Panaskan Mesin Menuju 2029, PKB Kaltim Uji Calon Ketua DPC, Kutim Dapat Perlakuan Khusus

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    21 April 2026 08:25 WIB

    Ketua DPW PKB Kaltim, Syafaruddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menyongsong kontestasi politik Pemilu 2029 dan Pilkada 2030, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memanaskan mesin partai. 

    Hal ini ditandai dengan digelarnya Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) bagi belasan calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kaltim.

    Namun perhatian khusus tertuju pada wilayah Kutai Timur (Kutim). Membawa rapor nol kursi di DPRD Kutim, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB memutuskan turun tangan langsung dengan menggunakan hak vetonya.

    Ketua DPW PKB Kaltim, Syafaruddin mengungkap uji kelayakan ini diikuti 17 calon ketua dari 10 DPC se-Kaltim, dengan penguji yang didatangkan langsung dari DPP PKB di Jakarta.

    "Para calon ini diuji mengenai pengetahuan kepartaian, rencana kerja, hingga target-target politik PKB di Kaltim untuk Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Tentu mereka adalah kader-kader terbaik yang akan menakhodai DPC PKB untuk lima tahun ke depan," ungkap Syafaruddin yang juga merupakan Anggota DPR RI tersebut, Selasa (21/4/2026).

    Syafaruddin menegaskan, pimpinan partai di tingkat daerah tidak boleh hanya duduk di belakang meja. Para calon ketua diwajibkan membangun dan memperkuat struktur kepengurusan hingga ke level paling bawah, yakni Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan, serta ranting di tingkat kelurahan dan desa. Selain kerja struktural, para kandidat juga dibebankan tugas kultural. 

    "Calon ketua wajib melakukan penguatan terhadap simpul-simpul PKB yang basisnya adalah Nahdlatul Ulama (NU). Baik melalui majelis pengajian maupun menjalin sinergi erat dengan struktur kepengurusan NU setempat," tegasnya.

    Terkait status DPC Kutim yang kini tidak memiliki perwakilan kursi legislatif, Syafaruddin menjelaskan mekanisme pemilihannya berbeda. DPP PKB mengambil alih keputusan dan menunjuk satu nama tunggal, yakni Sulasih Sobirin.

    "Untuk Kutim yang hari ini nol kursi, calonnya tidak diikutkan (dalam uji kelayakan reguler), langsung diambil hak veto oleh DPP. Kita sepakat Ketua DPC PKB Kutim ditugaskan kepada Anggota DPRD Kaltim, Ibu Sulasih," papar Syafaruddin.

    Penunjukan Sulasih bukan tanpa alasan. Statusnya sebagai wakil rakyat tingkat provinsi dari Dapil Berau-Bontang-Kutim dinilai menjadi modal kuat untuk mengangkat kembali muruah PKB di wilayah tersebut. Syafaruddin pun secara blak-blakan menyebut penugasan ini sebagai beban tugas yang berat.

    Ditemui di tempat yang sama, Sulasih Sobirin menyatakan kesiapannya memikul mandat berat dari pusat. Karena menggunakan mekanisme hak veto, Sulasih dijadwalkan akan terbang langsung ke Jakarta untuk menjalani wawancara khusus dengan DPP PKB.

    Bagi Sulasih, targetnya ke depan sangat jelas dan tidak bisa ditawar. Ia bertekad mengakhiri masa paceklik kursi PKB di Kutim.

    "Misi saya, pokoknya harus dapat kursi. Harus itu, kita harus memotivasi ekstra para calon-calon legislatif nanti. Kami juga sudah punya wacana pemetaan tokoh-tokoh yang akan dicalonkan," ujar Sulasihs.

    Ia tak menampik luasnya wilayah Kutim menjadi tantangan tersendiri. Namun ia memastikan mesin partai sudah mulai bergerak. Dari 18 kecamatan yang ada, 15 di antaranya telah memiliki struktur kepengurusan partai.

    "Memang ada beberapa daerah yang belum, seperti Busang yang harus menyeberang sungai. Tapi dengan posisi saya yang memang harus terjun ke bawah menyapa konstituen, insyaallah 18 kecamatan itu bisa tembus. Target selanjutnya adalah menggerakkan pembentukan hingga ke tingkat ranting dan anak ranting di pelosok desa," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Panaskan Mesin Menuju 2029, PKB Kaltim Uji Calon Ketua DPC, Kutim Dapat Perlakuan Khusus

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    21 April 2026 08:25 WIB

    Ketua DPW PKB Kaltim, Syafaruddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menyongsong kontestasi politik Pemilu 2029 dan Pilkada 2030, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memanaskan mesin partai. 

