Cari disini...
Seputar Kaltim
Pembangunan Pasar Pagi Samarinda yang terlihat beberapa ornamen eksteriornya sudah terpasang, dilihat dari Masjid Raya Darussalam, Kelurahan Pasar Pagi, Minggu (12/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pembangunan Pasar Pagi Samarinda telah mencapai 96 persen dan diproyeksikan segera difungsikan pada tahun ini. Hal ini disampaikan Asisten II Pemerintah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, yang memastikan kelanjutan proyek ini berjalan sesuai rencana.
“Nanti akan ada penambahan anggaran sekitar Rp152 miliar untuk melengkapi fungsi bangunan. Setelah bangunan selesai, para pedagang akan mulai menempati kios mereka,” ujar Marnabas.
Saat ini, berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat sekitar 2.857 pedagang yang terdaftar, baik yang aktif maupun tidak aktif. Untuk memastikan pengelolaan yang optimal, Marnabas menegaskan bahwa pedagang aktif akan menjadi prioritas utama dalam proses penempatan kios.
Pasar Pagi Samarinda dirancang sebagai gedung modern dengan tujuh lantai yang sebelumnya telah memakan anggaran sekitar Rp450 miliar.
“Saya sudah minta agar ukuran kios tidak sempit. Petaknya sudah sesuai standar luasannya,” ungkap Marnabas.
Mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda ini juga menyebut bahwa pedagang ayam dan ikan akan ditempatkan di lantai bawah untuk mempermudah akses dan menjaga kebersihan di area pasar.
Dengan hampir rampungnya pembangunan ini, Pasar Pagi diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Samarinda yang lebih terorganisir dan nyaman bagi pedagang serta pembeli. Pemerintah optimistis pasar ini akan segera beroperasi penuh dalam waktu dekat, sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Ia pun menjamin biaya sewa para pedagang yang direlokasi ke beberapa tempat, salah satunya Segiri Grosir Samarinda (SGS) aman, hingga pasar tradisional legendaris itu siap difungsikan kembali.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pembangunan Pasar Pagi Samarinda yang terlihat beberapa ornamen eksteriornya sudah terpasang, dilihat dari Masjid Raya Darussalam, Kelurahan Pasar Pagi, Minggu (12/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pembangunan Pasar Pagi Samarinda telah mencapai 96 persen dan diproyeksikan segera difungsikan pada tahun ini. Hal ini disampaikan Asisten II Pemerintah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, yang memastikan kelanjutan proyek ini berjalan sesuai rencana.
“Nanti akan ada penambahan anggaran sekitar Rp152 miliar untuk melengkapi fungsi bangunan. Setelah bangunan selesai, para pedagang akan mulai menempati kios mereka,” ujar Marnabas.
Saat ini, berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat sekitar 2.857 pedagang yang terdaftar, baik yang aktif maupun tidak aktif. Untuk memastikan pengelolaan yang optimal, Marnabas menegaskan bahwa pedagang aktif akan menjadi prioritas utama dalam proses penempatan kios.
Pasar Pagi Samarinda dirancang sebagai gedung modern dengan tujuh lantai yang sebelumnya telah memakan anggaran sekitar Rp450 miliar.
“Saya sudah minta agar ukuran kios tidak sempit. Petaknya sudah sesuai standar luasannya,” ungkap Marnabas.
Mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda ini juga menyebut bahwa pedagang ayam dan ikan akan ditempatkan di lantai bawah untuk mempermudah akses dan menjaga kebersihan di area pasar.
Dengan hampir rampungnya pembangunan ini, Pasar Pagi diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Samarinda yang lebih terorganisir dan nyaman bagi pedagang serta pembeli. Pemerintah optimistis pasar ini akan segera beroperasi penuh dalam waktu dekat, sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Ia pun menjamin biaya sewa para pedagang yang direlokasi ke beberapa tempat, salah satunya Segiri Grosir Samarinda (SGS) aman, hingga pasar tradisional legendaris itu siap difungsikan kembali.
(Sf/Rs)