Pasar Ramadan di Depan Kantor Camat Sangatta Utara Picu Macet, Warga Soroti Konsistensi Aturan

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    20 Februari 2026 01:14 WIB

    Deretan tenda pedagang Pasar Ramadan berjajar di bahu jalan depan Kantor Camat Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Aktivitas Pasar Ramadan di depan Kantor Camat Sangatta Utara kembali mendapat sorotan warga. 

    Selain membuat akses jalan menyempit, masyarakat juga mempertanyakan konsistensi penegakan aturan terhadap pedagang yang memakai fasilitas umum.

    Dari pantauan di lokasi, lapak pedagang berjajar di tepi jalan hingga memakan sebagian badan jalan. Akibatnya, ruang kendaraan untuk melintas menjadi sempit, terutama saat sore menjelang berbuka puasa.

    Ramainya pengunjung yang membeli takjil dan makanan berbuka membuat lalu lintas semakin padat. Banyak kendaraan parkir di pinggir jalan tanpa pengaturan, sehingga sering terjadi antrean panjang.

    Salah satu pengguna jalan, Ferdian mengatakan situasi itu membuat pengendara harus ekstra waspada. Menurutnya kendaraan yang tiba-tiba berhenti untuk menurunkan atau menjemput penumpang berpotensi memicu kecelakaan.

    “Kalau sudah mendekati Magrib, jalannya padat sekali. Banyak yang berhenti mendadak, jadi harus pelan-pelan lewatnya,” ujar Ferdian, Jumat (20/2/2026).

    Tak hanya soal macet, warga juga mempertanyakan penegakan aturan yang dinilai tidak sama. Mereka membandingkan pasar Ramadan ini dengan pedagang kecil di tempat lain yang sebelumnya dilarang berjualan di trotoar karena dianggap melanggar ketertiban.

    Warga lain, Mando mengatakan aturan seharusnya berlaku untuk semua. “Dulu pedagang kecil tidak boleh pakai trotoar, langsung ditegur. Sekarang malah badan jalan dipakai untuk pasar Ramadan. Jadi terkesan ada pilih kasih,” kata Mando.

    Ketidakjelasan kebijakan dikhawatirkan memunculkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Mereka berharap pemerintah kecamatan dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan dan melakukan penataan lebih tertib.

    Meski begitu, warga mengakui Pasar Ramadan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM. Selain menambah penghasilan pedagang musiman, pasar ini juga memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai menu berbuka puasa.

    "Pasarnya bagus, membantu pedagang. Tapi tolong ditata, jangan sampai aturan terasa berbeda-beda,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pasar Ramadan di Depan Kantor Camat Sangatta Utara Picu Macet, Warga Soroti Konsistensi Aturan

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    20 Februari 2026 01:14 WIB

    Deretan tenda pedagang Pasar Ramadan berjajar di bahu jalan depan Kantor Camat Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Aktivitas Pasar Ramadan di depan Kantor Camat Sangatta Utara kembali mendapat sorotan warga. 

    Selain membuat akses jalan menyempit, masyarakat juga mempertanyakan konsistensi penegakan aturan terhadap pedagang yang memakai fasilitas umum.

    Dari pantauan di lokasi, lapak pedagang berjajar di tepi jalan hingga memakan sebagian badan jalan. Akibatnya, ruang kendaraan untuk melintas menjadi sempit, terutama saat sore menjelang berbuka puasa.

    Ramainya pengunjung yang membeli takjil dan makanan berbuka membuat lalu lintas semakin padat. Banyak kendaraan parkir di pinggir jalan tanpa pengaturan, sehingga sering terjadi antrean panjang.

    Salah satu pengguna jalan, Ferdian mengatakan situasi itu membuat pengendara harus ekstra waspada. Menurutnya kendaraan yang tiba-tiba berhenti untuk menurunkan atau menjemput penumpang berpotensi memicu kecelakaan.

    “Kalau sudah mendekati Magrib, jalannya padat sekali. Banyak yang berhenti mendadak, jadi harus pelan-pelan lewatnya,” ujar Ferdian, Jumat (20/2/2026).

    Tak hanya soal macet, warga juga mempertanyakan penegakan aturan yang dinilai tidak sama. Mereka membandingkan pasar Ramadan ini dengan pedagang kecil di tempat lain yang sebelumnya dilarang berjualan di trotoar karena dianggap melanggar ketertiban.

    Warga lain, Mando mengatakan aturan seharusnya berlaku untuk semua. “Dulu pedagang kecil tidak boleh pakai trotoar, langsung ditegur. Sekarang malah badan jalan dipakai untuk pasar Ramadan. Jadi terkesan ada pilih kasih,” kata Mando.

    Ketidakjelasan kebijakan dikhawatirkan memunculkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Mereka berharap pemerintah kecamatan dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan dan melakukan penataan lebih tertib.

    Meski begitu, warga mengakui Pasar Ramadan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM. Selain menambah penghasilan pedagang musiman, pasar ini juga memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai menu berbuka puasa.

    "Pasarnya bagus, membantu pedagang. Tapi tolong ditata, jangan sampai aturan terasa berbeda-beda,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)