Cari disini...
Seputar Kaltim
Kegiatan operasi pasar murah gas LPG 3 Kg di Desa Senaken. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Pemerintah Desa (Pemdes) Senaken terus berupaya memenuhi kebutuhan gas LPG 3 kilogram (Kg) bagi masyarakatnya melalui program pasar murah.
Pada pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan Kamis, (3/9/2026) di Halaman Kantor Desa Senaken, ratusan warga memadati lokasi itu untuk mendapatkan LPG 3 Kg.
Kepala Desa (Kades) Senaken, Bambang Supriyadi menyampaikan operasi pasar tersebut merupakan program dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Paser. Pihak desa dilibatkan sebagai penyambung tangan langsung kepada warga.
"Nggak tentu waktunya, tapi sudah beberapa kali dilaksanakan. Hanya saja waktu realisasi programnya tidak dapat dipastikan tergantung kuota yang tersedia," kata Bambang Supriyadi, Kamis (3/9/2026).
Berkaca dari kegiatan pasar murah yang telah dilaksanakan, umumnya kuota yang diberikan dari Disperindagkop Kabupaten Paser di Desa Senaken berkisar antara 350 hingga 500 tabung setiap kali kegiatan digelar.
"Sudah berkali-kali dilaksanakan. Biasanya kuota tersedia antara 350 sampai 500 tabung sekali program berjalan," tambahnya.
Pemdes Senaken menerapkan aturan ketat terkait persyaratan penerima manfaat program tersebut. Pasar murah LPG 3 kg itu diprioritaskan bagi warga berstatus sebagai warga Desa Senaken yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
Guna menjaga ketertiban, proses distribusi dilakukan melalui sistem antrian kupon yang dibagikan sehari sebelum pengambilan gas. Warga yang telah mendapatkan kupon baru dapat menukarkannya dengan tabung gas LPG 3 kg di keesokan harinya.
Meski demikian, kuota yang disediakan dinilai masih sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan seluruh warga. Tingginya permintaan membuat banyak masyarakat tidak kebagian kuota gas murah tersebut.
Pemerintah Desa Senaken berharap Disperindagkop dapat menambah alokasi kuota LPG 3 kg pada pelaksanaan berikutnya. Penambahan kuota itu dianggap sangat penting agar lebih banyak warga desa yang terakomodir dan mendapatkan gas LPG 3 Kg bersubsidi secara merata.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kegiatan operasi pasar murah gas LPG 3 Kg di Desa Senaken. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Pemerintah Desa (Pemdes) Senaken terus berupaya memenuhi kebutuhan gas LPG 3 kilogram (Kg) bagi masyarakatnya melalui program pasar murah.
Pada pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan Kamis, (3/9/2026) di Halaman Kantor Desa Senaken, ratusan warga memadati lokasi itu untuk mendapatkan LPG 3 Kg.
Kepala Desa (Kades) Senaken, Bambang Supriyadi menyampaikan operasi pasar tersebut merupakan program dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Paser. Pihak desa dilibatkan sebagai penyambung tangan langsung kepada warga.
"Nggak tentu waktunya, tapi sudah beberapa kali dilaksanakan. Hanya saja waktu realisasi programnya tidak dapat dipastikan tergantung kuota yang tersedia," kata Bambang Supriyadi, Kamis (3/9/2026).
Berkaca dari kegiatan pasar murah yang telah dilaksanakan, umumnya kuota yang diberikan dari Disperindagkop Kabupaten Paser di Desa Senaken berkisar antara 350 hingga 500 tabung setiap kali kegiatan digelar.
"Sudah berkali-kali dilaksanakan. Biasanya kuota tersedia antara 350 sampai 500 tabung sekali program berjalan," tambahnya.
Pemdes Senaken menerapkan aturan ketat terkait persyaratan penerima manfaat program tersebut. Pasar murah LPG 3 kg itu diprioritaskan bagi warga berstatus sebagai warga Desa Senaken yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
Guna menjaga ketertiban, proses distribusi dilakukan melalui sistem antrian kupon yang dibagikan sehari sebelum pengambilan gas. Warga yang telah mendapatkan kupon baru dapat menukarkannya dengan tabung gas LPG 3 kg di keesokan harinya.
Meski demikian, kuota yang disediakan dinilai masih sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan seluruh warga. Tingginya permintaan membuat banyak masyarakat tidak kebagian kuota gas murah tersebut.
Pemerintah Desa Senaken berharap Disperindagkop dapat menambah alokasi kuota LPG 3 kg pada pelaksanaan berikutnya. Penambahan kuota itu dianggap sangat penting agar lebih banyak warga desa yang terakomodir dan mendapatkan gas LPG 3 Kg bersubsidi secara merata.
(Sf/Lo)