Seputar Kaltim

    Pasar Merdeka Dipuji Jokowi, Disdag Bakal Tambah Pasar SNI di Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2023 pukul 14:21 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda akan menambah pasar Standar Nasional Indonesia (SNI) di Samarinda pada tahun 2024 mendatang.

    Rencana ini menindaklanjuti percontohan Pasar Merdeka yang baru saja dikunjungi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo Kamis (21/9/2023) kemarin.

    Kepala Disdag Kota Samarinda, Marnabas mengakui pembentukan pasar SNI tidaklah mudah. Namun ia optimis dapat mewujudkan semua pasar di Samarinda dengan kualitas yang sama.

    "Memang kalau dibilang sulit itu sulit, yang penting punya kemauan. Apalagi saya disupport penuh oleh Pak Walikota dari anggaran dan apapun itu," jelas Marnabas.

    Pasar yang akan didahulukan untuk memiliki sertifikasi SNI adalah pasar dibawah binaan pemerintah sesuai dengan instruksi Wali Kota. Adapun yang masih dalam proses saat ini adalah Pasar Palaran.

    "Kita sudah dijanjikan Kementrian Perdagangan (Kemendag) lima pasar, yakni Pasar Harapan Baru, Pasar Beluluq Lingau, Pasar Baqa, Pasar Sungai Dama dan Pasar Lok Bahu," bebernya.

    Menurutnya, pasar yang sudah melalui standarisasi teruji atas kebersihan, timbangan, dan zonasi. Sistem zonasi yang dimaksud adalah peletakkan jenis dagangan sesuai dengan lokasi dagangan tersebut.

    "Kami masih berusaha ini pendekatan ke pasar-pasar, yang enakan ketika pasar ini baru dibangun contoh Pasar Baqa, jadi untuk plot lokasi mudah. Tapi selalu kita usahakan dengan pendekatan ke pedagang dikit demi sedikit, seperti Pasar Merdeka ini, dari jorok hingga jadi terbaik kan tantangannya tidak mudah," terangnya.

    Marnabas memiliki harapan yang besar ketika semua sudah melalui standarisasi, untuk membuat pasar sehari, agar perputaran ekonomi selalu hidup.

    "Kalau saat ini seperti pasar Merdeka ini kan cuman setengah hari, kita mau hidupkan pasar seharian, tapi tentu dipertimbangkan jualan yang tepat untuk malam hari itu apa, jadi ada perekenomian di pasar selalu jalan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

     

    Seputar Kaltim

    Pasar Merdeka Dipuji Jokowi, Disdag Bakal Tambah Pasar SNI di Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2023 pukul 14:21 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda akan menambah pasar Standar Nasional Indonesia (SNI) di Samarinda pada tahun 2024 mendatang.

    Rencana ini menindaklanjuti percontohan Pasar Merdeka yang baru saja dikunjungi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo Kamis (21/9/2023) kemarin.

    Kepala Disdag Kota Samarinda, Marnabas mengakui pembentukan pasar SNI tidaklah mudah. Namun ia optimis dapat mewujudkan semua pasar di Samarinda dengan kualitas yang sama.

    "Memang kalau dibilang sulit itu sulit, yang penting punya kemauan. Apalagi saya disupport penuh oleh Pak Walikota dari anggaran dan apapun itu," jelas Marnabas.

    Pasar yang akan didahulukan untuk memiliki sertifikasi SNI adalah pasar dibawah binaan pemerintah sesuai dengan instruksi Wali Kota. Adapun yang masih dalam proses saat ini adalah Pasar Palaran.

    "Kita sudah dijanjikan Kementrian Perdagangan (Kemendag) lima pasar, yakni Pasar Harapan Baru, Pasar Beluluq Lingau, Pasar Baqa, Pasar Sungai Dama dan Pasar Lok Bahu," bebernya.

    Menurutnya, pasar yang sudah melalui standarisasi teruji atas kebersihan, timbangan, dan zonasi. Sistem zonasi yang dimaksud adalah peletakkan jenis dagangan sesuai dengan lokasi dagangan tersebut.

    "Kami masih berusaha ini pendekatan ke pasar-pasar, yang enakan ketika pasar ini baru dibangun contoh Pasar Baqa, jadi untuk plot lokasi mudah. Tapi selalu kita usahakan dengan pendekatan ke pedagang dikit demi sedikit, seperti Pasar Merdeka ini, dari jorok hingga jadi terbaik kan tantangannya tidak mudah," terangnya.

    Marnabas memiliki harapan yang besar ketika semua sudah melalui standarisasi, untuk membuat pasar sehari, agar perputaran ekonomi selalu hidup.

    "Kalau saat ini seperti pasar Merdeka ini kan cuman setengah hari, kita mau hidupkan pasar seharian, tapi tentu dipertimbangkan jualan yang tepat untuk malam hari itu apa, jadi ada perekenomian di pasar selalu jalan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)