Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DLH Paser, Achmad Safari (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Achmad Safari mengatakan Kabupaten Paser coba menerapkan konsep tidak ada lagi sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau zero weste to TPA.
Tumpukan sampah yang dihasilkan nantinya bakal dimanfaatkan dengan alat pengolah sampah dan akan berdampak terhadap pengurangan volume tumpukan sampah di TPA. Sampah organik bakal dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan anorganik diolah menjadi bahan baku pengganti batu bara.
“Dalam penerapan konsep zero weste, kami mengandalkan alat yang mampu memilah sampah organik dan anorganik untuk dapat diolah,” kata Achmad Safari, Jumat (27/12/2024).
Meski begitu, sampah itu tidak sepenuhnya mampu diolah keseluruhan atau dimanfaatkan 100 persen, sampah yang diolah bakal meninggalkan residu atau ampas yang tidak bisa terurai.
Residu itu manjadi sisa dari sampah organik dan anorganik yang telah melewati alat pengolah sampah, sehingga dibuang ke TPA. “Sampah itu akan diolah, nanti hanya residu atau bagian dari sampah yang tidak bisa terolah lagi yang masuk ke TPA,” tuturnya.
Untuk dapat menampung sampah agar dapat dikelola seluruhnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bakal kembali menambah alat pengolah sampah yang direncanakan pada 2025 mendatang.
“Peruntukannya pada tahun ini alat yang ada hanya untuk TPA di Desa Songka. Tahun depan bakal diadakan kembali alat pengolahan sampah untuk TPA di Desa Janju,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DLH Paser, Achmad Safari (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Achmad Safari mengatakan Kabupaten Paser coba menerapkan konsep tidak ada lagi sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau zero weste to TPA.
Tumpukan sampah yang dihasilkan nantinya bakal dimanfaatkan dengan alat pengolah sampah dan akan berdampak terhadap pengurangan volume tumpukan sampah di TPA. Sampah organik bakal dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan anorganik diolah menjadi bahan baku pengganti batu bara.
“Dalam penerapan konsep zero weste, kami mengandalkan alat yang mampu memilah sampah organik dan anorganik untuk dapat diolah,” kata Achmad Safari, Jumat (27/12/2024).
Meski begitu, sampah itu tidak sepenuhnya mampu diolah keseluruhan atau dimanfaatkan 100 persen, sampah yang diolah bakal meninggalkan residu atau ampas yang tidak bisa terurai.
Residu itu manjadi sisa dari sampah organik dan anorganik yang telah melewati alat pengolah sampah, sehingga dibuang ke TPA. “Sampah itu akan diolah, nanti hanya residu atau bagian dari sampah yang tidak bisa terolah lagi yang masuk ke TPA,” tuturnya.
Untuk dapat menampung sampah agar dapat dikelola seluruhnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bakal kembali menambah alat pengolah sampah yang direncanakan pada 2025 mendatang.
“Peruntukannya pada tahun ini alat yang ada hanya untuk TPA di Desa Songka. Tahun depan bakal diadakan kembali alat pengolahan sampah untuk TPA di Desa Janju,” tandasnya.
(Sf/By)