Seputar Kaltim

    Pantai Tanjung Jumlai di PPU Dibersihkan Ratusan Orang, 763 Kg Sampah Berhasil Disingkirkan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    23 Februari 2025 pukul 14:52 WITA

    Ratusan peserta ikut kegiatan bersih-bersih Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Minggu (23/2/2025).(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ditunjuk menjadi salah satu lokasi pelaksanaan aksi bersih-bersih pantai dan laut dari delapan daerah se-Indonesia dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025.

    Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini diikuti 869 peserta yang tampak antusias membersihkan sampah-sampah berserakan di lingkungan pantai maupun laut.

    Saking antusiasnya, tidak butuh waktu lama bagi ratusan peserta untuk mengumpulkan seluruh sampah di Pantai Tanjung Jumlai yang jumlahnya mencapai 763.3 Kilogram (Kg). Terdiri dari 373.4 Kg sampah organik, 49.6 Kg anorganik dan 340.6 Kg residu.

    “Antusiasnya tinggi sekali, bahkan sampah yang terkumpul nggak sedikit. Hampir mencapai satu ton sampah dalam kegiatan kita kali ini,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Safwana, Minggu (23/2/2025).

    Safwana mengatakan bahwa hasil sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan akan diletakkan di tempatnya masing-masing, seperti sampah organik yang telah dipilah bakal ditempatkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R), sedangkan anorganik diberikan ke BSI Benuo Taka dan residu dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buluminung.

    Safwana berharap masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan, terutama di destinasi wisata karena dapat merusak keindahan alam dan lingkungannya.

    “Kami edukasi masyarakat dengan pelan-pelan terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar. Kami ingin masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tidak tercemari,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pantai Tanjung Jumlai di PPU Dibersihkan Ratusan Orang, 763 Kg Sampah Berhasil Disingkirkan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    23 Februari 2025 pukul 14:52 WITA

    Ratusan peserta ikut kegiatan bersih-bersih Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Minggu (23/2/2025).(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ditunjuk menjadi salah satu lokasi pelaksanaan aksi bersih-bersih pantai dan laut dari delapan daerah se-Indonesia dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025.

    Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini diikuti 869 peserta yang tampak antusias membersihkan sampah-sampah berserakan di lingkungan pantai maupun laut.

    Saking antusiasnya, tidak butuh waktu lama bagi ratusan peserta untuk mengumpulkan seluruh sampah di Pantai Tanjung Jumlai yang jumlahnya mencapai 763.3 Kilogram (Kg). Terdiri dari 373.4 Kg sampah organik, 49.6 Kg anorganik dan 340.6 Kg residu.

    “Antusiasnya tinggi sekali, bahkan sampah yang terkumpul nggak sedikit. Hampir mencapai satu ton sampah dalam kegiatan kita kali ini,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Safwana, Minggu (23/2/2025).

    Safwana mengatakan bahwa hasil sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan akan diletakkan di tempatnya masing-masing, seperti sampah organik yang telah dipilah bakal ditempatkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R), sedangkan anorganik diberikan ke BSI Benuo Taka dan residu dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buluminung.

    Safwana berharap masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan, terutama di destinasi wisata karena dapat merusak keindahan alam dan lingkungannya.

    “Kami edukasi masyarakat dengan pelan-pelan terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar. Kami ingin masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tidak tercemari,” tandasnya.

    (Sf/Rs)