Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan. (foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kegiatan Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 menjadi momentum pembinaan olahraga tradisional di Kutai Timur (Kutim).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan panahan tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan anak-anak dan atlet daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah selama ini memberikan ruang kepada seluruh cabang olahraga. Tidak hanya olahraga prestasi, tetapi juga olahraga tradisional.
"Kita bisa melihat sendiri bahwa perkembangan olahraga di Kutai Timur cukup baik, banyak prestasi yang sudah diraih. Panahan tradisional menjadi salah satu contoh bahwa olahraga tradisional juga mendapatkan perhatian,” ujar Basuki.
Ia menambahkan, panahan tradisional merupakan olahraga yang baik untuk anak-anak karena dapat melatih konsentrasi dan fokus. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pilihan aktivitas yang lebih positif bagi anak-anak dibandingkan terlalu banyak menggunakan gawai.
"Olahraga ini bagus untuk anak-anak. Bisa melatih mereka agar lebih fokus. Anak-anak juga jadi punya kegiatan yang lebih positif. Setelah pulang dari berolahraga, mereka bisa belajar dengan lebih baik," tambahnya.
Basuki mengatakan, kompetisi sangat penting bagi perkembangan kemampuan atlet. Ia menilai, atlet-atlet Kutim telah menunjukkan hasil yang baik di berbagai kejuaraan, baik pada olahraga prestasi maupun olahraga rekreasi.
“Atlet Kutim ini luar biasa. Di olahraga prestasi ada Pekan Olahraga Nasional (PON), di olahraga rekreasi ada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). Prestasi anak-anak Kutim cukup baik di dua ajang itu,” katanya.
Melalui kompetisi, kemampuan atlet dapat terus terasah. Dengan begitu, ketika mereka dikirim mewakili Kutim maupun Kalimantan Timur, para atlet sudah memiliki kesiapan dan pengalaman bertanding.
“Kalau mereka hanya latihan tanpa kompetisi, tentu sayang. Dengan sering berkompetisi, kemampuan mereka akan meningkat dan mereka bisa menunjukkan hasil yang baik," jelasnya.
Basuki juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam olahraga panahan. Ia meminta seluruh klub agar melakukan pembinaan, evaluasi, dan pengawasan terhadap peserta latihan.
“Untuk semua klub, kami minta agar peserta dibimbing, dievaluasi, dan dimonitor dengan baik. Kegiatan ini cukup berisiko apabila tidak didampingi oleh orang-orang yang ahli dan berpengalaman,” lanjutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas panahan secara sembarangan di rumah tanpa pendampingan yang memadai.
“Jangan coba-coba menembak atau memanah di rumah tanpa didampingi oleh orang yang berpengalaman. Lebih baik latihan di klub-klub yang sudah memiliki sertifikat, supaya bisa berlatih dengan baik dan aman,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan. (foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Kegiatan Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 menjadi momentum pembinaan olahraga tradisional di Kutai Timur (Kutim).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan panahan tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan anak-anak dan atlet daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah selama ini memberikan ruang kepada seluruh cabang olahraga. Tidak hanya olahraga prestasi, tetapi juga olahraga tradisional.
"Kita bisa melihat sendiri bahwa perkembangan olahraga di Kutai Timur cukup baik, banyak prestasi yang sudah diraih. Panahan tradisional menjadi salah satu contoh bahwa olahraga tradisional juga mendapatkan perhatian,” ujar Basuki.
Ia menambahkan, panahan tradisional merupakan olahraga yang baik untuk anak-anak karena dapat melatih konsentrasi dan fokus. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pilihan aktivitas yang lebih positif bagi anak-anak dibandingkan terlalu banyak menggunakan gawai.
"Olahraga ini bagus untuk anak-anak. Bisa melatih mereka agar lebih fokus. Anak-anak juga jadi punya kegiatan yang lebih positif. Setelah pulang dari berolahraga, mereka bisa belajar dengan lebih baik," tambahnya.
Basuki mengatakan, kompetisi sangat penting bagi perkembangan kemampuan atlet. Ia menilai, atlet-atlet Kutim telah menunjukkan hasil yang baik di berbagai kejuaraan, baik pada olahraga prestasi maupun olahraga rekreasi.
“Atlet Kutim ini luar biasa. Di olahraga prestasi ada Pekan Olahraga Nasional (PON), di olahraga rekreasi ada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). Prestasi anak-anak Kutim cukup baik di dua ajang itu,” katanya.
Melalui kompetisi, kemampuan atlet dapat terus terasah. Dengan begitu, ketika mereka dikirim mewakili Kutim maupun Kalimantan Timur, para atlet sudah memiliki kesiapan dan pengalaman bertanding.
“Kalau mereka hanya latihan tanpa kompetisi, tentu sayang. Dengan sering berkompetisi, kemampuan mereka akan meningkat dan mereka bisa menunjukkan hasil yang baik," jelasnya.
Basuki juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam olahraga panahan. Ia meminta seluruh klub agar melakukan pembinaan, evaluasi, dan pengawasan terhadap peserta latihan.
“Untuk semua klub, kami minta agar peserta dibimbing, dievaluasi, dan dimonitor dengan baik. Kegiatan ini cukup berisiko apabila tidak didampingi oleh orang-orang yang ahli dan berpengalaman,” lanjutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas panahan secara sembarangan di rumah tanpa pendampingan yang memadai.
“Jangan coba-coba menembak atau memanah di rumah tanpa didampingi oleh orang yang berpengalaman. Lebih baik latihan di klub-klub yang sudah memiliki sertifikat, supaya bisa berlatih dengan baik dan aman,” pungkasnya.
(Sf/Rs)