.

    Menghadapi kondisi tersebut, PTMB terus memantau perkembangan debit air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS). Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membentuk satuan tugas (satgas) pelayanan air bersih bagi masyarakat terdampak.

    Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggandeng perusahaan-perusahaan yang memiliki sumur dalam untuk dijadikan posko atau terminal pengisian air tangki. Air dari sumur tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pasokan.

    “Alhamdulillah, sudah ada beberapa sumur yang kami dapatkan untuk dijadikan tempat posko atau terminal tangki. Saat ini hampir 20 mobil tangki sudah disiagakan,” jelas Yudi.

    Ke depan, jumlah titik distribusi air bersih akan terus ditambah dengan memanfaatkan sumber air alternatif, baik dari sumur milik perusahaan maupun sumur warga yang memungkinkan untuk digunakan bersama.

    Dia menjelaskan, meskipun Balikpapan sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, curah hujan tersebut belum memberikan tambahan debit air yang signifikan ke waduk. Air hujan yang turun dinilai belum cukup untuk memulihkan ketersediaan air baku.

    Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan. Warga juga diminta menampung air saat aliran masih tersedia, serta memanfaatkan air hujan sebagai cadangan untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Kami mengimbau masyarakat Balikpapan manfaatkan air hujan dengan menampungnya sebagai salah satu upaya menghadapi situasi yang cukup kritis akibat El Nino dan kemarau berkepanjangan,” sambungnya.

    Ditegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengoptimalkan pelayanan air bersih, khususnya bagi pelanggan yang terdampak penurunan debit air baku.

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat. Kami mohon maaf atas kondisi ini dan berharap ke depannya situasi bisa jauh lebih baik,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pasokan Air Menurun, Perumda Balikpapan Siapkan Sumur Alternatif dan Posko Tangki

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    02 November 2026 pukul 18:54 WITA

    Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) sampaikan dampak fenomena El Nino dan kemarau berkepanjangan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dampak fenomena El Nino dan kemarau berkepanjangan mulai memengaruhi pasokan air bersih di Kota Balikpapan. Debit air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Tritip mengalami penurunan, sehingga berpotensi mengganggu pelayanan kepada ribuan pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

    Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin menyampaikan, debit air yang diproduksi dari Waduk Manggar saat ini turun dari sebelumnya 900 liter per detik menjadi 800 liter per detik.

    Penurunan tersebut berdampak terhadap wilayah pelayanan yang mengandalkan pasokan air dari waduk tersebut. Terlebih, terdapat tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang mengolah air baku dari Waduk Manggar.

    “Tentu ini menambah catatan pelanggan yang terdampak lagi,” ucap Yudhi dalam konferensi persnya, Senin (2/11/2026).

    Selain Waduk Manggar, kondisi serupa juga terjadi di Waduk Tritip. Saat ini, debit air yang tersedia hanya sekitar 60 liter per detik. Kondisi tersebut membuat pelayanan air bersih belum dapat menjangkau seluruh pelanggan secara optimal.

    Dari total sekitar 19.000 pelanggan di wilayah pelayanan Tritip, diperkirakan 14.000 pelanggan akan terdampak.

    “Wilayah yang berpotensi mengalami gangguan terutama berada di kawasan Balikpapan bagian selatan, seperti Manggar dan Batakan,” sebutnya.

    Menghadapi kondisi tersebut, PTMB terus memantau perkembangan debit air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS). Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membentuk satuan tugas (satgas) pelayanan air bersih bagi masyarakat terdampak.

    Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggandeng perusahaan-perusahaan yang memiliki sumur dalam untuk dijadikan posko atau terminal pengisian air tangki. Air dari sumur tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pasokan.

    “Alhamdulillah, sudah ada beberapa sumur yang kami dapatkan untuk dijadikan tempat posko atau terminal tangki. Saat ini hampir 20 mobil tangki sudah disiagakan,” jelas Yudi.

    Ke depan, jumlah titik distribusi air bersih akan terus ditambah dengan memanfaatkan sumber air alternatif, baik dari sumur milik perusahaan maupun sumur warga yang memungkinkan untuk digunakan bersama.

    Dia menjelaskan, meskipun Balikpapan sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, curah hujan tersebut belum memberikan tambahan debit air yang signifikan ke waduk. Air hujan yang turun dinilai belum cukup untuk memulihkan ketersediaan air baku.

    Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan. Warga juga diminta menampung air saat aliran masih tersedia, serta memanfaatkan air hujan sebagai cadangan untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Kami mengimbau masyarakat Balikpapan manfaatkan air hujan dengan menampungnya sebagai salah satu upaya menghadapi situasi yang cukup kritis akibat El Nino dan kemarau berkepanjangan,” sambungnya.

    Ditegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengoptimalkan pelayanan air bersih, khususnya bagi pelanggan yang terdampak penurunan debit air baku.

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat. Kami mohon maaf atas kondisi ini dan berharap ke depannya situasi bisa jauh lebih baik,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)