Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) akan membangun Pasar Induk baru di Jalan Soekarno-Hatta KM 5,5, Balikpapan Utara (Balut).
Bukan sekadar proyek bangunan, pasar ini dirancang untuk membawa banyak manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar kepada media, Senin (21/4/2025).
Pasar induk ini akan menjadi tempat berkumpulnya para produsen dan pedagang, sehingga rantai distribusi bisa lebih singkat. Artinya, pedagang kecil dan UMKM bisa mendapatkan barang dagangan dengan harga lebih murah, karena tak perlu lagi membeli lewat pengepul.
“Ini sangat membantu pedagang kecil dan PKL. Mereka bisa belanja langsung ke pasar induk dan mendapatkan harga yang lebih bersaing,” ucap Kepala Disdag.
Pasar ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti sistem transaksi digital, pelatihan usaha, hingga kios khusus bagi UMKM lokal binaan pemerintah. Jadi, pasar ini bukan hanya tempat jual beli, tapi juga tempat belajar dan tumbuh bagi pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, pembangunan pasar induk ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan di Pasar Pandansari yang selama ini menjadi pusat aktivitas niaga.
“Dengan distribusi barang yang dialihkan ke pinggiran kota, lalu lintas di pusat kota bisa lebih tertib,” ujarnya.
Tidak hanya itu, proyek ini juga akan membuka banyak peluang kerja baru, mulai dari pembangunan, logistik, hingga pengelolaan pasar. Warga sekitar kawasan KM 5,5 Balut pun diprioritaskan untuk mendapat manfaat ekonomi langsung.
“Pasar ini bukan hanya soal jualan, tapi menciptakan pusat ekonomi modern yang membanggakan,” tambah Haemusri.
Dengan konsep yang lebih tertata dan modern, pasar induk ini diharapkan menjadi simbol kemajuan Balikpapan, sekaligus tempat tumbuhnya ekonomi rakyat yang lebih kuat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) akan membangun Pasar Induk baru di Jalan Soekarno-Hatta KM 5,5, Balikpapan Utara (Balut).
Bukan sekadar proyek bangunan, pasar ini dirancang untuk membawa banyak manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar kepada media, Senin (21/4/2025).
Pasar induk ini akan menjadi tempat berkumpulnya para produsen dan pedagang, sehingga rantai distribusi bisa lebih singkat. Artinya, pedagang kecil dan UMKM bisa mendapatkan barang dagangan dengan harga lebih murah, karena tak perlu lagi membeli lewat pengepul.
“Ini sangat membantu pedagang kecil dan PKL. Mereka bisa belanja langsung ke pasar induk dan mendapatkan harga yang lebih bersaing,” ucap Kepala Disdag.
Pasar ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti sistem transaksi digital, pelatihan usaha, hingga kios khusus bagi UMKM lokal binaan pemerintah. Jadi, pasar ini bukan hanya tempat jual beli, tapi juga tempat belajar dan tumbuh bagi pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, pembangunan pasar induk ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan di Pasar Pandansari yang selama ini menjadi pusat aktivitas niaga.
“Dengan distribusi barang yang dialihkan ke pinggiran kota, lalu lintas di pusat kota bisa lebih tertib,” ujarnya.
Tidak hanya itu, proyek ini juga akan membuka banyak peluang kerja baru, mulai dari pembangunan, logistik, hingga pengelolaan pasar. Warga sekitar kawasan KM 5,5 Balut pun diprioritaskan untuk mendapat manfaat ekonomi langsung.
“Pasar ini bukan hanya soal jualan, tapi menciptakan pusat ekonomi modern yang membanggakan,” tambah Haemusri.
Dengan konsep yang lebih tertata dan modern, pasar induk ini diharapkan menjadi simbol kemajuan Balikpapan, sekaligus tempat tumbuhnya ekonomi rakyat yang lebih kuat.
(Sf/Rs)