Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang sat berada di ruang Komisi IV DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Permasalahan air bersih di Kota Balikpapan masih menjadi keluhan masyarakat. Dan hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan belum kunjung menemukan solusinya.
Bahkan beberapa waktu lalu (31/7), saat acara Water Forum, wali kota Samarinda telah menawarkan pendistribusian air curah ke Kota Balikpapan.
Untuk itu Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang, meminta agar Pemkot melalui Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dapat segera mengambil penawaran itu.
"Karena itu suatu trobosan baru untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan," ucap Parlindungan saat ditemui awak media, Selasa (6/8/2024).
Ia menganggap, bahwa isi salah satu solusi jangka pendek dan menengah, jarena hampi 70 persen dari jumlah penduduk Balikpapan tidak bisa menikmati air bersih.
"Dari data PTMB, baru sekitar 25 persen warga yang tersambung PDAM. Maka penawaran ini solusi yang baik, jangan malu untuk mengambil kerjasama ini," tegasnya.
Lanjutnya, apalagi infomasinya Pemkot Samarinda yang akan mempersiapkan infrastrukturnya. Sehingga tidak menyerap anggaran Balikpapan yang terlalu banyak.
"Selanjutnya, tinggal bagaimana PDAM menghitung untuk harga jualnya kepada masyarakat," terangnya.
Disinggung mengenai penerimaan air baku dari Sepaku, menurutnya itu akan memakan biaya yang cukup besar sekitar Rp1,5 triliun, jika tidak ada yang menyediakan infrastrukturnya. Sementara APBD Balikpapan tidak sampai segitu banyak.
"Ini ada penawaran yang masuk akal dan efisien. Harapan saya Pemkot bisa mengambilnya, karena menurut wali kota Samarinda waktunya hanya 1 tahun sudah bisa teraliri di Balikpapan," paparnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang sat berada di ruang Komisi IV DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Permasalahan air bersih di Kota Balikpapan masih menjadi keluhan masyarakat. Dan hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan belum kunjung menemukan solusinya.
Bahkan beberapa waktu lalu (31/7), saat acara Water Forum, wali kota Samarinda telah menawarkan pendistribusian air curah ke Kota Balikpapan.
Untuk itu Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang, meminta agar Pemkot melalui Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dapat segera mengambil penawaran itu.
"Karena itu suatu trobosan baru untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan," ucap Parlindungan saat ditemui awak media, Selasa (6/8/2024).
Ia menganggap, bahwa isi salah satu solusi jangka pendek dan menengah, jarena hampi 70 persen dari jumlah penduduk Balikpapan tidak bisa menikmati air bersih.
"Dari data PTMB, baru sekitar 25 persen warga yang tersambung PDAM. Maka penawaran ini solusi yang baik, jangan malu untuk mengambil kerjasama ini," tegasnya.
Lanjutnya, apalagi infomasinya Pemkot Samarinda yang akan mempersiapkan infrastrukturnya. Sehingga tidak menyerap anggaran Balikpapan yang terlalu banyak.
"Selanjutnya, tinggal bagaimana PDAM menghitung untuk harga jualnya kepada masyarakat," terangnya.
Disinggung mengenai penerimaan air baku dari Sepaku, menurutnya itu akan memakan biaya yang cukup besar sekitar Rp1,5 triliun, jika tidak ada yang menyediakan infrastrukturnya. Sementara APBD Balikpapan tidak sampai segitu banyak.
"Ini ada penawaran yang masuk akal dan efisien. Harapan saya Pemkot bisa mengambilnya, karena menurut wali kota Samarinda waktunya hanya 1 tahun sudah bisa teraliri di Balikpapan," paparnya.
(Sf/Rs)