Cari disini...
Seputar Kaltim
Parkir mobil travel gelap di Jalan KH Fakhrudin (Eks Jalan Anggi). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda akan memindahkan parkir mobil travel gelap dari Jalan KH Fakhruddin (ex Jalan Anggi) area Masjid Islamic Center Samarinda, ke Parkir Taman Bebaya dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan menindaklanjuti protes yang dilayangkan di media sosial bahwa penerapan parkir berlangganan tersebut masih belum efektif.
Pertemuan Dishub dengan travel akhirnya membuahkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Sebelumnya, parkir berlangganan sebagai langkah uji coba Dishub dalam menertibkan mobil travel tersebut. Karena sebelum parkir di jalan tersebut, mobil travel gelap memarkirkan mobilnya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi (Depan Islamic Center).
Inisiatif Dishub ini dinilai para pedagang dan pengguna jalan akan membiarkan mobil travel gelap semakin menumpuk atau berlapis. Karena penerapan parkir berlangganan untuk mobil yang menetap selama 24 jam dikenakan biaya sebesar Rp 150 ribu - Rp 200 ribu, sedangkan mobil travel dari luar daerah yang hanya singgah sebentar (beberapa jam), dikenakan Rp 5 ribu per tiga jam.
"Jadi di satu sisi juga banyak masyarakat yg ngeluh dan mengeluhkan parkir tersebut. Akhirnya kemarin kami kumpulkan kembali untuk travel dan masyarakat di situ untuk melakukan pemindahan kendaraan dari Jalan Anggi ke Taman Bebaya," beber Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kota Samarinda, Didi Zulyani, Kamis (14/9/2023).
Pemindahan itu akan berlangsung 1 Oktober 2023. Artinya ex Jalan Anggi tidak lagi difungsikan untuk tempat parkir kendaraan apapun yang mengganggu jalannya kendaraan lalu lalang. Sedangkan di Taman Bebaya dalam mengatur parkir hal ini sudah tersedia parking gate dengan karcis resmi. "Nanti kita silahkan kepada mereka mau parkir berlangganan atau tidak, karena disana tertutup dan terjaga," ungkapnya.
Dalam hal ini para travel bersedia dan tidak mempermasalahkan. Karena melihat kondisi parkir di Taman Bebaya sudah dijamin keamanan yang terpantau oleh kamera cctv.
"Ya, nanti akan kita aktifkan 24 jam di sana. Karena kita sudah berkomitmen untuk memindahkan ke sana," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Parkir mobil travel gelap di Jalan KH Fakhrudin (Eks Jalan Anggi). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda akan memindahkan parkir mobil travel gelap dari Jalan KH Fakhruddin (ex Jalan Anggi) area Masjid Islamic Center Samarinda, ke Parkir Taman Bebaya dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan menindaklanjuti protes yang dilayangkan di media sosial bahwa penerapan parkir berlangganan tersebut masih belum efektif.
Pertemuan Dishub dengan travel akhirnya membuahkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Sebelumnya, parkir berlangganan sebagai langkah uji coba Dishub dalam menertibkan mobil travel tersebut. Karena sebelum parkir di jalan tersebut, mobil travel gelap memarkirkan mobilnya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi (Depan Islamic Center).
Inisiatif Dishub ini dinilai para pedagang dan pengguna jalan akan membiarkan mobil travel gelap semakin menumpuk atau berlapis. Karena penerapan parkir berlangganan untuk mobil yang menetap selama 24 jam dikenakan biaya sebesar Rp 150 ribu - Rp 200 ribu, sedangkan mobil travel dari luar daerah yang hanya singgah sebentar (beberapa jam), dikenakan Rp 5 ribu per tiga jam.
"Jadi di satu sisi juga banyak masyarakat yg ngeluh dan mengeluhkan parkir tersebut. Akhirnya kemarin kami kumpulkan kembali untuk travel dan masyarakat di situ untuk melakukan pemindahan kendaraan dari Jalan Anggi ke Taman Bebaya," beber Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kota Samarinda, Didi Zulyani, Kamis (14/9/2023).
Pemindahan itu akan berlangsung 1 Oktober 2023. Artinya ex Jalan Anggi tidak lagi difungsikan untuk tempat parkir kendaraan apapun yang mengganggu jalannya kendaraan lalu lalang. Sedangkan di Taman Bebaya dalam mengatur parkir hal ini sudah tersedia parking gate dengan karcis resmi. "Nanti kita silahkan kepada mereka mau parkir berlangganan atau tidak, karena disana tertutup dan terjaga," ungkapnya.
Dalam hal ini para travel bersedia dan tidak mempermasalahkan. Karena melihat kondisi parkir di Taman Bebaya sudah dijamin keamanan yang terpantau oleh kamera cctv.
"Ya, nanti akan kita aktifkan 24 jam di sana. Karena kita sudah berkomitmen untuk memindahkan ke sana," pungkasnya.
(Sf/Rs)