Cari disini...
Seputar Kaltim
Foto ketika Wabup Berau, Gamalis bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin, (13/10/2025). (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan akan segera melakukan rehabilitasi dan pembangunan gedung baru terhadap SMPN 1 Segah yang mengalami kebakaran pada Sabtu (11/10/2025) lalu. Kebakaran tersebut menghanguskan 10 ruangan sekolah, termasuk delapan ruang kelas dan fasilitas pendukung, serta 256 unit meubelair.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin, (13/10/2025).
Dalam kunjungan itu, Wabup Berau, Gamalis ingin memastikan kondisi terkini sekaligus melihat proses belajar mengajar para siswa yang terdampak musibah. Ia mengatakan akibat kebakaran tersebut, sebanyak 575 siswa kini harus menempati ruang kelas yang tersisa secara bergantian.
"Untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, pihak sekolah menerapkan sistem pembagian kelas dan jadwal belajar dua shift, yaitu pagi dan sore," ujar Gamalis, Rabu (15/10/2025).
Oleh karena itu, melihat kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan kembali ruang belajar SMPN 1 Segah akan menjadi program prioritas pada tahun anggaran 2026. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan gedung baru.
"Kami minta para guru dan siswa tetap semangat. Tahun ini memang belum sempat dibangun, tetapi sudah kami masukkan dalam rencana pembangunan tahun 2026," tuturnya.
Dirinya pun menekankan pembangunan kembali gedung sekolah ini sangat penting karena SMPN 1 Segah menjadi pusat pendidikan bagi siswa dari lima kampung, yakni Gunung Sari, Harapan Jaya, Tepian Buah, Long Ayan, dan Punan Malinau.
"Kami tahu kondisi ini tidak mudah. Kami harap semua pihak dapat bersabar menghadapi ujian ini. Mari kita ambil hikmahnya dan lebih waspada agar kejadian seperti ini tidak terulang," tambahnya.
Selain meninjau kondisi sekolah, ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga dan pihak sekolah yang terdampak kebakaran tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Gamalis pun berharap dengan komitmen tersebut, proses belajar mengajar di SMPN 1 Segah dapat kembali berjalan optimal pada tahun depan, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh siswa dan guru.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Foto ketika Wabup Berau, Gamalis bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin, (13/10/2025). (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan akan segera melakukan rehabilitasi dan pembangunan gedung baru terhadap SMPN 1 Segah yang mengalami kebakaran pada Sabtu (11/10/2025) lalu. Kebakaran tersebut menghanguskan 10 ruangan sekolah, termasuk delapan ruang kelas dan fasilitas pendukung, serta 256 unit meubelair.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin, (13/10/2025).
Dalam kunjungan itu, Wabup Berau, Gamalis ingin memastikan kondisi terkini sekaligus melihat proses belajar mengajar para siswa yang terdampak musibah. Ia mengatakan akibat kebakaran tersebut, sebanyak 575 siswa kini harus menempati ruang kelas yang tersisa secara bergantian.
"Untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, pihak sekolah menerapkan sistem pembagian kelas dan jadwal belajar dua shift, yaitu pagi dan sore," ujar Gamalis, Rabu (15/10/2025).
Oleh karena itu, melihat kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan kembali ruang belajar SMPN 1 Segah akan menjadi program prioritas pada tahun anggaran 2026. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan gedung baru.
"Kami minta para guru dan siswa tetap semangat. Tahun ini memang belum sempat dibangun, tetapi sudah kami masukkan dalam rencana pembangunan tahun 2026," tuturnya.
Dirinya pun menekankan pembangunan kembali gedung sekolah ini sangat penting karena SMPN 1 Segah menjadi pusat pendidikan bagi siswa dari lima kampung, yakni Gunung Sari, Harapan Jaya, Tepian Buah, Long Ayan, dan Punan Malinau.
"Kami tahu kondisi ini tidak mudah. Kami harap semua pihak dapat bersabar menghadapi ujian ini. Mari kita ambil hikmahnya dan lebih waspada agar kejadian seperti ini tidak terulang," tambahnya.
Selain meninjau kondisi sekolah, ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga dan pihak sekolah yang terdampak kebakaran tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Gamalis pun berharap dengan komitmen tersebut, proses belajar mengajar di SMPN 1 Segah dapat kembali berjalan optimal pada tahun depan, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh siswa dan guru.
(Sf/Rs)