Seputar Kaltim

    Pansus LKPJ Tinjau Proyek Pasar Pagi, Soroti Progres Pembangunan dan Kesesuaian Laporan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 April 2025 pukul 16:05 WITA

    Pansus LKPJ Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2024 saat meninjau Pasar Pagi, Senin (21/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2024 meninjau langsung proyek pembangunan Pasar Pagi, Minggu (21/4/2025). 

    Ketua Pansus LKPJ, Deni Hakim Anwar mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi atas penggunaan anggaran tahun sebelumnya, sekaligus melihat progres lanjutan pembangunan pasar yang ditargetkan menjadi ikon baru perdagangan modern di Samarinda. 

    Ia menyampaikan bahwa pada tahap pertama pembangunan, yang meliputi pekerjaan pondasi dan struktur bangunan, telah tuntas 100 persen. Namun, terdapat beberapa hal yang menjadi catatan penting.

    “Pada tahap pertama ini sempat ada tiga kali adendum karena perluasan lahan dan adanya aliran sungai yang harus disesuaikan. Tapi secara keseluruhan semua sudah rampung dengan anggaran,” ungkap Deni.

    Sementara itu, tahap kedua pembangunan Pasar Pagi saat ini sedang berlangsung, dengan fokus pada pekerjaan mekanikal, elektrikal, serta penyelesaian interior seperti pemasangan keramik, pembuatan los dan kios, hingga fasilitas lift. 

    Tahap ini dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp152 miliar dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025.

    “Progres tahap dua memang masih sekitar 10 persen karena mereka sedang menunggu pengadaan material dari luar daerah seperti keramik," imbuhnya. 

    Dari sisi struktur, Deni menilai bangunan yang dirancang hingga tujuh lantai ini dibangun dengan sangat memperhatikan kekuatan dan keamanan. Pondasi dilakukan dengan metode bor hingga kedalaman 60 meter, untuk memastikan konstruksi berdiri kokoh dan tahan lama.

    “Fasad bangunannya terlihat rapi dan kokoh. Ini tidak hanya akan menjadi pasar modern yang bersih dan tertata, tapi juga menjadi simbol kemajuan Kota Samarinda. Kita ingin ini jadi ikon yang tidak kalah dengan kota-kota besar lain seperti Jakarta,” tuturnya.

    Fasilitas pasar pun disebut cukup lengkap, dengan rencana pembangunan lift di bagian depan dan belakang serta area parkir yang mampu menampung sekitar dari 105 mobil dan 705 sepeda motor.

    Meski saat ini progres tahap kedua masih berjalan, Pansus menilai pelaksanaan anggaran pada tahun 2024 sudah sesuai. Adapun pembiayaan tahap kedua masuk dalam pos anggaran tahun 2025.

    “Kita harapkan tadi selain sebagai pasar modern yang bersih dan rapi. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan, apalagi ini menjadi salah satu ikon di Kota Samarinda punya Pasar Pagi yang modern, tidak kalah denga Jakarta,” pungkasnya. 


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pansus LKPJ Tinjau Proyek Pasar Pagi, Soroti Progres Pembangunan dan Kesesuaian Laporan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 April 2025 pukul 16:05 WITA

    Pansus LKPJ Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2024 saat meninjau Pasar Pagi, Senin (21/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2024 meninjau langsung proyek pembangunan Pasar Pagi, Minggu (21/4/2025). 

    Ketua Pansus LKPJ, Deni Hakim Anwar mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi atas penggunaan anggaran tahun sebelumnya, sekaligus melihat progres lanjutan pembangunan pasar yang ditargetkan menjadi ikon baru perdagangan modern di Samarinda. 

    Ia menyampaikan bahwa pada tahap pertama pembangunan, yang meliputi pekerjaan pondasi dan struktur bangunan, telah tuntas 100 persen. Namun, terdapat beberapa hal yang menjadi catatan penting.

    “Pada tahap pertama ini sempat ada tiga kali adendum karena perluasan lahan dan adanya aliran sungai yang harus disesuaikan. Tapi secara keseluruhan semua sudah rampung dengan anggaran,” ungkap Deni.

    Sementara itu, tahap kedua pembangunan Pasar Pagi saat ini sedang berlangsung, dengan fokus pada pekerjaan mekanikal, elektrikal, serta penyelesaian interior seperti pemasangan keramik, pembuatan los dan kios, hingga fasilitas lift. 

    Tahap ini dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp152 miliar dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025.

    “Progres tahap dua memang masih sekitar 10 persen karena mereka sedang menunggu pengadaan material dari luar daerah seperti keramik," imbuhnya. 

    Dari sisi struktur, Deni menilai bangunan yang dirancang hingga tujuh lantai ini dibangun dengan sangat memperhatikan kekuatan dan keamanan. Pondasi dilakukan dengan metode bor hingga kedalaman 60 meter, untuk memastikan konstruksi berdiri kokoh dan tahan lama.

    “Fasad bangunannya terlihat rapi dan kokoh. Ini tidak hanya akan menjadi pasar modern yang bersih dan tertata, tapi juga menjadi simbol kemajuan Kota Samarinda. Kita ingin ini jadi ikon yang tidak kalah dengan kota-kota besar lain seperti Jakarta,” tuturnya.

    Fasilitas pasar pun disebut cukup lengkap, dengan rencana pembangunan lift di bagian depan dan belakang serta area parkir yang mampu menampung sekitar dari 105 mobil dan 705 sepeda motor.

    Meski saat ini progres tahap kedua masih berjalan, Pansus menilai pelaksanaan anggaran pada tahun 2024 sudah sesuai. Adapun pembiayaan tahap kedua masuk dalam pos anggaran tahun 2025.

    “Kita harapkan tadi selain sebagai pasar modern yang bersih dan rapi. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan, apalagi ini menjadi salah satu ikon di Kota Samarinda punya Pasar Pagi yang modern, tidak kalah denga Jakarta,” pungkasnya. 


    (Sf/Rs)