Seputar Kaltim

    Panitia Pesta Laut Bontang Keluhkan Anggaran yang Tipis, Sebabkan Sejumlah  Ritual Tak Bisa Dipertunjukan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    09 Desember 2024 pukul 15:27 WITA

    Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala Tahun 2024. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Acara adat tahunan di masyarakat Kota Bontang khususnya Bontang Kuala kembali digelar pada Senin (9/12/2024) hingga Jumat (13/12/2024). Di tahun ini, ritual adat Pesta Laut belum dapat dipertunjukan secara keseluruhan. Pasalnya, anggaran yang tersedia minim.

    Wakil Ketua Panitia Acara Pesta Laut Bontang Kuala, Jafar mengatakan, hanya ada dua ritual yang tahun ini dilaksanakan. Yakni, ritual memberi makan laut dan bebalai.

    Memberi makan laut yakni ritual membersihkan laut Bontang, sebagai bentuk syukur atas belimpahnya hasil laut. Dan Bebalai yakni ritual penyembuhan penyakit melalui pembersihan roh jahat dalam tubuh.

    “Sebenarnya ada banyak, seperti ritual ance, samber, pagar mayang, dan lain sebagainya,” ungkapnya kepda wartawan Seputarfakta.com, Senin (9/12/2024).

    Dilansir dari citytourism.bontangkota.go.id Ritual ance merupakan upacara yang bertujuan untuk menjauhkan dari musibah dan wabah penyakit dimana dalam upacara ini, sesaji berisi makanan, kue-kue, nasi beras ketan, soko empat warna, serta sepasang ayam kampung jantan dan betina diletakkan pada suatu tempat yang terbuat dari bambu kuning persegi empat berukuran 50 x 50 x 50 cm dilabuh ke laut diiringi dengan tabuh gendang dan gong. Upacara adat ini biasanya hanya dilakukan oleh orang yang mempunyai hajat.

    Samper merupakan upacara adat untuk menyembuhkan orang sakit. Dalam ritual ini, digunakan daun kelapa dan seekor burung yang terbuat dari kayu yang digunakan dukun untuk digantung sebagai ayunan. Sang dukun dirasuki oleh roh dan kemudian menari-nari serta mengayunayunkan belian samper tersebut.

    Kemudian, Pagar Mayang merupakan pengobatan tradisional khususnya bagi penderita hilang ingatan (gila) serta diperuntukkan juga bagi yang memiliki hajat. Pagar Mayang sendiri terbuat dari bambu kuning, kayu laut yang dirakit dengan rotan berukuran 2 m x 1,5 m x 0,75 m dimana di setiap pojoknya didirikan pohon pisang lengkap dengan buahnya. Selain itu, di sekeliling Pagar Mayang ini juga dihiasi dengan janur kuning dan mayang pinang serta di bagian tengah Pagar Mayang didirikan payung kuning.

    Akan tetapi, karena tidak bisa ditampilkan pada acara adat tahunan tersebut dikarenakan tidak cukup anggaran. Diketahui, panitia pesta laut mendapatkan Rp250 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menyelenggarakan acara adat tersebut. 

    “Itu belum dipotong pajak, dan untuk keperluan lomba juga tidak ada,” tambahnya.

    Kata Jafar, dana yang diberikan hanya cukup untuk kebutuhan konsumsi, penyediaan panggung dan hiburan, sound system, tarup, kursi, dan lainnya.

    “Makanya kami tadi sampaikan saat pembukaan, semoga kedepannya ada tambahan anggaran, supaya bisa kita tunjukan semua ritual yang ada, seperti pada tahun 1996 silam” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Panitia Pesta Laut Bontang Keluhkan Anggaran yang Tipis, Sebabkan Sejumlah  Ritual Tak Bisa Dipertunjukan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    09 Desember 2024 pukul 15:27 WITA

    Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala Tahun 2024. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Acara adat tahunan di masyarakat Kota Bontang khususnya Bontang Kuala kembali digelar pada Senin (9/12/2024) hingga Jumat (13/12/2024). Di tahun ini, ritual adat Pesta Laut belum dapat dipertunjukan secara keseluruhan. Pasalnya, anggaran yang tersedia minim.

    Wakil Ketua Panitia Acara Pesta Laut Bontang Kuala, Jafar mengatakan, hanya ada dua ritual yang tahun ini dilaksanakan. Yakni, ritual memberi makan laut dan bebalai.

    Memberi makan laut yakni ritual membersihkan laut Bontang, sebagai bentuk syukur atas belimpahnya hasil laut. Dan Bebalai yakni ritual penyembuhan penyakit melalui pembersihan roh jahat dalam tubuh.

    “Sebenarnya ada banyak, seperti ritual ance, samber, pagar mayang, dan lain sebagainya,” ungkapnya kepda wartawan Seputarfakta.com, Senin (9/12/2024).

    Dilansir dari citytourism.bontangkota.go.id Ritual ance merupakan upacara yang bertujuan untuk menjauhkan dari musibah dan wabah penyakit dimana dalam upacara ini, sesaji berisi makanan, kue-kue, nasi beras ketan, soko empat warna, serta sepasang ayam kampung jantan dan betina diletakkan pada suatu tempat yang terbuat dari bambu kuning persegi empat berukuran 50 x 50 x 50 cm dilabuh ke laut diiringi dengan tabuh gendang dan gong. Upacara adat ini biasanya hanya dilakukan oleh orang yang mempunyai hajat.

    Samper merupakan upacara adat untuk menyembuhkan orang sakit. Dalam ritual ini, digunakan daun kelapa dan seekor burung yang terbuat dari kayu yang digunakan dukun untuk digantung sebagai ayunan. Sang dukun dirasuki oleh roh dan kemudian menari-nari serta mengayunayunkan belian samper tersebut.

    Kemudian, Pagar Mayang merupakan pengobatan tradisional khususnya bagi penderita hilang ingatan (gila) serta diperuntukkan juga bagi yang memiliki hajat. Pagar Mayang sendiri terbuat dari bambu kuning, kayu laut yang dirakit dengan rotan berukuran 2 m x 1,5 m x 0,75 m dimana di setiap pojoknya didirikan pohon pisang lengkap dengan buahnya. Selain itu, di sekeliling Pagar Mayang ini juga dihiasi dengan janur kuning dan mayang pinang serta di bagian tengah Pagar Mayang didirikan payung kuning.

    Akan tetapi, karena tidak bisa ditampilkan pada acara adat tahunan tersebut dikarenakan tidak cukup anggaran. Diketahui, panitia pesta laut mendapatkan Rp250 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menyelenggarakan acara adat tersebut. 

    “Itu belum dipotong pajak, dan untuk keperluan lomba juga tidak ada,” tambahnya.

    Kata Jafar, dana yang diberikan hanya cukup untuk kebutuhan konsumsi, penyediaan panggung dan hiburan, sound system, tarup, kursi, dan lainnya.

    “Makanya kami tadi sampaikan saat pembukaan, semoga kedepannya ada tambahan anggaran, supaya bisa kita tunjukan semua ritual yang ada, seperti pada tahun 1996 silam” pungkasnya.

    (Sf/Rs)