Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Pasar Waru Mangkrak Bertahun-tahun, Penyelesaian Bangunan Menunggu Dukungan Anggaran

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Lodya A
    29 Oktober 2026 pukul 16:47 WITA

    Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Bangunan Pasar Waru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum dimanfaatkan meski sudah berdiri selama beberapa tahun. Kelanjutan pembangunannya terkendala keterbatasan anggaran, sementara fasilitas sanitasi dan sarana pendukung lainnya belum lengkap.

    Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Syamsul Adha, mengatakan usulan bantuan untuk melanjutkan pembangunan pasar telah diajukan kepada Kementerian Perdagangan.

    Pembahasan Pasar Waru juga beberapa kali masuk dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD PPU. Salah satu persoalan yang dibahas ialah kelanjutan pembangunan agar bangunan tersebut bisa dimanfaatkan.

    "Bangunannya memang sudah ada, tetapi belum paripurna. Fasilitas sanitasi dan pendukung lainnya masih belum lengkap. Pemda ingin melanjutkan, tetapi fiskal kita terbatas. Maka itu bersama pak Bupati, kita bawa usulan bantuan ke pusat," ujar Syamsul, Kamis (29/10/2026).

    Sebelum pembangunan dilanjutkan, Diskukmperindag akan mengundang pengurus dan himpunan pedagang untuk membahas konsep penataan pasar. Desain yang ada akan ditinjau kembali agar sesuai dengan kebutuhan pedagang.

    Syamsul mengatakan, penataan lapak perlu dibicarakan sejak awal, termasuk pembagian tempat untuk pedagang ikan, sayuran, pakaian hingga barang pecah belah. Pemerintah daerah ingin memastikan bangunan yang diselesaikan nantinya benar-benar digunakan.

    "Jangan sampai kita membangun sesuai keinginan pemerintah, tetapi pedagang justru tidak berkenan pindah. Itu yang perlu dipikirkan supaya bangunan ini efektif, efisien, dan bermanfaat," katanya.

    Persoalan pemanfaatan menjadi perhatian karena pasar yang beroperasi saat ini masih menggunakan lahan milik masyarakat. 

    Aktivitas perdagangan berlangsung dua kali sepekan dengan lokasi yang berhimpitan dengan jalan umum dan terkesan kumuh. Diskukmperindag mencatat sekitar 100 pedagang beraktivitas di pasar tersebut. 

    Pemerintah daerah berencana merelokasi mereka setelah persiapan penataan dilakukan. Sosialisasi kepada pedagang juga akan menjadi bagian dari proses tersebut.

    Syamsul mengingatkan agar perencanaan Pasar Waru tidak mengulang persoalan bangunan pasar di Kecamatan Babulu yang tidak termanfaatkan. Karena itu, kebutuhan pedagang perlu menjadi pertimbangan sebelum desain ditetapkan dan pembangunan dilanjutkan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pasar Waru Mangkrak Bertahun-tahun, Penyelesaian Bangunan Menunggu Dukungan Anggaran

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Lodya A
    29 Oktober 2026 pukul 16:47 WITA

    Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Bangunan Pasar Waru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum dimanfaatkan meski sudah berdiri selama beberapa tahun. Kelanjutan pembangunannya terkendala keterbatasan anggaran, sementara fasilitas sanitasi dan sarana pendukung lainnya belum lengkap.

    Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Syamsul Adha, mengatakan usulan bantuan untuk melanjutkan pembangunan pasar telah diajukan kepada Kementerian Perdagangan.

    Pembahasan Pasar Waru juga beberapa kali masuk dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD PPU. Salah satu persoalan yang dibahas ialah kelanjutan pembangunan agar bangunan tersebut bisa dimanfaatkan.

    "Bangunannya memang sudah ada, tetapi belum paripurna. Fasilitas sanitasi dan pendukung lainnya masih belum lengkap. Pemda ingin melanjutkan, tetapi fiskal kita terbatas. Maka itu bersama pak Bupati, kita bawa usulan bantuan ke pusat," ujar Syamsul, Kamis (29/10/2026).

    Sebelum pembangunan dilanjutkan, Diskukmperindag akan mengundang pengurus dan himpunan pedagang untuk membahas konsep penataan pasar. Desain yang ada akan ditinjau kembali agar sesuai dengan kebutuhan pedagang.

    Syamsul mengatakan, penataan lapak perlu dibicarakan sejak awal, termasuk pembagian tempat untuk pedagang ikan, sayuran, pakaian hingga barang pecah belah. Pemerintah daerah ingin memastikan bangunan yang diselesaikan nantinya benar-benar digunakan.

    "Jangan sampai kita membangun sesuai keinginan pemerintah, tetapi pedagang justru tidak berkenan pindah. Itu yang perlu dipikirkan supaya bangunan ini efektif, efisien, dan bermanfaat," katanya.

    Persoalan pemanfaatan menjadi perhatian karena pasar yang beroperasi saat ini masih menggunakan lahan milik masyarakat. 

    Aktivitas perdagangan berlangsung dua kali sepekan dengan lokasi yang berhimpitan dengan jalan umum dan terkesan kumuh. Diskukmperindag mencatat sekitar 100 pedagang beraktivitas di pasar tersebut. 

    Pemerintah daerah berencana merelokasi mereka setelah persiapan penataan dilakukan. Sosialisasi kepada pedagang juga akan menjadi bagian dari proses tersebut.

    Syamsul mengingatkan agar perencanaan Pasar Waru tidak mengulang persoalan bangunan pasar di Kecamatan Babulu yang tidak termanfaatkan. Karena itu, kebutuhan pedagang perlu menjadi pertimbangan sebelum desain ditetapkan dan pembangunan dilanjutkan.

    (Sf/Rs)