Cari disini...
Seputar Kaltim
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengumumkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 67,5 persen dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Benua Etam.
Persentase tersebut rupanya belum mencapai target yang sebelumnya ditetapkan Akmal Malik, yakni sebesar 80 persen.
Meski demikian, Ia sangat mengapresiasi terjadi peningkatan daripada Pilkada 2018.
"Ini merupakan kabar baik bagi kita semua karena angka partisipasi pemilih pada 2018 hanya 58 persen. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 9,5 persen," ujar Akmal Malik, Jumat (29/11/2024).
Sebaran hasil rekapitulasi suara dari beberapa kabupaten/kota pun mengalami peningkatan, seperti di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang mencatatkan tingkat partisipasi tertinggi, yakni 75,8 persen.
Disusul Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan angka 75 persen dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 71 persen.
Meski berada di posisi terendah, Kota Samarinda juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, yakni mencapai 53,7 persen.
Akmal mengakui mencapai target partisipasi sebesar 80 persen masih cukup menantang. Apalagi iklim demokrasi di provinsi ini dipengaruhi oleh masyarakat yang mengutamakan aktivitas ekonomi.
"Kita tidak bisa membandingkan dengan daerah lain yang memiliki kebatinan demokrasi yang kuat, tentu sebuah proses tidak sebesar itu, ini peningkatan cukup baik," tuturnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi para penyelenggara yang telah berjibaku menyukseskan pesta demokrasi ini.
Karena, kata Akmal, kunci keberhasilan dari perhelatan demokrasi lima tahunan ini adalah keamanan.
"Salah satu keberhasilan di Pilkada ini, indikatornya adalah keamanan," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengumumkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 67,5 persen dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Benua Etam.
Persentase tersebut rupanya belum mencapai target yang sebelumnya ditetapkan Akmal Malik, yakni sebesar 80 persen.
Meski demikian, Ia sangat mengapresiasi terjadi peningkatan daripada Pilkada 2018.
"Ini merupakan kabar baik bagi kita semua karena angka partisipasi pemilih pada 2018 hanya 58 persen. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 9,5 persen," ujar Akmal Malik, Jumat (29/11/2024).
Sebaran hasil rekapitulasi suara dari beberapa kabupaten/kota pun mengalami peningkatan, seperti di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang mencatatkan tingkat partisipasi tertinggi, yakni 75,8 persen.
Disusul Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan angka 75 persen dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 71 persen.
Meski berada di posisi terendah, Kota Samarinda juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, yakni mencapai 53,7 persen.
Akmal mengakui mencapai target partisipasi sebesar 80 persen masih cukup menantang. Apalagi iklim demokrasi di provinsi ini dipengaruhi oleh masyarakat yang mengutamakan aktivitas ekonomi.
"Kita tidak bisa membandingkan dengan daerah lain yang memiliki kebatinan demokrasi yang kuat, tentu sebuah proses tidak sebesar itu, ini peningkatan cukup baik," tuturnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi para penyelenggara yang telah berjibaku menyukseskan pesta demokrasi ini.
Karena, kata Akmal, kunci keberhasilan dari perhelatan demokrasi lima tahunan ini adalah keamanan.
"Salah satu keberhasilan di Pilkada ini, indikatornya adalah keamanan," tutupnya.
(Sf/By)