    Hal ini ditandai dengan digelarnya Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) bagi belasan calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kaltim.

    Namun perhatian khusus tertuju pada wilayah Kutai Timur (Kutim). Membawa rapor nol kursi di DPRD Kutim, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB memutuskan turun tangan langsung dengan menggunakan hak vetonya.

    Ketua DPW PKB Kaltim, Syafaruddin mengungkap uji kelayakan ini diikuti 17 calon ketua dari 10 DPC se-Kaltim, dengan penguji yang didatangkan langsung dari DPP PKB di Jakarta.

    "Para calon ini diuji mengenai pengetahuan kepartaian, rencana kerja, hingga target-target politik PKB di Kaltim untuk Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Tentu mereka adalah kader-kader terbaik yang akan menakhodai DPC PKB untuk lima tahun ke depan," ungkap Syafaruddin yang juga merupakan Anggota DPR RI tersebut, Selasa (21/4/2026).

    Syafaruddin menegaskan, pimpinan partai di tingkat daerah tidak boleh hanya duduk di belakang meja. Para calon ketua diwajibkan membangun dan memperkuat struktur kepengurusan hingga ke level paling bawah, yakni Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan, serta ranting di tingkat kelurahan dan desa. Selain kerja struktural, para kandidat juga dibebankan tugas kultural. 

    "Calon ketua wajib melakukan penguatan terhadap simpul-simpul PKB yang basisnya adalah Nahdlatul Ulama (NU). Baik melalui majelis pengajian maupun menjalin sinergi erat dengan struktur kepengurusan NU setempat," tegasnya.

    Terkait status DPC Kutim yang kini tidak memiliki perwakilan kursi legislatif, Syafaruddin menjelaskan mekanisme pemilihannya berbeda. DPP PKB mengambil alih keputusan dan menunjuk satu nama tunggal, yakni Sulasih Sobirin.

    "Untuk Kutim yang hari ini nol kursi, calonnya tidak diikutkan (dalam uji kelayakan reguler), langsung diambil hak veto oleh DPP. Kita sepakat Ketua DPC PKB Kutim ditugaskan kepada Anggota DPRD Kaltim, Ibu Sulasih," papar Syafaruddin.

    Penunjukan Sulasih bukan tanpa alasan. Statusnya sebagai wakil rakyat tingkat provinsi dari Dapil Berau-Bontang-Kutim dinilai menjadi modal kuat untuk mengangkat kembali muruah PKB di wilayah tersebut. Syafaruddin pun secara blak-blakan menyebut penugasan ini sebagai beban tugas yang berat.

    Ditemui di tempat yang sama, Sulasih Sobirin menyatakan kesiapannya memikul mandat berat dari pusat. Karena menggunakan mekanisme hak veto, Sulasih dijadwalkan akan terbang langsung ke Jakarta untuk menjalani wawancara khusus dengan DPP PKB.

    Bagi Sulasih, targetnya ke depan sangat jelas dan tidak bisa ditawar. Ia bertekad mengakhiri masa paceklik kursi PKB di Kutim.

    "Misi saya, pokoknya harus dapat kursi. Harus itu, kita harus memotivasi ekstra para calon-calon legislatif nanti. Kami juga sudah punya wacana pemetaan tokoh-tokoh yang akan dicalonkan," ujar Sulasihs.

    Ia tak menampik luasnya wilayah Kutim menjadi tantangan tersendiri. Namun ia memastikan mesin partai sudah mulai bergerak. Dari 18 kecamatan yang ada, 15 di antaranya telah memiliki struktur kepengurusan partai.

    "Memang ada beberapa daerah yang belum, seperti Busang yang harus menyeberang sungai. Tapi dengan posisi saya yang memang harus terjun ke bawah menyapa konstituen, insyaallah 18 kecamatan itu bisa tembus. Target selanjutnya adalah menggerakkan pembentukan hingga ke tingkat ranting dan anak ranting di pelosok desa," pungkasnya.

    (Sf/Lo)