Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pemipilan jagung hasil panen PT GSA di Desa Segoy Makmur, Kecamatan Long Mesangat, Kutim, (Foto: Polres Kutim)
Sangatta – Hasil panen jagung PT Gemilang Sejahtera Abadi (GSA) di Kecamatan Long Mesangat, Kutai Timur (Kutim) belum maksimal. Tanaman jagung mengalami serangan sejumlah hama, mulai dari tikus, ulat, tupai hingga monyet.
Kondisi tersebut diketahui saat Polsek Muara Ancalong melalui Kapolsubsektor Long Mesangat melakukan pemantauan proses pemipilan jagung hasil panen raya PT GSA, Selasa (11/8/2026).
Selain serangan hama, kondisi tekstur lahan pada musim kemarau juga disebut turut memengaruhi produktivitas tanaman.
Proses pemipilan berlangsung di rumah Kepala Desa Segoy Makmur menggunakan mesin milik desa. Kegiatan tersebut melibatkan pihak PT GSA dan pemerintah desa.
Jagung yang sudah dipipil kemudian dibawa ke Kantor PT GSA untuk menjalani proses penjemuran. Tahapan tersebut dilakukan sebelum sampel jagung dikirim ke Bulog untuk pengujian.
Kadar air menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses tersebut. Jagung ditargetkan memiliki kadar air di bawah 14 persen sesuai standar yang dipersyaratkan Bulog.
Kapolsek Muara Ancalong, IPTU Erwan Tri Yusnanto mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan hasil panen berjalan dengan baik.
“Kendala seperti serangan hama dan kondisi lahan perlu menjadi perhatian bersama agar produktivitas pertanian ke depan dapat ditingkatkan,” ujar Erwan.
Ia mengatakan kepolisian akan terus memantau perkembangan kegiatan pertanian di wilayah hukumnya, terutama yang berkaitan dengan program ketahanan pangan.
Menurutnya, koordinasi antara pihak perusahaan, pemerintah desa dan pihak terkait diperlukan untuk mengantisipasi serangan hama serta kondisi lahan selama musim kemarau.
Pemantauan akan dilanjutkan hingga proses pengeringan dan pengujian sampel jagung oleh Bulog selesai.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pemipilan jagung hasil panen PT GSA di Desa Segoy Makmur, Kecamatan Long Mesangat, Kutim, (Foto: Polres Kutim)
Sangatta – Hasil panen jagung PT Gemilang Sejahtera Abadi (GSA) di Kecamatan Long Mesangat, Kutai Timur (Kutim) belum maksimal. Tanaman jagung mengalami serangan sejumlah hama, mulai dari tikus, ulat, tupai hingga monyet.
Kondisi tersebut diketahui saat Polsek Muara Ancalong melalui Kapolsubsektor Long Mesangat melakukan pemantauan proses pemipilan jagung hasil panen raya PT GSA, Selasa (11/8/2026).
Selain serangan hama, kondisi tekstur lahan pada musim kemarau juga disebut turut memengaruhi produktivitas tanaman.
Proses pemipilan berlangsung di rumah Kepala Desa Segoy Makmur menggunakan mesin milik desa. Kegiatan tersebut melibatkan pihak PT GSA dan pemerintah desa.
Jagung yang sudah dipipil kemudian dibawa ke Kantor PT GSA untuk menjalani proses penjemuran. Tahapan tersebut dilakukan sebelum sampel jagung dikirim ke Bulog untuk pengujian.
Kadar air menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses tersebut. Jagung ditargetkan memiliki kadar air di bawah 14 persen sesuai standar yang dipersyaratkan Bulog.
Kapolsek Muara Ancalong, IPTU Erwan Tri Yusnanto mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan hasil panen berjalan dengan baik.
“Kendala seperti serangan hama dan kondisi lahan perlu menjadi perhatian bersama agar produktivitas pertanian ke depan dapat ditingkatkan,” ujar Erwan.
Ia mengatakan kepolisian akan terus memantau perkembangan kegiatan pertanian di wilayah hukumnya, terutama yang berkaitan dengan program ketahanan pangan.
Menurutnya, koordinasi antara pihak perusahaan, pemerintah desa dan pihak terkait diperlukan untuk mengantisipasi serangan hama serta kondisi lahan selama musim kemarau.
Pemantauan akan dilanjutkan hingga proses pengeringan dan pengujian sampel jagung oleh Bulog selesai.
(Sf/Lo)