Seputar Kaltim

    Pasar Induk Balikpapan Didorong Segera Dibangun, Jadi Kunci Stabilitas Harga dan Distribusi Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 18:08 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebutuhan pusat distribusi pangan yang terintegrasi di Kota Balikpapan dinilai semakin mendesak, seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Karena itu, pembangunan Pasar Induk Balikpapan didorong agar segera direalisasikan setelah proses perencanaan memasuki tahap akhir.

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono menyampaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan pasar induk telah rampung disusun. Saat ini, dokumen tersebut masih dalam tahap penyempurnaan melalui sejumlah revisi teknis sebelum dapat dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik.

    “Pasar induk sudah kami buat DED-nya, hanya memang ada beberapa revisi. Setelah itu baru bisa masuk tahap pembangunan,” kata Budiono kepada media, Rabu (10/6/2026).

    Menurutnya, keberadaan pasar induk memiliki peran strategis yang jauh lebih luas dibanding sekadar menjadi lokasi transaksi perdagangan. Fasilitas tersebut nantinya akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok yang dapat memperlancar pasokan barang dari produsen ke pedagang maupun konsumen.

    Selama ini, sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan masih dipasok dari berbagai daerah di luar kota.

    “Kondisi tersebut membuat rantai distribusi cukup panjang dan berpotensi memengaruhi harga barang di tingkat konsumen, ketika terjadi gangguan pasokan atau kenaikan biaya logistik,” imbuhnya.

    Dengan hadirnya pasar induk, distribusi komoditas diharapkan menjadi lebih tertata dan efisien. Selain mempercepat arus barang, keberadaan pusat distribusi yang terpusat juga dinilai mampu membantu pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok serta mengendalikan fluktuasi harga kebutuhan pokok.

    “Pasar induk ini bukan hanya soal tempat jual beli, tetapi juga menyangkut sistem distribusi dan pengendalian harga. Karena itu perencanaannya harus benar-benar matang,” imbuh politisi PDI Perjuangan.

    Dirinya menjelaskan, revisi DED dilakukan untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis, mulai dari desain konstruksi, tata ruang kawasan, aksesibilitas kendaraan distribusi, hingga penyesuaian terhadap kebutuhan para pedagang dan aktivitas bongkar muat barang.

    Setelah revisi selesai dan mendapatkan persetujuan, proyek akan memasuki tahapan berikutnya berupa penganggaran dan pelaksanaan pembangunan.

    “DPRD Balikpapan berharap proses penyempurnaan dokumen tidak memakan waktu terlalu lama, agar proyek strategis tersebut dapat segera diwujudkan,” terangnya.

    Menurutnya, percepatan pembangunan pasar induk menjadi penting mengingat Balikpapan terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kaltim. Infrastruktur distribusi yang memadai dibutuhkan untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas perdagangan.

    “Kalau revisinya sudah selesai, tahap berikutnya tentu pembangunan. Kami harapkan bisa segera berjalan sesuai tahapan,” tegasnya.

    Pembangunan pasar induk diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik daerah, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Balikpapan di tengah meningkatnya peran kota tersebut sebagai gerbang menuju IKN.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pasar Induk Balikpapan Didorong Segera Dibangun, Jadi Kunci Stabilitas Harga dan Distribusi Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 18:08 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebutuhan pusat distribusi pangan yang terintegrasi di Kota Balikpapan dinilai semakin mendesak, seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Karena itu, pembangunan Pasar Induk Balikpapan didorong agar segera direalisasikan setelah proses perencanaan memasuki tahap akhir.

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono menyampaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan pasar induk telah rampung disusun. Saat ini, dokumen tersebut masih dalam tahap penyempurnaan melalui sejumlah revisi teknis sebelum dapat dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik.

    “Pasar induk sudah kami buat DED-nya, hanya memang ada beberapa revisi. Setelah itu baru bisa masuk tahap pembangunan,” kata Budiono kepada media, Rabu (10/6/2026).

    Menurutnya, keberadaan pasar induk memiliki peran strategis yang jauh lebih luas dibanding sekadar menjadi lokasi transaksi perdagangan. Fasilitas tersebut nantinya akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok yang dapat memperlancar pasokan barang dari produsen ke pedagang maupun konsumen.

    Selama ini, sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan masih dipasok dari berbagai daerah di luar kota.

    “Kondisi tersebut membuat rantai distribusi cukup panjang dan berpotensi memengaruhi harga barang di tingkat konsumen, ketika terjadi gangguan pasokan atau kenaikan biaya logistik,” imbuhnya.

    Dengan hadirnya pasar induk, distribusi komoditas diharapkan menjadi lebih tertata dan efisien. Selain mempercepat arus barang, keberadaan pusat distribusi yang terpusat juga dinilai mampu membantu pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok serta mengendalikan fluktuasi harga kebutuhan pokok.

    “Pasar induk ini bukan hanya soal tempat jual beli, tetapi juga menyangkut sistem distribusi dan pengendalian harga. Karena itu perencanaannya harus benar-benar matang,” imbuh politisi PDI Perjuangan.

    Dirinya menjelaskan, revisi DED dilakukan untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis, mulai dari desain konstruksi, tata ruang kawasan, aksesibilitas kendaraan distribusi, hingga penyesuaian terhadap kebutuhan para pedagang dan aktivitas bongkar muat barang.

    Setelah revisi selesai dan mendapatkan persetujuan, proyek akan memasuki tahapan berikutnya berupa penganggaran dan pelaksanaan pembangunan.

    “DPRD Balikpapan berharap proses penyempurnaan dokumen tidak memakan waktu terlalu lama, agar proyek strategis tersebut dapat segera diwujudkan,” terangnya.

    Menurutnya, percepatan pembangunan pasar induk menjadi penting mengingat Balikpapan terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kaltim. Infrastruktur distribusi yang memadai dibutuhkan untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas perdagangan.

    “Kalau revisinya sudah selesai, tahap berikutnya tentu pembangunan. Kami harapkan bisa segera berjalan sesuai tahapan,” tegasnya.

    Pembangunan pasar induk diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik daerah, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Balikpapan di tengah meningkatnya peran kota tersebut sebagai gerbang menuju IKN.

    (Sf/Lo)