Seputar Kaltim

    Paramotor Hiasi Langit Bukit Pelangi Kutim, Bawa Merah Putih dan Geopark

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2026 pukul 19:00 WITA

    Paramotor Fast Fly Club Kutim terbang di atas kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, saat atraksi memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Atraksi paramotor menghiasi langit kawasan Bukit Pelangi, Kutai Timur (Kutim), saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

    Pertunjukan olahraga dirgantara itu disiapkan Fast Fly Club Kutai Timur, klub paramotor binaan Dinas Pariwisata Kutim. Atraksi tersebut sekaligus menjadi cara memperkenalkan olahraga dirgantara yang belum banyak dikenal masyarakat Kutim.

    Ketua Fast Fly Club Kutim, Moh. Ali B. Musa, mengatakan persiapan pertunjukan hanya dilakukan sekitar tiga hari. Waktu tersebut dinilai cukup karena para pilot sudah mengenal kondisi ruang udara di kawasan Bukit Pelangi.

    “Kalau persiapannya alhamdulillah tidak begitu lama karena sudah familiar dengan ruang udara di atas Bukit Pelangi khususnya,” ujar Ali.

    Pilot yang tampil berasal dari dua unsur, yakni Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutim dan pilot binaan Dinas Pariwisata Kutim. Ali merupakan salah satu pilot yang mendapat pembinaan sejak 2022.

    Dalam pertunjukan tersebut, paramotor tidak hanya membawa pesan HUT ke-81 RI. Fast Fly Club juga menyisipkan pesan dukungan terhadap Geopark Kutim. 

    “Yang pertama Merah Putih, tentunya kita dari negara Indonesia. Kita lahir di rahim Indonesia. Kemudian 81 tadi itu ucapan dari kami Fast Fly Kutai Timur yang sudah kita persiapkan sebagai surprise untuk Kabupaten Kutim,” katanya.

    Ali mengatakan, Geopark menjadi bagian lain yang ingin mereka angkat melalui atraksi tersebut. Ia berharap Geopark Kutim dapat memperoleh pengesahan sehingga semakin dikenal.

    “Yang ketiga itu Geopark. Kita sangat mendukung sekali kalau Geopark itu bisa disahkan atau dilegalkan di sini,” tambahnya.

    Bagi Ali, paramotor juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu membawa nama Kutim ke tingkat nasional hingga internasional.

    Menurutnya, pembinaan yang berjalan di daerah dapat menjadi jalan lahirnya pilot-pilot lokal yang mampu berprestasi.

    “Ini olahraga dirgantara yang belum familiar banget di Kutai Timur. Potensinya untuk emas di kegiatan atau event nasional sampai internasional, insyaallah bisa. Pilotnya lahir dari Kutai Timur langsung,” jelasnya.

    Ia pun mengajak generasi muda tidak memandang kemerdekaan sebagai sesuatu yang biasa. Menurut Ali, pemuda harus ikut mengambil peran melalui ide dan gagasan untuk masa depan Indonesia.

    “Indonesia itu sedang tidak baik-baik saja. Tapi bagaimana pemuda selalu membuktikan pemuda adalah generasi emas yang akan menjaga atau mengawal, memberikan ide-ide dan gagasan baru untuk Indonesia ke depannya,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Paramotor Hiasi Langit Bukit Pelangi Kutim, Bawa Merah Putih dan Geopark

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2026 pukul 19:00 WITA

    Paramotor Fast Fly Club Kutim terbang di atas kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, saat atraksi memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Atraksi paramotor menghiasi langit kawasan Bukit Pelangi, Kutai Timur (Kutim), saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

    Pertunjukan olahraga dirgantara itu disiapkan Fast Fly Club Kutai Timur, klub paramotor binaan Dinas Pariwisata Kutim. Atraksi tersebut sekaligus menjadi cara memperkenalkan olahraga dirgantara yang belum banyak dikenal masyarakat Kutim.

    Ketua Fast Fly Club Kutim, Moh. Ali B. Musa, mengatakan persiapan pertunjukan hanya dilakukan sekitar tiga hari. Waktu tersebut dinilai cukup karena para pilot sudah mengenal kondisi ruang udara di kawasan Bukit Pelangi.

    “Kalau persiapannya alhamdulillah tidak begitu lama karena sudah familiar dengan ruang udara di atas Bukit Pelangi khususnya,” ujar Ali.

    Pilot yang tampil berasal dari dua unsur, yakni Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutim dan pilot binaan Dinas Pariwisata Kutim. Ali merupakan salah satu pilot yang mendapat pembinaan sejak 2022.

    Dalam pertunjukan tersebut, paramotor tidak hanya membawa pesan HUT ke-81 RI. Fast Fly Club juga menyisipkan pesan dukungan terhadap Geopark Kutim. 

    “Yang pertama Merah Putih, tentunya kita dari negara Indonesia. Kita lahir di rahim Indonesia. Kemudian 81 tadi itu ucapan dari kami Fast Fly Kutai Timur yang sudah kita persiapkan sebagai surprise untuk Kabupaten Kutim,” katanya.

    Ali mengatakan, Geopark menjadi bagian lain yang ingin mereka angkat melalui atraksi tersebut. Ia berharap Geopark Kutim dapat memperoleh pengesahan sehingga semakin dikenal.

    “Yang ketiga itu Geopark. Kita sangat mendukung sekali kalau Geopark itu bisa disahkan atau dilegalkan di sini,” tambahnya.

    Bagi Ali, paramotor juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu membawa nama Kutim ke tingkat nasional hingga internasional.

    Menurutnya, pembinaan yang berjalan di daerah dapat menjadi jalan lahirnya pilot-pilot lokal yang mampu berprestasi.

    “Ini olahraga dirgantara yang belum familiar banget di Kutai Timur. Potensinya untuk emas di kegiatan atau event nasional sampai internasional, insyaallah bisa. Pilotnya lahir dari Kutai Timur langsung,” jelasnya.

    Ia pun mengajak generasi muda tidak memandang kemerdekaan sebagai sesuatu yang biasa. Menurut Ali, pemuda harus ikut mengambil peran melalui ide dan gagasan untuk masa depan Indonesia.

    “Indonesia itu sedang tidak baik-baik saja. Tapi bagaimana pemuda selalu membuktikan pemuda adalah generasi emas yang akan menjaga atau mengawal, memberikan ide-ide dan gagasan baru untuk Indonesia ke depannya,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)