Cari disini...
Seputar Kaltim
seremoni penandatanganan nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dengan BPJS Kesehatan Tahun 2025. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pasien dengan masalah lambung atau gastroenteritis menjadi populasi terbanyak yang menjalani rawat inap di Kota Bontang.
Data tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kota Samarinda, drg Adrielona saat memaparkan pelbagai kondisi para peserta BPJS di Kota Bontang.
Ini disampaikannya di sela-sela seremoni penandatanganan nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dengan BPJS Kesehatan Tahun 2025 pada Jumat (28/11/2025) di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang.
Ia menyebut pasien Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) pada kasus Gastroenteritis di Bontang pada 2025 mencapai 2.209 perbulan.
“Ini kasus tertinggi untuk kasus rawat inap, sedangkan kasus Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) terbanyak yakni autism sebanyak 24.974,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan sejak awal tahun 2025 data tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Pada Setember 2025 ada sebanyak 2.620 kasus,” jelasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

seremoni penandatanganan nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dengan BPJS Kesehatan Tahun 2025. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pasien dengan masalah lambung atau gastroenteritis menjadi populasi terbanyak yang menjalani rawat inap di Kota Bontang.
Data tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kota Samarinda, drg Adrielona saat memaparkan pelbagai kondisi para peserta BPJS di Kota Bontang.
Ini disampaikannya di sela-sela seremoni penandatanganan nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dengan BPJS Kesehatan Tahun 2025 pada Jumat (28/11/2025) di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang.
Ia menyebut pasien Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) pada kasus Gastroenteritis di Bontang pada 2025 mencapai 2.209 perbulan.
“Ini kasus tertinggi untuk kasus rawat inap, sedangkan kasus Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) terbanyak yakni autism sebanyak 24.974,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan sejak awal tahun 2025 data tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Pada Setember 2025 ada sebanyak 2.620 kasus,” jelasnya.
(Sf/Lo)