Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Ratusan warga mengantri untuk menebus paket sembako bersubsidi pada kegiatan pasar murah Disperindag Kutai Timur di Sangatta Utara. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) menggelar pasar murah di Kecamatan Sangatta Utara dengan menyalurkan 2.239 paket sembako bersubsidi kepada masyarakat, Jumat (13/3/2026).
Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadhani mengatakan, program pasar murah tahun ini didukung anggaran sekitar Rp5 miliar.
“Sekitar Rp5 miliar, tapi itu tidak hanya untuk paket sembako, sudah termasuk biaya operasional seperti pengangkutan dan kegiatan lainnya,” ujar Nora.
Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp4,5 miliar dialokasikan untuk paket sembako, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional.
Namun anggaran tersebut baru cukup untuk pelaksanaan di enam kecamatan dari total 18 kecamatan di Kutim.
“Rencana kita ini Sangatta Utara, nanti setelah lebaran Bengalon, Kaliorang. Habis itu baru Kaubun, Karangan, dan Sangkulirang,” jelasnya.
Nora mengatakan keterbatasan wilayah pelaksanaan pasar murah disebabkan penyesuaian anggaran. Jika di pertengahan tahun ada tambahan anggaran, pasar murah akan digelar di kecamatan lainnya.
Pada kegiatan di Sangatta Utara, sebanyak 2.239 paket sembako disiapkan. Masyarakat dapat menebus paket tersebut seharga Rp100 ribu, sementara nilai sebenarnya sekitar Rp300 ribu.
“Artinya ada subsidi sekitar Rp200 ribu dari pemerintah,” katanya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disperindag menyerahkan proses penentuan penerima kepada pemerintah desa melalui koordinasi dengan kecamatan. Prioritas diberikan kepada masyarakat kurang mampu dan keluarga yang berisiko stunting.
“Yang lebih tahu kondisi masyarakat adalah kepala desa. Jadi mereka yang menentukan calon penerima, kemudian dilaporkan ke kecamatan dan dibagikan kuponnya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi meninjau langsung pelaksanaan pasar murah untuk memastikan program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Saya mengecek apakah program ini benar-benar berjalan dengan baik, termasuk selisih harga yang dirasakan masyarakat. Ternyata benar, menurut masyarakat jika dibeli di pasar harganya sekitar Rp300 ribu, sementara di pasar murah hanya Rp100 ribu," jelas Mahyunadi.
Ia berharap ke depan program pasar murah dapat diperluas agar semakin banyak masyarakat Kutim yang merasakan manfaat dari subsidi kebutuhan pokok tersebut.
"Seandainya boleh gratis, kita gratis tapi berdasarkan aturan tidak boleh gratis. Kalau gratis berarti bantuan sosial. Kalau pasar murah itu subsidi untuk pasar murah. Mudah-mudahan yang akan datang lebih banyak lagi pasar murah," tutupnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Ratusan warga mengantri untuk menebus paket sembako bersubsidi pada kegiatan pasar murah Disperindag Kutai Timur di Sangatta Utara. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) menggelar pasar murah di Kecamatan Sangatta Utara dengan menyalurkan 2.239 paket sembako bersubsidi kepada masyarakat, Jumat (13/3/2026).
Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadhani mengatakan, program pasar murah tahun ini didukung anggaran sekitar Rp5 miliar.
“Sekitar Rp5 miliar, tapi itu tidak hanya untuk paket sembako, sudah termasuk biaya operasional seperti pengangkutan dan kegiatan lainnya,” ujar Nora.
Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp4,5 miliar dialokasikan untuk paket sembako, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional.
Namun anggaran tersebut baru cukup untuk pelaksanaan di enam kecamatan dari total 18 kecamatan di Kutim.
“Rencana kita ini Sangatta Utara, nanti setelah lebaran Bengalon, Kaliorang. Habis itu baru Kaubun, Karangan, dan Sangkulirang,” jelasnya.
Nora mengatakan keterbatasan wilayah pelaksanaan pasar murah disebabkan penyesuaian anggaran. Jika di pertengahan tahun ada tambahan anggaran, pasar murah akan digelar di kecamatan lainnya.
Pada kegiatan di Sangatta Utara, sebanyak 2.239 paket sembako disiapkan. Masyarakat dapat menebus paket tersebut seharga Rp100 ribu, sementara nilai sebenarnya sekitar Rp300 ribu.
“Artinya ada subsidi sekitar Rp200 ribu dari pemerintah,” katanya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disperindag menyerahkan proses penentuan penerima kepada pemerintah desa melalui koordinasi dengan kecamatan. Prioritas diberikan kepada masyarakat kurang mampu dan keluarga yang berisiko stunting.
“Yang lebih tahu kondisi masyarakat adalah kepala desa. Jadi mereka yang menentukan calon penerima, kemudian dilaporkan ke kecamatan dan dibagikan kuponnya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi meninjau langsung pelaksanaan pasar murah untuk memastikan program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Saya mengecek apakah program ini benar-benar berjalan dengan baik, termasuk selisih harga yang dirasakan masyarakat. Ternyata benar, menurut masyarakat jika dibeli di pasar harganya sekitar Rp300 ribu, sementara di pasar murah hanya Rp100 ribu," jelas Mahyunadi.
Ia berharap ke depan program pasar murah dapat diperluas agar semakin banyak masyarakat Kutim yang merasakan manfaat dari subsidi kebutuhan pokok tersebut.
"Seandainya boleh gratis, kita gratis tapi berdasarkan aturan tidak boleh gratis. Kalau gratis berarti bantuan sosial. Kalau pasar murah itu subsidi untuk pasar murah. Mudah-mudahan yang akan datang lebih banyak lagi pasar murah," tutupnya.
(Sf/Rs)