Cari disini...
Seputar Kaltim
Sosialisasi pendidikan politik dengan tema "Peran Media Menentukan Suksesnya Pilkada 2024" di Hotel Midtown Samarinda, Kamis (11/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pelaksana Harian (Plh) Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Asli Nuryadin, menyoroti rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada 2020, yang hanya sekitar 52 persen saja.
Untuk itu ia berharap ada peningkatan partisipasi pada Pilkada kali ini, karena suara masyarakat sangat menentukan siapa yang akan menjalankan roda pemerintahan kedepannya o.
Asli juga menekankan pentingnya peran media dalam pendidikan politik. Menurutnya media sangat penting sebagai mitra dan wadah evaluasi.
“Media memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi sumber utama informasi bagi sebagian besar masyarakat," ungkap Asli saat mewakili wali kota dalam Sosialisasi Pendidikan Politik di Hotel Midtown, Kamis (11/7/2024).
Untuk itu, ia menegaskan bahwa media harus memberikan informasi yang akurat dan berimbang mengenai para calon. Menurut hal itu akan membantu masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat.
Lebih lanjut, menurutnya media juga berfungsi sebagai pengawas untuk memastikan Pilkada berjalan adil dan transparan, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga integritas dalam Pilkada.
Selain itu, media juga diharapkan bisa menyediakan debat politik sehingga masyarakat bisa lebih mengetahui integritas dari masing-masing calon.
"Tapi yang tak kalah penting, media harus menerapkan prinsip jurnalistik yang kritis, objektif, dan konstruktif dalam mendukung Pilkada 2024," tuturnya.
Sementara itu, selaku penyelenggara Pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda yang diwakilkan oleh Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yustiani, menyatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024.
Ia juga menegaskan bahwa upaya ini tidak akan melahirkan hasil yang sempurna tanpa adanya bantuan dari pihak eksternal lain.
Untuk itu, ia meminta bantuan dari berbagai pihak dan elemen masyarakat, juga pemerintah agar dapat bekerjasama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di Pilkada mendatang.
“Peluncuran tahapan Pilkada di GOR Segiri beberapa waktu lalu itu juga termasuk dalam sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Yustiani
Yustiani menuturkan kedepannya akan ada berbagai kegiatan yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat selain dari sosialisasi lewat media.
Ia optimis bahwa partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 ini dapat meningkat. Apalagi kondisi saat ini tidak seperti periode sebelumnya, yang terhalang pandemi covid-19.
“Kita juga akan ada jalan sehat, tapi untuk waktunya masih belum bisa kami publikasikan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sosialisasi pendidikan politik dengan tema "Peran Media Menentukan Suksesnya Pilkada 2024" di Hotel Midtown Samarinda, Kamis (11/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pelaksana Harian (Plh) Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Asli Nuryadin, menyoroti rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada 2020, yang hanya sekitar 52 persen saja.
Untuk itu ia berharap ada peningkatan partisipasi pada Pilkada kali ini, karena suara masyarakat sangat menentukan siapa yang akan menjalankan roda pemerintahan kedepannya o.
Asli juga menekankan pentingnya peran media dalam pendidikan politik. Menurutnya media sangat penting sebagai mitra dan wadah evaluasi.
“Media memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi sumber utama informasi bagi sebagian besar masyarakat," ungkap Asli saat mewakili wali kota dalam Sosialisasi Pendidikan Politik di Hotel Midtown, Kamis (11/7/2024).
Untuk itu, ia menegaskan bahwa media harus memberikan informasi yang akurat dan berimbang mengenai para calon. Menurut hal itu akan membantu masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat.
Lebih lanjut, menurutnya media juga berfungsi sebagai pengawas untuk memastikan Pilkada berjalan adil dan transparan, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga integritas dalam Pilkada.
Selain itu, media juga diharapkan bisa menyediakan debat politik sehingga masyarakat bisa lebih mengetahui integritas dari masing-masing calon.
"Tapi yang tak kalah penting, media harus menerapkan prinsip jurnalistik yang kritis, objektif, dan konstruktif dalam mendukung Pilkada 2024," tuturnya.
Sementara itu, selaku penyelenggara Pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda yang diwakilkan oleh Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Yustiani, menyatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024.
Ia juga menegaskan bahwa upaya ini tidak akan melahirkan hasil yang sempurna tanpa adanya bantuan dari pihak eksternal lain.
Untuk itu, ia meminta bantuan dari berbagai pihak dan elemen masyarakat, juga pemerintah agar dapat bekerjasama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di Pilkada mendatang.
“Peluncuran tahapan Pilkada di GOR Segiri beberapa waktu lalu itu juga termasuk dalam sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Yustiani
Yustiani menuturkan kedepannya akan ada berbagai kegiatan yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat selain dari sosialisasi lewat media.
Ia optimis bahwa partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 ini dapat meningkat. Apalagi kondisi saat ini tidak seperti periode sebelumnya, yang terhalang pandemi covid-19.
“Kita juga akan ada jalan sehat, tapi untuk waktunya masih belum bisa kami publikasikan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)