Seputar Kaltim

    Pascalebaran, Bulog Sebut Stok Beras SPHP Masih Aman

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    21 April 2024 pukul 15:19 WITA

    Berikut beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) dari Bulog yang disalurkan ke pasar tradisional dan ritel. (Foto: Bulog/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Program beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) di pasar tradisional dan pasar modern terus gencar disalurkan Perum Bulog Kaltimtara.

    Pemimpin Perum Bulog Kaltimtara, Mersi Windrayani menyampaikan, pihaknya telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 3.400 ton pada periode Maret 2024.

    Dalam hal ini, Balikpapan tercatat sebagai daerah penerima terbanyak dalam skema penyaluran beras program SPHP dengan capain 943 ton.

    "Disusul Kabupaten Paser yang tercatat hingga 800 ton, selanjutnya Samarinda mencapai 792 ton," ucap Mersi kepada awak media, Minggu (21/4/2024).

    Ia menambahkan, saat ini stok beras SPHP pasca lebaran 2024 di wilayah Kaltimtara sekitar 15.000 ton.

    Kemudian untuk stok beras premium tersedia 400-an ton, dengan ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp11.500 per kilo. Sementara beras premium dibanderol harga Rp83 ribu per 5 kilo. 

    "Jadi untuk beras SPHP memang tetap kami prioritaskan, dan tetap kami gelontorkan ke pasar tradisional juga retai modern. Sehingga pasokan beras untuk masyarakat tetap tersedia," jelasnya.

    Ia mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan ketersediaan stok beras program SPHP. Karena stok masih tersedia banyak dan aman hingga 4-5 bulan ke depan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pascalebaran, Bulog Sebut Stok Beras SPHP Masih Aman

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    21 April 2024 pukul 15:19 WITA

    Berikut beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) dari Bulog yang disalurkan ke pasar tradisional dan ritel. (Foto: Bulog/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Program beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) di pasar tradisional dan pasar modern terus gencar disalurkan Perum Bulog Kaltimtara.

    Pemimpin Perum Bulog Kaltimtara, Mersi Windrayani menyampaikan, pihaknya telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 3.400 ton pada periode Maret 2024.

    Dalam hal ini, Balikpapan tercatat sebagai daerah penerima terbanyak dalam skema penyaluran beras program SPHP dengan capain 943 ton.

    "Disusul Kabupaten Paser yang tercatat hingga 800 ton, selanjutnya Samarinda mencapai 792 ton," ucap Mersi kepada awak media, Minggu (21/4/2024).

    Ia menambahkan, saat ini stok beras SPHP pasca lebaran 2024 di wilayah Kaltimtara sekitar 15.000 ton.

    Kemudian untuk stok beras premium tersedia 400-an ton, dengan ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp11.500 per kilo. Sementara beras premium dibanderol harga Rp83 ribu per 5 kilo. 

    "Jadi untuk beras SPHP memang tetap kami prioritaskan, dan tetap kami gelontorkan ke pasar tradisional juga retai modern. Sehingga pasokan beras untuk masyarakat tetap tersedia," jelasnya.

    Ia mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan ketersediaan stok beras program SPHP. Karena stok masih tersedia banyak dan aman hingga 4-5 bulan ke depan.

    (Sf/Rs)