Seputar Kaltim

    Pajak Listrik Jadi Penopang Utama PAD Bontang 2026

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    14 Mei 2026 pukul 22:55 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Bontang - Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik menjadi penyumbang terbesar pendapatan pajak daerah Kota Bontang hingga April 2026.

    Berdasarkan Dashboard Pajak Daerah Kota Bontang 2026 yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, realisasi PBJT Tenaga Listrik mencapai Rp14,93 miliar per 30 April 2026.

    Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dibanding sektor pajak lainnya dan berkontribusi besar terhadap total realisasi pajak daerah yang mencapai Rp53,72 miliar atau 23,67 persen dari target 2026 sebesar Rp226,98 miliar.

    Selain pajak listrik, sektor PBJT Makanan dan Minuman juga mencatat kontribusi besar dengan realisasi Rp10,83 miliar. Disusul Opsen PKB sebesar Rp7,16 miliar, Pajak Air Tanah Rp6,88 miliar, dan Opsen BBNKB Rp5,60 miliar.

    Sementara sejumlah sektor lain masih mencatat realisasi relatif kecil. Pajak Reklame tercatat Rp855,2 juta, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan Rp989,2 juta, PBJT Jasa Perhotelan Rp785,2 juta, PBJT Jasa Parkir Rp111,7 juta, serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar Rp135,8 juta.

    Bapenda mencatat capaian Triwulan II telah mencapai 59,18 persen, dari target Triwulan II Rp90,79 miliar, tersisa Rp37,06 miliar yang masih harus dipenuhi.

    Secara keseluruhan, potensi pendapatan pajak daerah Kota Bontang 2026 diperkirakan mencapai Rp231,37 miliar. Angka itu lebih tinggi dibanding target pajak daerah sebesar Rp226,98 miliar.

    Bapenda juga memproyeksikan tren pendapatan daerah terus meningkat hingga 2030. Pada tahun tersebut, pendapatan pajak daerah diperkirakan mencapai Rp267,27 miliar.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pajak Listrik Jadi Penopang Utama PAD Bontang 2026

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    14 Mei 2026 pukul 22:55 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Bontang - Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik menjadi penyumbang terbesar pendapatan pajak daerah Kota Bontang hingga April 2026.

    Berdasarkan Dashboard Pajak Daerah Kota Bontang 2026 yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, realisasi PBJT Tenaga Listrik mencapai Rp14,93 miliar per 30 April 2026.

    Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dibanding sektor pajak lainnya dan berkontribusi besar terhadap total realisasi pajak daerah yang mencapai Rp53,72 miliar atau 23,67 persen dari target 2026 sebesar Rp226,98 miliar.

    Selain pajak listrik, sektor PBJT Makanan dan Minuman juga mencatat kontribusi besar dengan realisasi Rp10,83 miliar. Disusul Opsen PKB sebesar Rp7,16 miliar, Pajak Air Tanah Rp6,88 miliar, dan Opsen BBNKB Rp5,60 miliar.

    Sementara sejumlah sektor lain masih mencatat realisasi relatif kecil. Pajak Reklame tercatat Rp855,2 juta, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan Rp989,2 juta, PBJT Jasa Perhotelan Rp785,2 juta, PBJT Jasa Parkir Rp111,7 juta, serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar Rp135,8 juta.

    Bapenda mencatat capaian Triwulan II telah mencapai 59,18 persen, dari target Triwulan II Rp90,79 miliar, tersisa Rp37,06 miliar yang masih harus dipenuhi.

    Secara keseluruhan, potensi pendapatan pajak daerah Kota Bontang 2026 diperkirakan mencapai Rp231,37 miliar. Angka itu lebih tinggi dibanding target pajak daerah sebesar Rp226,98 miliar.

    Bapenda juga memproyeksikan tren pendapatan daerah terus meningkat hingga 2030. Pada tahun tersebut, pendapatan pajak daerah diperkirakan mencapai Rp267,27 miliar.

    (Sf/Lo)